Senin, 24 Maret 2014

PENOLAKAN DAN PENERIMAAN


Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div

LUKAS 13:22-30


I) Pertanyaan yang sia-sia (ay 23).

  1) Pertanyaan ini dilatarbelakangi oleh salah satu dari 2 hal di bawah ini:

     a)  Hanya sedikit orang yang ikut Yesus.

     b)  Pandangan orang Yahudi pada jaman itu bahwa orang Yahudi akan selamat secara otomatis, sedangkan bangsa-bangsa lain tidak akan bisa selamat.

2) Ini merupakan pertanyaan yang sia-sia, yang hanya didasari oleh ke-inginan tahu yang tidak berguna. Jauh lebih baik kalau ia menanyakan bagaimana caranya supaya selamat (bdk. Mat 19:16  Kis 16:30).

II) Jawaban Tuhan Yesus (ay 24-30).

A)  Yesus menjawab dengan memberikan suatu perintah (ay 24a).
Ada beberapa hal yang bisa kita bahas dari ay 24a ini:

1)   Dengan kata-kata dalam ay 24a itu Yesus sebetulnya bukan menja-wab pertanyaan yang diberikan kepadanya dalam ay 23 itu, tetapi Ia menjawab seolah-olah pertanyaannya adalah: ‘Bagaimana caranya supaya selamat?’

2)   ‘Pintu yang sesak’ (bdk. Mat 7:13-14).
Ini menggambarkan bahwa hidup kristen itu bukanlah hidup yang mulus dan enak, tetapi sebaliknya sangat berat dan penuh dengan kesukaran! Alangkah berbedanya ajaran Yesus ini dengan ajaran populer jaman ini yang mengatakan bahwa kalau ikut Yesus pasti akan kaya, sembuh dari semua penyakit, bebas dari semua problem dsb!

3)   ‘Berjuanglah!’

a)   Kalau ini merupakan cara untuk mendapat keselamatan, apakah itu berarti bahwa Yesus mengajarkan doktrin sesat ‘Salvation by works’ (= keselamatan karena perbuatan baik)? Tentu saja tidak, karena dimana-mana Yesus mengatakan bahwa kita bisa selamat karena iman / percaya (Yoh 3:15,16,18,36  Yoh 6:47 dsb).
Lalu mengapa di sini Ia berkata bahwa untuk selamat kita harus berjuang?
·      mungkin untuk membuang kesan bahwa ada orang (bangsa Yahudi) yang bisa selamat secara otomatis.
·         karena iman yang benar pasti akan menyebabkan orangnya berjuang. Orang yang hanya mengaku sebagai orang percaya, tetapi tidak mau berjuang, jelas sebetulnya bukanlah orang percaya (bdk. Fil 2:12).

b)   Kata ‘berjuanglah’ diterjemahkan dari kata bahasa Yunani AGONI-ZESTHE.
Ini adalah suatu istilah yang diambil dari gelanggang gulat dalam Grecian Games (= pesta olah raga Yunani), sehingga jelas bahwa kata itu mencakup arti ‘bergumul / bergulat’.

Disamping itu, dari kata Yunani AGONIZESTHE itu diturunkan kata bahasa Inggris agony (= penderitaan yang hebat) atau to agonize (= menderita sekali). Dan secara implicit ini menunjukkan bahwa dalam perjuangan yang diwajibkan Yesus itu, kita pasti akan meng-alami banyak penderitaan, termasuk penderitaan yang sangat hebat sekalipun!

Penerapan: Kalau saudara masih beranggapan bahwa ikut Kristus itu bakal enak dan mulus jalannya, atau, kalau saudara adalah orang yang datang ke gereja hanya untuk berhura-hura belaka, maka renungkanlah arti dari perintah ‘berjuanglah’ yang diberikan oleh Yesus ini!

c)   Selanjutnya kata AGONIZESTHE itu adalah suatu kata perintah yang ditujukan kepada ‘orang kedua bentuk jamak’. Perhatikan juga ay 24a: ‘Jawab Yesus kepada orang-orang di situ‘. Semua ini jelas menunjukkan bahwa perintah ini ditujukan bukan hanya kepada si penanya, tetapi kepada semua yang hadir saat itu, dan tentu saja juga kepada kita.

Catatan: dalam tata bahasa kita perlu mengerti akan adanya orang pertama, orang kedua dan orang ketiga, seperti yang bisa saudara lihat dalam bagan di bawah ini:

                                             Tunggal                                 Jamak
Orang pertama                  Saya, aku                              Kami, kita
Orang kedua              Kamu                                     Kamu sekalian
Orang ketiga                      Ia, dia                                     Mereka

d)   Hal penting lainnya adalah bahwa kata AGONIZESTHE itu ada dalam bentuk present imperative (= kata perintah dalam bentuk present / sekarang). Berbeda dengan aorist imperative (= kata perintah dalam bentuk aorist / lampau) yang digunakan bila orang yang memberi perintah itu menghendaki supaya perintahnya dilakukan hanya 1 x saja, maka present imperative digunakan kalau orang yang memberikan perintah itu menghendaki supaya perintahnya dilakukan terus-menerus. Jadi dari bentuk present imperative ini bisa kita dapatkan bahwa Yesus bukan hanya menghendaki kita berjuang 1 x saja, atau kadang-kadang saja berjuang, tetapi terus menerus berjuang!

Penerapan:
·     dalam gereja ada banyak orang yang hanya ngotot melayani secara musiman, misalnya pada waktu gereja mau mengada-kan acara khusus, seperti Natal, camp, seminar, KKR, dsb. Setelah semua itu selesai, ia berhenti berjuang!
·    dalam gereja juga banyak orang-orang tua yang dahulu ngotot melayani Tuhan, tetapi sekarang tidak lagi, dengan alasan sibuk, atau ‘untuk memberikan kesempatan kepada yang muda-muda’ untuk melayani Tuhan.
·     dalam gereja juga ada banyak orang yang ngotot dalam belajar Firman Tuhan, tetapi cuma beberapa saat saja, dan setelah itu dengan 1001 macam alasan lalu berhenti belajar Firman Tuhan.
·     dalam gereja ada orang-orang yang hanya berusaha mendekat kepada Tuhan kalau mengalami kesukaran (dengan tujuan su-paya Tuhan menolong dia dari kesukaran itu). Setelah kesu-karan selesai, ia berhenti dari perjuangannya itu.

Kalau saudara adalah orang seperti ini, maka renungkan bahwa Yesus menghendaki supaya saudara berjuang terus menerus!

B)  Yesus memberitahukan beberapa hal yang akan terjadi (ay 24b-30).

1)   Pintu akan ditutup (ay 25).

a)   Yang menutup pintu itu adalah ‘tuan rumah’ (ay 25), dan dari ay 26 terlihat bahwa tuan rumah itu adalah Yesus sendiri!
Camkan ini baik-baik! Yesus adalah tuan rumah / pemilik dari kerajaan surga! Ini menunjukkan bahwa ‘percaya kepada Yesus’ adalah syarat mutlak untuk masuk surga. Karena bagaimana mungkin saudara bisa masuk ke rumahNya kalau saudara tidak percaya kepada Dia, apalagi menentang Dia?

b)   Penutupan pintu ini akan terjadi pada saat kita mati, atau pada kedatangan Yesus yang keduakalinya.

c)   Orang yang selama di dunia terus menutup pintu hatinya terhadap Yesus (bdk. Wah 3:20), akan menjumpai pintu surga tertutup bagi Dia! Karena itu, maukah saudara membuka pintu hati saudara terhadap Yesus?

2)   Penolakan oleh Yesus (ay 24b,25b-27).
Justru pada saat pintu telah ditutup, ada banyak orang ingin berusaha untuk masuk (ay 24b-25). Orang-orang ini pada masa hidupnya mere-mehkan / mengabaikan Tuhan dan kerohanian, tetapi pada waktu mati ingin selamat!
Mereka mau masuk dengan alasan (ay 26):
·         mereka telah makan minum di hadapan Yesus.
·         Yesus telah mengajar di jalan-jalan mereka.
Dari sini terlihat bahwa mereka bukanlah orang yang membenci / memusuhi Yesus, bahkan mereka mempunyai ‘hubungan lahiriah tertentu’ dengan Yesus (seperti pergi ke gereja, dibaptis, melayani, memberi persembahan, dsb), tetapi jelas bahwa mereka tidak pernah sungguh-sungguh percaya dan menerima Yesus!

Bagaimana sikap Yesus terhadap orang-orang ini?

a)   Ia berkata: ‘Aku tidak tahu dari mana kamu datang’ (ay 25b), dan pada waktu orang-orang itu mendesak dengan ay 26 sebagai alas-an, maka Ia mengucapkan kalimat yang persis sama sekali lagi (ay 27a).

·         Ini menunjukkan Yesus tidak bisa ditawar!
Saudara mungkin bisa menawar / memberi alasan pada pendeta saudara untuk tidak datang dalam kebaktian, tidak melayani dsb, tetapi ingat bahwa pada akhir jaman, segala alasan / tawar menawar tidak ada gunanya!

·        Kalimat itu tidak berarti bahwa Yesus betul-betul tidak tahu dari mana mereka datang.
Artinya adalah: Yesus tidak mengenal mereka (bdk. Mat 7:23  Yoh 10:27  2Tim 2:19).
Yakinkah saudara bahwa Yesus mengenal saudara?

b)   Yesus menyebut orang-orang itu sebagai ‘yang melakukan keja-hatan’ (ay 27b). [Lit: ‘workers of unrighteousness’ (= pembuat keti-dakbenaran)].
Kita sering mendengar orang berkata bahwa ada orang yang tidak percaya Yesus, tetapi hidupnya baik. Tetapi kata-kata Yesus ini menunjukkan bahwa semua orang yang tidak percaya Yesus adalah orang-orang yang kerjanya hanya melakukan dosa! (bdk. Tit 1:15).

c)   Yesus berkata: ‘Enyahlah dari hadapanKu’ (ay 27b).
Seseorang mengatakan: “Those who refused to accept the invitation to ‘come’ will have to obey the order to ‘go’” (= mereka yang menolak untuk menerima undangan untuk ‘datang’ akan harus mentaati perintah untuk ‘pergi / enyah’).
Penerapan:
Dalam dunia ini Yesus terus menerus mengundang semua orang (termasuk saudara!) untuk datang kepadaNya dan menerima peng-ampunan dosa dan keselamatan (Mat 4:19  9:9  11:28  Yoh 1:43), tetapi kalau saudara terus menerus menolak undangan itu, maka nanti pada akhir jaman saudara tidak lagi akan menerima un-dangan untuk datang, melainkan perintah untuk pergi / enyah! Dan itu berarti saudara harus masuk ke dalam neraka! Karena itu, selama undangan untuk datang kepada Yesus ini masih berlaku, penuhilah undangan itu!

Kesimpulan: orang-orang yang hanya mempunyai hubungan lahiriah dengan Yesus, akan ditolak oleh Yesus!

William Hendriksen:
“Merely outward contact with Jesus has never saved anybody” (= semata-mata kontak lahiriah dengan Yesus tidak pernah menyelamatkan siapapun).

Penerapan:
Jangan merasa puas dan merasa aman hanya karena saudara sudah dibaptis, pergi ke gereja, melayani Tuhan dsb. Itu tidak pernah bisa menyelamatkan saudara! Sudahkah saudara percaya kepada Yesus dan mempunyai hubungan pribadi yang sejati dengan Dia?

3)   Kontras dan surprise / kejutan (ay 28-30).

a)   Surprise / kejutan:
·         ‘Kamu’ (ay 28) / ‘orang yang terdahulu’ (ay 30b): ini menunjuk kepada orang-orang Yahudi yang akan masuk neraka.
·         ‘orang-orang dari Timur, Barat, Utara, Selatan’ (ay 29) / ‘orang yang terakhir’ (ay 30a): ini menunjuk kepada orang-orang non Yahudi yang akan masuk ke surga.

Ini tentu tidak berarti bahwa semua orang Yahudi akan masuk neraka dan semua orang non Yahudi akan masuk surga (perhatikan kata-kata ‘ada orang’ dalam ay 30 yang jelas tidak berarti ‘semua’). Tetapi bagaimanapun ini merupakan surprise / kejutan, khususnya bagi orang-orang Yahudi yang beranggapan bahwa semua orang Yahudi akan masuk surga secara otomatis, dan bahwa semua orang non Yahudi akan masuk neraka.

Penerapan:
Jangan heran kalau nanti ada banyak orang yang aktif ke gereja, melayani Tuhan, bahkan ‘hamba Tuhan’ yang masuk neraka, karena mereka sebetulnya bukan orang yang percaya kepada Yesus. Juga jangan heran kalau nanti ada penjahat / pelacur yang ternyata masuk surga karena mereka bertobat dan betul-betul percaya kepada Yesus!

b)   Kontras:

·      Sebagian manusia akan dicampakkan ke luar dimana akan terdapat ratap dan kertak gigi (ay 28).
Ratap dan kertak gigi menunjukkan sakit yang luar biasa yang harus dialami oleh semua orang yang masuk ke neraka! Dan ini harus mereka alami selama-lamanya!

·   Sebagian manusia akan duduk makan (ay 29). Ini menunjukkan pesta / perjamuan besar dalam kerajaan surga!

Penutup:

Kalau saudara ingin mendapatkan keselamatan / masuk surga, percayalah kepada Yesus, dan buktikan iman saudara dengan mau berjuang! Keselamatan adalah sesuatu yang sangat berharga dan layak diperjuangkan! Maukah saudara berjuang? Berjuanglah untuk bisa lebih mengasihi Tuhan, untuk bisa lebih dekat dengan Tuhan, untuk bisa lebih menyenangkan Tuhan, dan untuk bisa lebih memuliakan Tuhan. Maukah saudara?





-AMIN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar