Kamis, 20 Maret 2014

REST IN HEAVEN


Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div


Wahyu 14:9-13

Dalam iklan / berita dukacita di koran, sering ditulis R.I.P (= rest in peace / istirahat dalam damai). Hari ini saya akan membahas tentang R.I.H. (= rest in heaven / istirahat di surga).



I) Istirahat di surga.

1) Ada banyak kejemuan / kebosanan dalam hidup orang kristen.
Pada waktu kita pertamakali percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita mengalami sukacita dan damai, kebahagiaan yang luar biasa. Tetapi dalam hidup kita selanjutnya sebagai orang kristen, seringkali kita menjadi jemu / bosan.

a)   Mungkin bosan terhadap Firman Tuhan.

Amsal 3:11 - “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatanNya”.

Bosan terhadap Firman Tuhan itu mempunyai penyebab bermacam-macam:
1.   Orangnya memang belum kristen sungguh-sungguh, seperti tanah berbatu dari Mat 13, juga seperti orang-orang dalam Yoh 6:66.
2.   Orangnya tidak menerapkan apa yang dipelajari. Ini bisa berbentuk:

·         ketidak-taatan / dosa.
Yoh 8:31-32 - “(31) Maka kataNya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: ‘Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu (32) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.’”.
Kalau kita tetap dalam firman, artinya bukan cuma mendengar tetapi juga melaksanakannya, maka kita akan mengetahui kebenaran. Artinya Tuhan akan menambah pengetahuan kita, sehingga setiap belajar Firman Tuhan kita mendapat sesuatu. Tetapi kalau kita tidak tetap dalam firman, kita tidak mendapatkan tambahan pengertian, dan itu menyebabkan kita menjadi bosan.

·         tidak mau melayani / memberitakan Injil.
Ini juga suatu ketidak-taatan, sehingga berlaku seperti yang baru kita bahas di atas. Tetapi disamping itu, kalau kita belajar Firman Tuhan dan kita tidak menggunakannya untuk melayani orang lain, maka kita juga akan merasa Firman Tuhan yang dipelajari itu tidak ada gunanya. Ini juga menyebabkan kita akhirnya bosan. Tetapi kalau kita menggunakannya, kita melihat bahwa Firman Tuhan itu memang berguna, dan ini memotivasi kita untuk belajar dengan lebih rajin / tekun.

b)   Mungkin bosan dalam berdoa.

Luk 18:1 - “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu”.

Dalam Luk 18:1 ini dikatakan bahwa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Secara implicit ini menunjukkan bahwa orang kristen sering jemu / bosan dalam berdoa, khususnya kalau doa tidak dijawab / dikabulkan sampai lama. Mungkin doa untuk pertobatan keluarga, untuk problem keluarga, untuk problem study, untuk suatu problem tertentu dalam hidup saudara, untuk minta jodoh, untuk perkembangan gereja, dsb.

c)   Mungkin jemu / bosan dalam berperang / melayani.

1Kor 15:58 - “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”.

Dalam 1Kor 15:58 ini Paulus mengatakan supaya kita selalu giat dalam pekerjaan Tuhan. Secara implicit ini juga menunjukkan bahwa orang kristen bisa jemu / bosan dalam pelayanan sehingga berhenti melayani. Memang kalau saudara belum pernah melayani Tuhan secara serius, maka saudara tidak akan pernah mengalami hal ini! Tetapi kalau saudara sudah betul-betul terjun dalam pelayanan secara serius, dan merasakan betapa banyak serangan setan, problem dalam pelayanan, kegagalan / ketidak-majuan / ketidak-suksesan pelayanan, gegeran dalam pelayanan dsb, maka saudara mungkin sekali pernah mengalami rasa jemu / bosan dalam melayani Tuhan!

d)   Mungkin bosan / jemu dalam berbuat baik.

2Tes 3:13 - “Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

Dari adanya dorongan ini sudah terlihat bahwa merupakan sesuatu yang sangat memungkinkan untuk jemu / bosan dalam hal berbuat baik. Lebih-lebih kalau setelah berbuat baik kita bukannya dihargai, tetapi disalah-mengerti, atau dibalas dengan kejahatan, difitnah dsb!

Ada beberapa hal yang perlu diingat kalau kita jemu berbuat baik:

·         kita baru akan menuai kalau kita bertekun.
Gal 6:9-10 - “(9) Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (10) Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

·         setiap kali kita tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip dan menggoda.
Kej 4:7 - “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.’”.

·         Orang dunia tidak jemu berbuat jahat.
2Pet 2:14 - “Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!”.
·         Tuhan juga jemu kalau melihat umatNya berbuat dosa.

Maz 95:10 - “Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kataKu: ‘Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalanKu.’”.

e)  Mungkin jemu / bosan dalam melawan dosa / godaan setan / dunia / kelemahan daging.

Ibr 12:1-4 - “(1) Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. (2) Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (3) Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diriNya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. (4) Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah”.

Begitu banyaknya kelemahan / dosa kita dan begitu condongnya daging kita kepada dosa, dan begitu hebatnya pencobaan / godaan setan, sehingga kita terus jatuh bangun dalam dosa, sehingga kita menjadi putus asa / jemu dalam melawan dosa / godaan setan itu.

f)    Mungkin bosan / jemu dalam menderita.

Ayub 10:1 - “Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku”.

Ibr 10:32-39 - “(32) Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, (33) baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. (34) Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. (35) Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. (36) Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. (37) ‘Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatanganNya. (38) Tetapi orangKu yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.’ (39) Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup”.

Ini juga secara implicit menunjukkan bahwa orang kristen bisa jemu dalam mengalami penderitaan, sehingga ingin berhenti ikut Tuhan!

2)   Ada saat dimana semua kejemuan / kebosanan itu tidak perlu lagi, yaitu pada saat kita mati dan masuk ke surga.

Wah 14:13 - “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: ‘Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.’ ‘Sungguh,’ kata Roh, ‘supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.’”.

a)   ‘mati dalam Tuhan’ (ay 13).
Hanya ada 2 macam ‘mati’, yaitu ‘mati dalam Tuhan’ dan ‘mati dalam dosa’.
Kalau dalam hidup ini saudara percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan saudara (bukan sekedar sebagai dokter, pemberi berkat / kekayaan dsb), maka pada saat saudara mati, saudara akan ‘mati dalam Tuhan’. Tetapi kalau saudara tidak mau percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara (apakah saudara sama sekali bukan kristen, atau kristen KTP) maka saudara akan ‘mati dalam dosa / kesalahan’ (Yoh 8:24  Yeh 3:18).
Kalau saat ini saudara mati, kematian yang bagaimana yang menjadi kematian saudara? ‘Mati dalam Tuhan’, atau ‘mati dalam dosa / kesalahan’?

b)   ‘sejak sekarang ini’ (ay 13).
Ini tidak berarti bahwa orang yang mati dalam Tuhan sebelum saat Yohanes menerima wahyu ini, tidak berbahagia.
Artinya adalah: sejak mereka mati, mereka berbahagia karena mereka bisa ‘beristirahat dari jerih lelah mereka’.

c)   ‘istirahat dari jerih lelah mereka’ (ay 13  bdk. Ayub 3:17b).
Ada banyak hal yang tidak ada di surga:

1.   Setan / iblis (Wah 20:10).
Kalau saudara betul-betul adalah orang kristen sejati, tentunya saudara mengalami banyak penderitaan / pencobaan dari setan, dan ini seharusnya membuat saudara benci sekali kepada setan. Di surga nanti tidak ada lagi setan / Iblis, karena ia / mereka sudah dilemparkan ke dalam neraka. Karena itu tidak akan ada lagi godaan / pencobaan, sehingga saudara betul-betul mengalami istirahat dari musuh besar ini!

2.   Nabi palsu (Wah 20:10b).
Dalam dunia ini kita juga sering dibuat jengkel, bahkan muak, oleh ajaran dan kemunafikan para nabi palsu. Tetapi nanti di surga mereka semua juga tidak ada, karena mereka akan mengikuti bapa mereka (yaitu setan) dan pergi ke neraka selama-lamanya, dan kita betul-betul akan mengalami istirahat dari peperangan melawan pelayan-pelayan setan ini!

3.   Orang kafir / tak beriman / orang brengsek (Wah 20:15  Wah 21:8  Ayub 3:17a  Gal 5:21  Ef 5:5).
Dalam hidup saudara sekarang ini pasti saudara sering mengalami kejengkelan atau bahkan penderitaan karena tindakan dari orang kafir / tak beriman / orang yang jahat. Mungkin ada orang-orang yang menindas saudara, memeras saudara, memukuli / menganiaya saudara, memfitnah saudara, dsb. Tetapi di surga nanti, semua orang-orang jahat / tidak beriman ini tidak ada lagi, karena anak-anak setan ini harus mengikuti bapa mereka untuk masuk ke dalam neraka selama-lamanya. Karena itu di surga saudara betul-betul mengalami istirahat dari orang-orang ini.

4.   Dosa (Ibr 12:23).
a.  Orang di sekitar kita tidak lagi bisa berbuat dosa / menyakiti kita dengan dosa mereka. Sekarang / dalam hidup ini, bahkan dalam gerejapun kita sering jemu, karena orang kristen tetap berdosa! Tetapi nanti di surga, semua orang kristen disempurnakan, sehingga tidak ada lagi dosa.
b.  Kita sendiri tidak lagi bisa berdosa (non posse peccare). Dosa sering menyakitkan bagi diri kita (bdk. Ro 7:17-24), dan juga mengundang hajaran Tuhan (Ibr 12:7-11) yang jelas bisa menyakitkan sekali. Tetapi di surga nanti semua itu tidak ada lagi! Semua dosa yang kita lakukan di dunia sudah dihapus oleh darah Kristus, dan kita tidak bisa berbuat dosa lagi!

5.   Maut / kematian (Wah 20:14  Wah 21:4  Luk 20:36  1Kor 15:26).
Dalam dunia ini, sebagai orang kristen kita tidak takut pada maut / kematian, karena kematian berarti pintu gerbang menuju surga. Tetapi bagaimanapun kita sering menguatirkan kalau kematian datang pada orang yang kita cintai, apalagi kalau orang itu belum percaya kepada Yesus. Kita bahkan sering dibuat sedih / berkabung karena kematian dari orang yang kita cintai itu. Tetapi nanti di surga tidak ada lagi maut!

6.   Air mata, perkabungan, ratap tangis (Wah 7:17  Wah 21:4). Demikian juga dengan derita, lapar, haus (Wah 7:16).
Penderitaan apa di dunia ini yang sering menyiksa / menyedihkan saudara? Problem suami / istri yang menyeleweng? Problem perceraian? Problem anak? Problem ekonomi / pekerjaan? Problem study? Problem dalam mendapatkan jodoh? Problem kesehatan? Problem karena tidak dimengerti orang di sekitar saudara? Semua problem yang selama ini menyiksa saudara dan sering membuat saudara harus mencucurkan air mata, tidak ada lagi di surga dan saudara betul-betul mengalami istirahat dari semua itu!

Tidak adanya hal-hal ini di surga menyebabkan ada kelegaan yang luar biasa di surga dan kita betul-betul bisa beristirahat!

Tetapi sementara saudara belum masuk ke surga, perhatikan ay 12 - “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus”.

Ayat ini berbicara tentang ‘ketekunan orang-orang kudus’. Jangan kepingin mati kalau memang belum waktunya mati. Sebaliknya bertekunlah dalam perang melawan setan dan dosa, dalam pelayanan, doa, berbuat baik, dsb! Kalau waktunya tiba, istirahat di surga menanti saudara! Dan istirahat merupakan sesuatu yang paling bisa dinikmati / dirasakan oleh orang yang bekerja keras sampai lelah! Yang malas-malasan tidak / kurang bisa menikmati! Jadi, bertekunlah!

II) Tidak ada istirahat di neraka.

Kalau tadi kita sudah melihat bahwa orang yang percaya akan mengalami / mendapatkan istirahat di surga, maka mari sekarang kita mempelajari tentang orang yang tidak percaya.
Orang yang tidak percaya kepada Yesus digambarkan sebagai ‘orang yang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya’ (ay 9b,11b).

Kalau saudara mau mengerti hal ini saudara harus mempelajari Wah 13:1-18. Di sini digambarkan dua binatang:

1)   Binatang yang keluar dari dalam laut.

Wah 13:1-2 - “(1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. (2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

Binatang ini digambarkan sebagai monster yang menakutkan, dan ini menggambarkan penganiayaan terhadap orang kristen / gereja oleh orang-orang anti Kristen yang mempunyai kekuasaan duniawi (13:2b).

2)   Binatang yang keluar dari dalam bumi.

Wah 13:11-14 - “(11) Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. (12) Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. (13) Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. (14) Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu”.

Berbeda dengan binatang yang keluar dari dalam laut tadi, binatang ini digambarkan ‘bertanduk dua seperti anak domba’, tetapi ‘ia berbicara seperti seekor naga’. Ini menggambarkan nabi-nabi palsu yang mirip seperti orang kristen (bertanduk dua seperti anak domba) - bdk. Mat 7:15, yang mengajarkan ajaran-ajaran sesat (berbicara seperti seekor naga) dan mengadakan mujijat-mujijat palsu (Wah 13:13-14).
Kalau menggunakan binatang yang pertama tadi setan ingin menundukkan manusia dengan kekerasan, maka dengan menggunakan binatang kedua ini setan ingin menundukkan manusia dengan tipu daya. Kalau binatang pertama menunjukkan kekuatan / kuasa dari setan, maka binatang kedua ini menunjukkan pikiran dari setan yang begitu cerdik / licik!

Apakah saudara tidak mau sungguh-sungguh ikut Yesus karena takut pada penganiayaan? Itu berarti saudara menyembah binatang pertama. Apakah saudara tunduk kepada setan karena ajaran sesat / mujijat palsu? Itu berarti bahwa saudara menyembah binatang kedua. Ajaran sesat itu macamnya banyak, tidak harus menyangkal Allah Tritunggal / keilahian Kristus, seperti yang dilakukan Saksi-Saksi Yehuwa. Kalau dalam pikiran saudara ada pemikiran bahwa:

·  dalam hidup ini uang / kesenangan-kesenangan duniawi, sex, dsb, adalah yang terpenting!

·        dunia lebih penting dari Tuhan / rohani.
     maka sebetulnya saudara juga sudah menyembah binatang kedua ini!

Sekarang mari kita perhatikan nasib / keadaan dari orang yang tidak percaya kepada Yesus / orang yang menyembah binatang ini, dalam dunia ini, dan dalam dunia yang akan datang:

a)   Bagaimana hidup mereka dalam dunia ini?

Karena mereka mau menyembah binatang / patung, maka dalam hidup mereka di dunia ini mereka tidak mengalami apa yang dialami oleh orang kristen, seperti yang digambarkan dalam Wah 13:7,15b,17 - “(7) Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. ... (15b) ... semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. ... (17) dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya”.

Dibanding dengan hidup orang kristen, sekalipun mereka tetap punya penderitaan, baik jasmaniah (penyakit, problem, kematian orang yang dicintai, dsb) maupun batiniah (kegelisahan, tidak ada damai / sukacita, kekuatiran, kesumpekan dsb), tetapi hidup mereka relatif enak.

·         mereka tidak pernah sedih karena dosa.
·         mereka tidak berperang melawan setan / dosa.
·         mereka tidak pernah mengalami derita yang timbul dari pelayanan.
·         mereka tidak pernah mengalami derita yang timbul karena berbuat baik, memikul salib, dsb.
·         mereka bisa mendapatkan banyak kekayaan dengan cara kotor.
·         dengan kekayaan mereka, mereka bisa menikmati banyak kesenangan dunia yang bersifat dosa.
·         dsb.

b)   Bagaimana nasib / keadaan mereka dalam dunia yang akan datang / kekekalan?
14:9-11 - “(9) Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: ‘Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, (10) maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. (11) Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.’”.

1.   14:10a: ‘ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murkaNya’.

Dalam dunia mereka juga merasakan penderitaan / murka Allah, tetapi murka Allah dalam dunia masih dicampur dengan kasih karunia / belas kasihan! Tetapi nanti di neraka, mereka mengalami murka Allah yang murni, tanpa campuran!
Kalau saudara mau mendapatkan sedikit gambaran tentang betapa hebat dan mengerikannya murka Allah itu, maka lihatlah kepada Yesus pada waktu ada di taman Getsemani. Dikatakan bahwa Yesus sampai takut (Mark 14:33). Karena apa? Karena Ia tahu Ia akan mengalami murka Allah ini!

William Hendriksen mengomentari peristiwa ini dengan berkata: “Did he, perhaps, here in Gethsemane see this tidal wave of God’s wrath because of our sin coming?” [= Mungkinkah Ia, disini di Getsemani, melihat datangnya gelombang pasang (= tsunami) murka Allah karena dosa kita?].

Kalau Yesus, yang selama hidupnya tidak pernah takut menghadapi apapun / siapapun, pada saat ini bisa takut dalam menghadapi murka Allah itu, bisakah saudara bayangkan kalau murka Allah itu menimpa saudara? Jangan sekali-kali menganggap remeh neraka / hukuman / murka Allah, apalagi membuatnya sebagai bahan guyonan / lelucon. Murka / hukuman Allah itu sama sekali tidak lucu, tetapi sebaliknya sangat mengerikan!

2.   14:10b: ‘ia akan disiksa dengan api dan belerang’.

Lihat juga ay 11: “Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa”.

KJV/RSV/NIV/NASB: no rest (= tidak ada istirahat).
Saksi Yehuwa tidak percaya neraka. Lalu bagaimana dengan ayat ini? Kalau orang berdosa hanya dimusnahkan, untuk apa ada ‘api dan belerang’? Apa artinya ‘siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa’? Siapa yang tidak percaya neraka, ia justru akan sampai di sana, dan pada saat itu ia akan percaya neraka, tetapi sudah terlambat!

3.   14:10c: ‘di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba’.

Ini menunjukkan apa? Dari surga bisa melihat ke neraka, dan demikian juga sebaliknya (bdk. Luk 16:23 - orang kaya bisa melihat Lazarus duduk di pangkuan Abraham / bersandar di dada Abraham).
Ini merupakan bagian dari siksaan mereka dan ini menambah beratnya siksaan yang mereka alami!

Illustrasi: Kalau semua orang miskin, maka orang miskin tidak terlalu menderita. Tetapi kalau orang miskin hidup di antara orang kaya, dan hanya bisa ngiler melihat orang kaya menikmati kekayaannya, maka itu tentu menambah penderitaannya!

Mungkin orang-orang di neraka itu akan berpikir / berkata:

·         Itu orang-orang kristen yang dulu gerejanya saya hancurkan. Andaikata saja aku bukannya menentang dan merusak gereja itu tetapi masuk ke gereja itu dan percaya Yesus, aku pasti tidak akan menderita seperti ini di neraka tetapi ada di sana bersama mereka.
·         Itu dulu orang yang menginjili aku, tetapi aku tidak mau percaya. Andaikata saja aku percaya, aku pasti tidak akan menderita seperti ini di neraka tetapi ada di sana bersama dengan dia!
·         Itu dulu pendeta yang berkhotbah dan menginjili aku dan menasehati aku untuk tidak mengutamakan kekayaan dan keduniawian, tetapi aku tolak, karena aku lebih cinta kepada dunia / kekayaan. Andaikata saja aku terima, aku pasti tidak akan menderita seperti ini di neraka tetapi ada di sana bersama dengan dia!
·     Itu dahulu pendeta yang khotbahnya begitu keras dalam menegur dosa dan menginjil, sehingga aku menjadi marah kepadanya dan tidak mau mendengarnya. Andaikata saja aku mau merendahkan diri dan mendengarnya dan percaya kepada Yesus, aku pasti tidak akan menderita seperti ini di neraka tetapi ada di sana bersama dengan dia!
·         Itu pendeta yang berkhotbah dan mengatakan bahwa yang penting bukan gereja / baptisan / perbuatan baik, tetapi iman kepada Yesus. Tetapi aku abaikan, karena aku anggap bahwa ada di gereja, dibaptis dsb, sudah menjadikan aku cukup baik untuk masuk surga. Andaikata saja aku mau mendengarnya dan percaya kepada Yesus, aku pasti tidak akan menderita seperti ini di neraka tetapi ada di sana bersama dengan dia.
·         Itu jemaat GKRI GOLGOTA yang kecil / melarat yang aku tolak karena aku lebih senang dengan gereja yang besar sekalipun sesat. Andaikata saja aku ikut gereja itu dan percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh, aku pasti tidak akan menderita seperti ini di neraka tetapi ada di sana bersama dengan mereka.

Tetapi semua ini adalah ‘andaikata’ yang sia-sia / tidak mungkin terjadi! Mereka ‘ngiler’ selama-lamanya melihat orang kristen di surga! Di dunia Lazarus ngiler melihat kenikmatan orang kaya, tetapi dalam kekekalan orang kayanyalah yang ngiler melihat kenikmatan Lazarus di surga! Pikirkan: mau ngiler sekarang atau ngiler nanti?

Penutup / kesimpulan:

Jadi, kalau orang percaya mengalami penderitaan hebat di dunia tetapi lalu bisa mengalami rest in heaven (= istirahat di surga), maka orang yang tidak percaya kepada Yesus mengalami penderitaan yang relatif lebih ringan di dunia, tetapi lalu mengalami penderitaan yang luar biasa hebatnya secara kekal / tanpa istirahat di neraka (no rest in hell).

Hanya ada 2 pilihan bagi saudara:
1)  Percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh, mengalami banyak penderitaan di dunia, tetapi mengalami rest in heaven!
2)  Tidak percaya kepada Yesus, relatif enak di dunia, tetapi mengalami no rest in hell!
     Yang mana yang saudara pilih?





-AMIN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar