Minggu, 16 Maret 2014

LIMITED ATONEMENT (PENEBUSAN TERBATAS) - Part 4


Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div



VI) Calvin dan Limited Atonement.


Merupakan sesuatu yang sangat aneh, bahwa dalam persoalan doktrin tentang ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas) ini, Calvin diperdebatkan oleh banyak orang, dan banyak orang menganggap bahwa Calvin mempercayai ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal), dan bukannya ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas). Kita membahas pro kontra berkenaan dengan hal ini.

   1)   Saya pertama-tama mengetahui hal ini dari sebuah buku yang diterjemahkan oleh LRII, yang diberi judul ‘Predestinasi dan Kehendak Bebas’. Buku ini memberikan pandangan dari 4 orang yang berbeda yang saling menyerang satu sama lain. Salah seorang dari 4 orang itu bernama Norman Geisler, yang dalam buku berjudul ‘Four Views on Eternal Security’ (Libronix), disebut sebagai seorang ‘Calvinist yang moderat’, tetapi dalam buku yang sama juga dinyatakan bahwa sebetulnya ia adalah seorang Arminian.

Norman Geisler berkata:
“Bahkan John Calvin percaya bahwa Kristus mati untuk dosa semua orang di seluruh dunia (Kol 1:15-16), yang dengan jelas ia maksudkan ‘keselamatan umat manusia.’16 Mengomentari kata ‘banyak’ yang untuknya Kristus mati di dalam Mrk 14:24, Calvin berkata, ‘Kata itu tidak berarti sebagian dari dunia ini, tetapi mencakup seluruh umat manusia.’17 - ‘Predestinasi dan Kehendak Bebas’, hal 101.

Lalu pada hal 101 bagian bawah diberi catatan kaki sebagai berikut:
16. John Calvin, Institutes of Christian Religion 3.1.1.
17. Calvin, Calvin’s New Testament Commentaries, 3:139. Lihat juga komentar Calvin tentang Yoh 1:29; Rom 5:15; 1Yoh 2:2.

Mari sekarang kita melihat referensi-referensi yang diberikan oleh buku ini.

a)   Saya tidak mengerti mengapa ada Kol 1:15-16 sebagai ayat referensi.
1.   Dalam ‘Institutes of Christian Religion’ 3.1.1. tidak ada Kol 1:15-16.
2.   Dalam tafsiran Calvin tentang Kol 1:15-16 ia juga tak berbicara apapun tentang penebusan terbatas atau tidak terbatas.
3.   Kol 1:15-16 itu sendiri memang sama sekali tidak berbicara tentang penebusan, tetapi tentang Kristus sebagai pencipta segala sesuatu.
Kol 1:15-16 - “(15) Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, (16) karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia”.

Jadi, saya kira di sini ada kesalahan cetak dari penerbit LRII, dan mungkin yang dimaksudkan adalah Kol 1:5-6. Tetapi inipun tidak cocok, karena text ini berbicara tentang Injil yang sudah disebarkan dan berbuah di seluruh dunia, bukan tentang ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal).
Kol 1:5-6 - “(5) oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, (6) yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya”.

b)   Dalam ‘Institutes of Christian Religion’ 3.1.1. memang ada kalimat yang berbunyi sebagai berikut: “we must understand that as long as Christ remains outside of us, and we are separated from him, all that he has suffered and done for the salvation of the human race remains useless and of no value for us” (= kita harus mengerti bahwa selama Kristus tetap berada di luar kita, dan kita terpisah dari Dia, semua yang Ia telah derita dan lakukan untuk keselamatan dari umat manusia tetap tidak berguna dan tak ada nilainya bagi kita).

Jawab: Calvin sering menggunakan istilah ‘human race’ (= umat manusia) bukan dalam arti betul-betul seluruh umat manusia tanpa kecuali, tetapi untuk menunjuk kepada orang-orang pilihan di antara seluruh umat manusia / segala bangsa di dunia. Nanti ini akan terlihat dari kutipan-kutipan dari buku-buku Calvin yang lain, yang akan saya berikan di bawah.

c)   Mark 14:24 - “Dan Ia berkata kepada mereka: ‘Inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang”.

Calvin (tentang Mark 14:24): “By the word ‘many’ he means not a part of the world only, but the whole human race; for he contrasts many with one; as if he had said, that he will not be the Redeemer of one man only, but will die in order to deliver ‘many’ from the condemnation of the curse. It must at the same time be observed, however, that by the words ‘for you’ - as related by Luke - Christ directly addresses the disciples, and exhorts every believer to apply to his own advantage the shedding of blood. Therefore, when we approach to the holy table, let us not only remember in general that the world has been redeemed by the blood of Christ, but let every one consider for himself that his own sins have been expiated” [= Dengan kata ‘banyak’ Ia memaksudkan bukan suatu bagian dari dunia saja, tetapi seluruh umat manusia; karena Ia mengkontraskan ‘banyak’ dengan ‘satu’; seakan-akan Ia berkata, bahwa Ia tidak akan menjadi Penebus dari satu orang saja, tetapi akan mati untuk membebaskan ‘banyak (orang)’ dari hukuman dari kutuk. Tetapi, pada saat yang sama harus diperhatikan, bahwa dengan kata-kata ‘bagi kamu’ - seperti yang diceritakan oleh Lukas - Kristus secara langsung menujukan kepada murid-murid, dan mendesak setiap orang percaya untuk menerapkan pencurahan darah (Kristus) bagi keuntungannya sendiri. Karena itu, pada waktu kita mendekati meja yang kudus, hendaklah kita bukan hanya mengingat secara umum bahwa dunia telah ditebus oleh darah Kristus, tetapi hendaklah setiap orang merenungkan untuk dirinya sendiri bahwa dosa-dosanya sendiri telah ditebus].
Bdk. Luk 22:19-20 - “(19) Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kataNya: ‘Inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.’ (20) Demikian juga dibuatNya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darahKu, yang ditumpahkan bagi kamu.

Sekarang bandingkan kata-kata Calvin di atas dengan tafsirannya tentang Yes 53:12  Mat 20:28 dan Ro 5:15.

1.   Yes 53:12 - “Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak”.
Calvin (tentang Yes 53:12): he alone bore the punishment of many, because on him was laid the guilt of the whole world. It is evident from other passages, and especially from the fifth chapter of the Epistle to the Romans, that ‘many’ sometimes denotes ‘all.’ (= Ia sendiri memikul hukuman dari banyak orang, karena pada Dia diletakkan kesalahan dari seluruh dunia. Adalah jelas dari text-text yang lain, dan khususnya dari surat Roma pasal lima, bahwa ‘banyak orang’ kadang-kadang berarti ‘semua orang’).

2.   Mat 20:28 - “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.’”.
Calvin (tentang Mat 20:28): The word ‘many’ (pollw~n) is not put definitely for a fixed number, but for a large number; for he contrasts himself with all others. And in this sense it is used in Romans 5:15, where Paul does not speak of any part of men, but embraces the whole human race [= Kata ‘banyak’ (POLLON) tidaklah diberikan dengan pasti untuk suatu jumlah yang tertentu, tetapi untuk suatu jumlah yang besar; karena ia mengkontraskan dirinya sendiri dengan semua orang-orang lain. Dan dalam arti ini kata itu digunakan dalam Ro 5:15, dimana Paulus tidak berbicara tentang bagian manapun dari manusia, tetapi mencakup seluruh umat manusia].

3.   Ro 5:15 - “Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua (banyak) orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karuniaNya, yang dilimpahkanNya atas semua (banyak) orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus”.
Catatan: kata-kata ‘semua orang’ (2x) seharusnya adalah ‘many’ (= banyak orang).

Calvin (tentang Ro 5:15): “there is a greater measure of grace procured by Christ, than of condemnation introduced by the first man. ... since the fall of Adam had such an effect as to produce the ruin of many, much more efficacious is the grace of God to the benefit of many; inasmuch as it is admitted, that Christ is much more powerful to save, than Adam was to destroy (= di sana ada ukuran kasih karunia yang lebih besar yang didapatkan oleh Kristus, dari pada hukuman yang dimasukkan oleh manusia yang pertama. ... karena kejatuhan Adam mempunyai akibat seperti itu sehingga menghasilkan kehancuran dari banyak orang, lebih mujarab / efektif lagi kasih karunia Allah bagi keuntungan dari banyak orang; karena sebagaimana diakui, bahwa Kristus jauh lebih berkuasa untuk menyelamatkan, dari pada Adam untuk menghancurkan). - hal 206

Calvin (tentang Ro 5:15): But observe, that a larger number (plures) are not here contrasted with many (multis,) for he speaks not of the number of men: but as the sin of Adam has destroyed many, he draws this conclusion, - that the righteousness of Christ will be no less efficacious to save many (= Tetapi perhatikan, bahwa di sini bukan dikontraskan ‘suatu jumlah yang lebih besar’ dengan ‘banyak orang’, karena ia berbicara bukan tentang jumlah orang: tetapi karena dosa Adam telah menghancurkan banyak orang, ia menarik kesimpulan ini, - bahwa kebenaran Kristus akan tidak kurang efektif untuk menyelamatkan banyak orang) - hal 207.

Pada waktu Calvin berkata bahwa ‘Kristus itu lebih berkuasa dalam menyelamatkan dari pada Adam dalam menghancurkan’, ia tidak memaksudkannya dalam soal jumlah, seakan-akan kalau Adam menghancurkan seluruh dunia, Kristus pasti juga menebus seluruh dunia, bahkan lebih dari seluruh dunia. Ini terlihat lebih jelas dalam sanggahannya terhadap ajaran Georgius tentang Ro 5 ini (lihat di bawah).

Calvin: Georgius argues thus; - ‘If, therefore, many died through one; much more must the grace of God abound, that many may reign in life, by Christ.’ - ... the apostle’s purpose is simply to show, how much more powerful the grace of Christ is, in the faithful, than the curse which they derived from Adam (= Georgius berargumentasi demikian; - ‘Karena itu, jika banyak orang mati melalui satu orang; lebih-lebih lagi kasih karunia Allah harus melimpah, sehingga banyak orang bisa memerintah dalam kehidupan, oleh Kristus’. - ... tujuan sang rasul hanyalah untuk menunjukkan, betapa lebih berkuasanya kasih karunia dari Kristus, dalam diri orang-orang percaya, dari pada kutuk yang mereka dapatkan dari Adam) - ‘A Treatise on The Eternal Predestination of God’, hal 150-151 (Libronix).

Calvin: Georgius imagines himself to argue very cleverly, when he says, ‘Christ is the propitiation for the sins of the whole world. Therefore those who would exclude the reprobate from a participation in the benefits of Christ, must, of necessity, place them somewhere out of the world.’ - ... This great absurdity, by which our monk has procured for himself so much applause amongst his own fraternity, has no weight whatever with me. - John does indeed extend the benefits of the atonement of Christ, which was completed by his death, to all the elect of God, throughout what climes of the world soever they may be scattered. ... our present question is, not what the power or virtue of Christ is, nor what efficacy it has in itself; but, who those are, to whom He gives himself to be enjoyed. - Now if the possession of Christ stands in faith: and if faith flows from the Spirit of adoption: it follows, that he alone is numbered of God among his children, who is designed of God to be a partaker of Christ! (= Georgius mengkhayalkan / membayangkan dirinya sendiri berargumentasi dengan sangat pandai, pada waktu ia berkata bahwa ‘Kristus adalah pendamaian untuk dosa-dosa dari seluruh dunia. Karena itu mereka yang mau mengeluarkan orang-orang reprobate / orang-orang yang ditentukan untuk binasa dari suatu partisipasi dalam kebaikan / manfaat dari Kristus, harus menempatkan mereka di suatu tempat di luar dunia’. - ... Hal yang sangat menggelikan ini, dengan mana biarawan kami telah memperoleh untuk dirinya sendiri begitu banyak aplaus / tepuk tangan di antara kelompok persaudaraannya sendiri, tidak mempunyai bobot / pengaruh dengan / bagi saya. - Yohanes memang memperluas manfaat dari penebusan Kristus, yang diselesaikan oleh kematianNya, kepada semua orang-orang pilihan Allah, di seluruh negara / daerah apapun di dunia dimana mereka tersebar. ... pertanyaan / persoalan kita sekarang ini, bukanlah apa kuasa atau kebaikan dari Kristus, juga bukan apa kemujaraban / keefisienan yang dipunyainya dalam dirinya sendiri; tetapi, siapa mereka itu bagi siapa Ia menyerahkan diriNya sendiri untuk dinikmati. - Sekarang jika milik dari Kristus berdiri dalam iman: dan jika iman mengalir dari Roh adopsi: akibatnya, bahwa hanya ia yang terhitung oleh Allah di antara anak-anakNya, yang dirancang oleh Allah untuk menjadi pengambil bagian dari Kristus!) - ‘A Treatise on The Eternal Predestination Of God’, hal 150 (Libronix).

Jadi, dari beberapa kutipan kata-kata Calvin dari tafsirannya tentang beberapa ayat di atas ini terlihat bahwa pada saat ia menggunakan istilah ‘semua orang’, atau ‘seluruh umat manusia’, seringkali ia memaksudkan ‘semua orang-orang pilihan di seluruh dunia’ atau ‘semua orang-orang pilihan dari antara semua bangsa-bangsa dari umat manusia’.

Roger Nicole: It is interesting to note that conversely Calvin does occasionally state that ‘all’ refers to some parts of the race rather than the whole of mankind. (= Adalah menarik untuk memperhatikan bahwa sebaliknya Calvin kadang-kadang menyatakan bahwa ‘semua’ menunjuk kepada sebagian dari umat manusia dari pada seluruh umat manusia) - Standing Forth: Collected Writings of Roger Nicole’, hal 300 (Libronix).

Ada beberapa contoh:

1Tim 2:4 - “yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran”.
Calvin (tentang 1Tim 2:4): the Apostle simply means, that there is no people and no rank in the world that is excluded from salvation; because God wishes that the gospel should be proclaimed to all without exception. Now the preaching of the gospel gives life; and hence he justly concludes that God invites all equally to partake salvation. But the present discourse relates to classes of men, and not to individual persons; for his sole object is, to include in this number princes and foreign nations. That God wishes the doctrine of salvation to be enjoyed by them as well as others, is evident from the passages already quoted, and from other passages of a similar nature (= sang Rasul hanya memaksudkan, bahwa disana tidak ada bangsa atau rangking / pangkat di dunia yang dikeluarkan dari keselamatan; karena Allah menginginkan supaya injil diproklamirkan kepada semua orang tanpa kecuali. Pemberitaan injil memberikan kehidupan; dan karena itu ia secara benar menyimpulkan bahwa Allah mengundang semua orang secara sama untuk mengambil bagian dalam keselamatan. Tetapi pembicaraan sekarang ini berhubungan dengan semua golongan manusia, dan bukan dengan pribadi-pribadi / individu-individu; karena satu-satunya obyeknya adalah, mencakup dalam bilangan / jumlah ini pangeran-pangeran dan bangsa-bangsa asing. Bahwa Allah ingin doktrin keselamatan untuk dinikmati oleh mereka maupun oleh orang-orang lain, adalah jelas dari text yang sudah dikutip, dan dari text-text lain yang sifatnya mirip).

Tit 2:11 - “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata”.
Calvin (tentang Tit 2:11): “‘Bringing salvation to all men,’ That it is common to all is expressly testified by him on account of the slaves of whom he had spoken. Yet he does not mean individual men, but rather describes individual classes, or various ranks of life (= ‘Membawa keselamatan kepada semua orang’, Bahwa itu bersifat umum bagi semua orang disaksikan secara jelas olehnya karena budak-budak tentang siapa ia telah berbicara. Tetapi ia tidak memaksudkan orang-orang secara individu, tetapi sebaliknya menggambarkan golongan-golongan individu, atau bermacam-macam kedudukan dari kehidupan).

Yoh 6:45 - “Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu”.
Calvin (tentang Yoh 6:45): As to the word ‘all,’ it must be limited to the elect, who alone are the true children of the Church. (= Berkenaan dengan kata ‘semua’, itu harus dibatasi pada orang-orang pilihan, yang mereka saja adalah anak-anak yang sejati / benar dari Gereja).

Yoh 12:32 - “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu.’”.
Calvin (tentang Yoh 12:32): The word ‘all,’ which he employs, must be understood to refer to the children of God, who belong to his flock [= Kata ‘semua (orang)’, yang ia gunakan, harus dimengerti menunjuk kepada anak-anak Allah yang termasuk kawanan dombaNya].

Yoh 17:9 - “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab mereka adalah milikMu”.
Calvin (tentang Yoh 17:9): He openly declares that he ‘does not pray for the world,’ because he has no solicitude but about his own flock, which he received from the hand of the Father. But this might be thought to be absurd; for no better rule of prayer can be found than to follow Christ as our Guide and Teacher. Now, we are commanded to pray for all, (1 Timothy 2:1,) and Christ himself afterwards prayed indiscriminately for all, ‘Father, forgive them; for they know not what they do,’ (Luke 23:34.) I reply, the prayers which we offer for all are still limited to the elect of God. We ought to pray that this man, and that man, and every man, may be saved, and thus include the whole human race, because we cannot yet distinguish the elect from the reprobate; and yet, while we desire the coming of the kingdom of God, we likewise pray that God may destroy his enemies [= Ia secara terbuka menyatakan bahwa Ia ‘tidak berdoa untuk dunia’, karena Ia tidak mempunyai perhatian kecuali terhadap kawanan dombaNya, yang Ia terima dari tangan Bapa. Tetapi ini mungkin / bisa dianggap sebagai menggelikan; karena tidak ada peraturan yang lebih baik tentang doa bisa ditemukan dari pada mengikuti Kristus sebagai Pembimbing dan Guru kita. Kita diperintahkan untuk berdoa bagi semua (orang), (1Tim 2:1), dan Kristus sendiri belakangan berdoa secara tidak membedakan bagi semua (orang), ‘Bapa, ampunilah mereka; sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat’ (Luk 23:34). Saya menjawab, doa-doa yang kita naikkan untuk semua (orang) tetap dibatasi untuk orang-orang pilihan Allah. Kita harus berdoa supaya orang ini, dan orang itu, dan setiap orang, bisa diselamatkan, dan dengan demikian mencakup seluruh umat manusia, karena kita tidak dapat membedakan orang-orang pilihan dari orang-orang reprobate / non pilihan; tetapi sementara kita menginginkan kedatangan kerajaan Allah, kita juga berdoa supaya Allah menghancurkan musuh-musuhNya].

Saya kira kata-kata Calvin yang paling penting berkenaan dengan hal ini adalah komentarnya tentang 1Tim 2:5 yang saya berikan di bawah ini.

1Tim 2:5 - “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus”.
Calvin (tentang 1Tim 2:5): “as there is one God, the Creator and Father of all, so he says that there is but one Mediator, through whom we have access to the Father; and that this Mediator was given, not only to one nation, or to a small number of persons of some particular rank, but to all; because the fruit of the sacrifice, by which he made atonement for sins, extends to all. ... The universal term ‘all’ must always be referred to classes of men, and not to persons; as if he had said, that not only Jews, but Gentiles also, not only persons of humble rank, but princes also, were redeemed by the death of Christ [= sebagaimana disana ada satu Allah, Pencipta dan Bapa dari semua orang, demikian juga ia berkata bahwa disana hanya ada satu Pengantara, melalui siapa kita mendapatkan jalan masuk kepada Bapa; dan bahwa Pengantara ini diberikan, bukan hanya bagi satu bangsa, atau bagi sejumlah kecil orang-orang dari kedudukan tertentu, tetapi bagi semua; karena buah dari korban, dengan mana Ia membuat penebusan untuk dosa-dosa, diperluas kepada semua. ... Istilah universal ‘semua’ harus selalu dihubungkan dengan golongan-golongan manusia, dan bukan kepada pribadi-pribadi; seakan-akan ia telah mengatakan, bahwa bukan hanya orang-orang Yahudi, tetapi juga orang-orang non Yahudi, bukan hanya orang-orang dari kedudukan rendah, tetapi juga pangeran-pangeran, ditebus oleh kematian Kristus].
Catatan: perhatikan kata ‘selalu’ yang saya cetak dengan huruf besar itu!

d)   Yoh 1:29 - “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ‘Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Calvin (tentang Yoh 1:29): “And when he says, the sin of the World, he extends this favour indiscriminately to the whole human race; that the Jews might not think that he had been sent to them alone” (= Dan ketika ia berkata, ‘dosa dunia’, ia memperluas kebaikan ini secara tak pandang bulu kepada seluruh umat manusia; supaya orang-orang Yahudi tidak berpikir bahwa Ia telah diutus kepada mereka saja).

Menurut saya, ini tidak menunjukkan bahwa Calvin memaksudkan bahwa Yesus menghapus / mengangkut dosa semua manusia di dunia tanpa kecuali (Universal Atonement). Ia jelas sedang mengkontraskan kata ‘dunia’ itu dengan ‘bangsa / orang-orang Yahudi’. Memang orang-orang Yahudi mempunyai kepercayaan bahwa hanya bangsa mereka yang bisa diselamatkan, sedangkan bangsa non Yahudi diciptakan oleh Allah untuk menjadi bahan bakar di neraka. Untuk menghadapi kepercayaan sesat ini maka Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa Kristus menghapus / mengangkut dosa dunia, bukan dosa bangsa Yahudi saja, tetapi yang ia maksudkan tetap adalah orang-orang pilihan saja.

Bdk. Yoh 11:51-52 - “(51) Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, (52) dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.

e)   1Yoh 2:2 - “Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

Calvin (tentang 1Yoh 2:2): ‘And not for ours only.’ He added this for the sake of amplifying, in order that the faithful might be assured that the expiation made by Christ, extends to all who by faith embrace the gospel. Here a question may be raised, how have the sins of the whole world been expiated? I pass by the dotages of the fanatics, who under this pretence extend salvation to all the reprobate, and therefore to Satan himself. Such a monstrous thing deserves no refutation. They who seek to avoid this absurdity, have said that Christ suffered sufficiently for the whole world, but efficiently only for the elect. This solution has commonly prevailed in the schools. Though then I allow that what has been said is true, yet I deny that it is suitable to this passage; for the design of John was no other than to make this benefit common to the whole Church. Then under the word ‘all’ or whole, he does not include the reprobate, but designates those who should believe as well as those who were then scattered through various parts of the world. For then is really made evident, as it is meet, the grace of Christ, when it is declared to be the only true salvation of the world.”  (= ‘Dan bukan untuk dosa-dosa kita saja’. Ia menambahkan ini untuk memperkuat / memperjelas, supaya orang-orang percaya bisa yakin bahwa penebusan yang dibuat oleh Kristus meluas kepada semua orang yang oleh iman memeluk / mempercayai injil. Di sini bisa ditanyakan, bagaimana dosa dari seluruh dunia telah ditebus? Saya mengabaikan kebodohan dari orang-orang fanatik, yang dengan alasan ini meluaskan keselamatan kepada semua orang reprobate / orang yang ditentukan untuk binasa, dan karena itu kepada Setan sendiri. Hal yang mengerikan seperti itu tidak layak mendapatkan bantahan. Mereka yang berusaha untuk menghindari hal yang menggelikan ini, telah berkata bahwa Kristus menderita secara cukup untuk seluruh dunia, tetapi secara efisien hanya untuk orang pilihan. Penyelesaian / solusi ini telah berlaku secara umum di sekolah-sekolah / aliran-aliran. Sekalipun saya mengakui bahwa apa yang telah dikatakan itu adalah benar, tetapi saya menyangkal bahwa itu cocok untuk text ini; karena tujuan Yohanes tidak lain dari membuat keuntungan / manfaat ini berlaku umum untuk seluruh Gereja. Jadi dalam kata ‘semua’ atau ‘seluruh’, ia tidak memasukkan orang-orang reprobate / orang yang ditentukan untuk binasa, tetapi menunjuk mereka yang percaya dan mereka yang pada saat itu tersebar di berbagai bagian dunia. Maka dibuat sungguh-sungguh jelas, seperti yang sepantasnya, kasih karunia Kristus, pada waktu itu dinyatakan sebagai satu-satunya keselamatan yang benar / sejati dari dunia) - hal 173.

Saya menganggap bahwa dalam tafsirannya tentang 1Yoh 2:2 ini, Calvin justru secara jelas menunjukkan kepercayaannya pada ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas) dan ketidak-percayaannya terhadap ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal).

Kesimpulan tentang kata-kata Norman Geisler dari buku ‘Predestinasi dan Kehendak Bebas’ ini: Calvin bukannya mempercayai ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal), tetapi ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas). Ini bisa terlihat dengan jelas kalau kita bukan hanya melihat sebagian saja dari kata-kata Calvin, tetapi membaca seluruh kontextnya, dan membanding-bandingkan kata-katanya di satu bagian dengan di bagian-bagian lain.

2)   Saya menggunakan buku yang ditulis oleh Roger Nicole (Libronix), yang berjudul ‘Standing Forth: Collected Writings of Roger Nicole’, buku / pasal ke 13, dengan topik ‘John Calvin’s View of the Extent of the Atonement’.

Roger Nicole: It is often stated - and with considerable propriety - that Calvin did not write an explicit treatment concerning the extent of the atonement, in fact did not deal with this precise issue in the terms to which Reformed theology has been accustomed. ... a full discussion of the scope of the atonement is not found in Calvin’s writings, and the assessment of his position in this area has been varied [= Sering dinyatakan - dan dengan kepatutan yang layak dipertimbangkan - bahwa Calvin tidak menulis suatu pembahasan yang explicit berkenaan dengan luas dari penebusan, dan sebenarnya tidak menangani persoalan tertentu ini dalam batasan (?) dalam mana teologia Reformed telah terbiasa. ... suatu diskusi yang penuh dari ruang lingkup dari penebusan tidak ditemukan dalam tulisan-tulisan Calvin, dan penilaian tentang posisinya dalam daerah ini telah bervariasi] - Standing Forth: Collected Writings of Roger Nicole’, hal 283 (Libronix).

Roger Nicole sendiri mempercayai bahwa Calvin mempercayai doktrin ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas) dan bukannya ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal), tetapi ia memberikan pandangan pro kontra tentang hal ini, dan dasar dari masing-masing pihak berdasarkan tulisan Calvin.

Saya hanya akan membahas beberapa saja, karena tidak memungkinkan untuk membahas semuanya, kecuali nanti suatu waktu Tuhan menghendaki dan mengijinkan saya untuk menulis suatu tulisan khusus tentang topik ini.

a)   Yoh 12:47-48 - “(47) Dan jikalau seorang mendengar perkataanKu, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. (48) Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataanKu, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman”.
Calvin (tentang Yoh 12:47): After having spoken concerning his grace, and exhorted his disciples to steady faith, he now begins to strike the rebellious, though even here he mitigates the severity due to the wickedness of those who deliberately - as it were - reject God; for he delays to pronounce judgment on them, because, on the contrary, he has come for the salvation of all. In the first place, we ought to understand that he does not speak here of all unbelievers without distinction, but of those who, knowingly and willingly, reject the doctrine of the Gospel which has been exhibited to them. Why then does Christ not choose to condemn them? It is because he lays aside for a time the office of a judge, and offers salvation to all without reserve, and stretches out his arms to embrace all, that all may be the more encouraged to repent. And yet there is a circumstance of no small moment, by which he points out the aggravation of the crime, if they reject an invitation so kind and gracious, for it is as if he had said, ‘Lo, I am here to invite all, and, forgetting the character of a judge, I have this as my single object, to persuade all, and to rescue from destruction those who are already twice ruined.’ [= Setelah berbicara tentang kasih karuniaNya, dan mendesak murid-muridNya pada iman yang kuat / kokoh, sekarang Ia mulai ‘memukul’ para pemberontak, sekalipun bahkan di sini ia mengurangi kekerasan yang cocok dengan kejahatan dari mereka yang secara sengaja - seakan-akan - menolak Allah; karena Ia menunda untuk menyatakan penghakiman terhadap mereka, karena, sebaliknya, Ia telah datang untuk keselamatan dari semua (orang). Pertama-tama, kita harus mengerti bahwa Ia tidak berbicara di sini tentang semua orang-orang yang tidak percaya tanpa pembedaan, tetapi tentang mereka yang, secara sadar dan sengaja, menolak ajaran dari Injil yang telah ditunjukkan kepada mereka. Lalu mengapa Kristus tidak memilih untuk menghukum / mengecam mereka? Itu adalah karena Ia mengesampingkan untuk sementara waktu jabatan / tugas dari seorang Hakim, dan menawarkan keselamatan kepada semua orang tanpa kecuali, dan mengulurkan lenganNya untuk memeluk semua orang, supaya semua orang bisa lebih dikuatkan untuk bertobat. Tetapi di sana ada suatu keadaan yang bukannya tidak penting (?), dengan mana Ia menunjuk hal-hal yang memperberat kejahatan mereka, jika mereka menolak suatu undangan yang begitu baik dan murah hati / bersifat kasih karunia, karena itu adalah seakan-akan Ia telah berkata, ‘Lihatlah, Aku di sini untuk mengundang semua orang, dan, melupakan sifat dari seorang Hakim, Aku mempunyai hal ini sebagai tujuan satu-satunya, untuk membujuk semua orang, dan untuk menyelamatkan dari kehancuran mereka yang telah hancur dua kali’.].

Menurut saya, orang hanya bisa menganggap bahwa dari kutipan ini Calvin mempercayai ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal), kalau orang itu hanya melihat sepotong kecil saja (yang saya beri garis bawah tunggal) dan tidak mempedulikan kontext pembicaraannya. Kalau kita membaca seluruhnya dengan teliti, kita dengan mudah bisa melihat bahwa dalam kutipan ini Calvin tidak berbicara tentang penebusan Kristus, tetapi kedatanganNya kepada orang-orang itu untuk memberitakan Injil kepada mereka. Perhatikan kata-kata ‘menawarkan keselamatan’, ‘suatu undangan’, ‘mengundang semua orang’, ‘membujuk semua orang’ dan sebagainya.
Juga untuk ayat yang dibahas, akan terlihat lebih jelas dan benar kalau kita membaca mulai satu ayat sebelumnya.
Yoh 12:46-48 - “(46) Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepadaKu, jangan tinggal di dalam kegelapan. (47) Dan jikalau seorang mendengar perkataanKu, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. (48) Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataanKu, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

b)   Ro 5:18 - “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup”.
Calvin (tentang Ro 5:18): He does not say the righteousness - dikaiosu>nhn, but the justification - dikai>wma, of Christ, in order to remind us that he was not as an individual just for himself, but that the righteousness with which he was endued reached farther, in order that, by conferring this gift, he might enrich the faithful. He makes this favor common to all, because it is propounded to all, and not because it is in reality extended to all; for though Christ suffered for the sins of the whole world, and is offered through God’s benignity indiscriminately to all, yet all do not receive him [= Ia tidak mengatakan ‘righteousness’ (= kebenaran) - DIKAIOSUNEN, tetapi ‘justification’ (= pembenaran) - DIKAIOMA, dari Kristus, untuk mengingatkan kita bahwa Ia bukanlah seorang individu untuk diriNya sendiri, tetapi supaya kebenaran dengan mana ia dipakaiani menjangkau lebih jauh, supaya dengan memberikan karunia ini, ia bisa memperkaya orang-orang percaya. Ia membuat kebaikan ini umum bagi semua (orang), karena itu dikemukakan / diajukan kepada semua (orang), dan bukan karena hal itu dalam kenyataannya diperluas kepada semua (orang); karena sekalipun Kristus menderita untuk dosa-dosa dari seluruh dunia, dan ditawarkan melalui kebaikan Allah secara tidak pandang bulu kepada semua (orang), tetapi tidak semua (orang) menerima Dia.].

Bahkan dalam tafsiran Calvin tentang ayat ini, pada kalimat yang saya garis-bawahi, ada catatan kaki dari Editor / translator, yaitu John Owen, yang berkata: It appears from this sentence that Calvin held general redemption (= Kelihatannya dari kalimat ini Calvin memegang / mempercayai penebusan umum).

Tetapi saya sendiri berpendapat bahwa adalah memungkinkan untuk menafsirkan kata-kata Calvin ini sebagai berikut:
1.   Kata-kata ‘seluruh dunia’ tetap diartikan sebagai ‘orang-orang pilihan di seluruh dunia’.
2.   Kata ‘semua (orang)’ menunjuk kepada ‘semua orang / seadanya orang yang bisa dijangkau oleh Injil’.

3)   Ada sangat banyak kata-kata Calvin yang jelas menunjukkan bahwa ia mempercayai ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas).

a)   Calvin (tentang Mat 1:21): “‘He shall save his people from their sins.’ ... But he is expressly called the Savior of the Church. ... By Christ’s ‘people’ the angel unquestionably means the Jews, to whom he was appointed as Head and King; but as the Gentiles were shortly afterwards to be ingrafted into the stock of Abraham, (Romans 11:17,) this promise of salvation is extended indiscriminately to all who are incorporated by faith in the ‘one body’ (1 Corinthians 12:20) of the Church [= ‘Ia akan menyelamatkan umatNya dari dosa-dosa mereka’. ... Tetapi Ia disebut secara explicit / jelas sebagai Juruselamat dari Gereja. ... Dengan ‘umat Kristus’ sang malaikat dengan tak bisa diragukan memaksudkan orang-orang Yahudi, bagi siapa Ia ditetapkan sebagai Kepala dan Raja; tetapi karena orang-orang non Yahudi tak lama setelah itu dimasukkan / dicangkokkan ke dalam keturunan Abraham, (Ro 11:17), janji keselamatan ini diperluas secara tak membedakan kepada semua yang dimasukkan / digabungkan oleh iman ke dalam ‘satu tubuh’ (1Kor 12:20) dari Gereja].
Ro 11:17 - “Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,”.
1Kor 12:20 - “Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh”.

b)   Calvin (tentang Kis 20:28): the Lord did declare by an evident testimony what account he doth make of the Church, seeing that he hath redeemed it with his blood. ... the Lord hath given no small pledge of his love toward the Church in shedding his own blood for it (= Tuhan menyatakan oleh suatu kesaksian yang jelas harga / nilai yang Ia buat tentang Gereja, mengingat bahwa Ia telah menebusnya dengan darahNya. ... Tuhan telah memberikan janji / jaminan yang tidak kecil tentang kasihNya terhadap Gereja dengan mencurahkan darahNya sendiri baginya).

c)   Calvin (tentang Ef 5:24): Christ has, no doubt, this peculiar claim, that he is the Savior of the Church (= Kristus, tak diragukan, mempunyai claim yang khusus ini, bahwa Ia adalah Juruselamat dari Gereja).

d)   Calvin (tentang Ef 5:25): Let husbands imitate Christ in this respect, that he scrupled not to die for his church. One peculiar consequence, indeed, which resulted from his death, - that by it he redeemed his church, - is altogether beyond the power of men to imitate (= Hendaklah suami-suami meniru Kristus dalam hal ini, bahwa Ia tidak keberatan untuk mati bagi gerejaNya. Memang ada satu konsekwensi yang khas yang dihasilkan dari kematianNya, - bahwa olehnya Ia menebus gerejaNya, - yang sama sekali melampaui kuasa manusia untuk menirunya).

e)   Calvin (tentang Kol 1:20): “Should any one, on the pretext of the universality of the expression, move a question in reference to devils, whether Christ be their peace-maker also? I answer, No, not even of the wicked men: though I confess that there is a difference, inasmuch as the benefit of redemption is offered to the latter, but not to the former” (= Jika ada orang, dengan dalih keuniversalan pernyataan ini, menanyakan pertanyaan berkenaan dengan setan, apakah Kristus juga adalah pendamai mereka? Saya menjawab, Tidak, bahkan Kristus bukanlah pendamai orang-orang jahat: sekalipun saya mengakui bahwa ada perbedaan, karena keuntungan penebusan ditawarkan kepada orang-orang jahat, tetapi tidak kepada setan).
Catatan: yang dimaksud dengan ‘wicked men’ (= orang-orang jahat), jelas adalah orang jahat yang tidak percaya, atau ‘reprobate’ (= orang yang ditentukan untuk binasa).
Kol 1:20 - “dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus”.
Catatan: ayat ini sudah saya jelaskan secara panjang lebar di atas.

f)    Calvin (tentang 1Tim 2:5): “as there is one God, the Creator and Father of all, so he says that there is but one Mediator, through whom we have access to the Father; and that this Mediator was given, not only to one nation, or to a small number of persons of some particular rank, but to all; because the fruit of the sacrifice, by which he made atonement for sins, extends to all. ... The universal term ‘all’ must always be referred to classes of men, and not to persons; as if he had said, that not only Jews, but Gentiles also, not only persons of humble rank, but princes also, were redeemed by the death of Christ” [= sebagai disana ada satu Allah, Pencipta dan Bapa dari semua orang, demikian juga ia berkata bahwa disana hanya ada satu Pengantara, melalui siapa kita mendapatkan jalan masuk kepada Bapa; dan bahwa Pengantara ini diberikan, bukan hanya bagi satu bangsa, atau bagi sejumlah kecil orang-orang dari kedudukan tertentu, tetapi bagi semua; karena buah dari korban, dengan mana Ia membuat penebusan untuk dosa-dosa, diperluas kepada semua. ... Istilah universal ‘semua’ harus selalu dihubungkan dengan golongan-golongan manusia, dan bukan kepada pribadi-pribadi; seakan-akan ia telah mengatakan, bahwa bukan hanya orang-orang Yahudi, tetapi juga orang-orang non Yahudi, bukan hanya orang-orang dari kedudukan rendah, tetapi juga pangeran-pangeran, ditebus oleh kematian Kristus].
Catatan: mungkin kata ‘always’ (= selalu) ini menjadi kata kunci untuk mengharmoniskan komentar-komentar Calvin yang seolah-olah mendukung ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal) dengan komentar-komentar Calvin yang mendukung ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas).

g)   Calvin (tentang 1Yoh 2:2): “Here a question may be raised, how have the sins of the whole world been expiated? I pass by the dotages of the fanatics, who under this pretence extend salvation to all the reprobate, and therefore to Satan himself. Such a monstrous thing deserves no refutation. They who seek to avoid this absurdity, have said that Christ suffered sufficiently for the whole world, but efficiently only for the elect. This solution has commonly prevailed in the schools. Though then I allow that what has been said is true, yet I deny that it is suitable to this passage; for the design of John was no other than to make this benefit common to the whole Church. Then under the word ‘all’ or whole, he does not include the reprobate, but designates those who should believe as well as those who were then scattered through various parts of the world (= Di sini bisa ditanyakan, bagaimana dosa dari seluruh dunia telah ditebus? Saya mengabaikan kebodohan dari orang-orang fanatik, yang dengan alasan ini meluaskan keselamatan kepada semua orang reprobate / orang yang ditentukan untuk binasa, dan karena itu kepada Setan sendiri. Hal yang mengerikan seperti itu tidak layak mendapatkan bantahan. Mereka yang berusaha untuk menghindari hal yang menggelikan ini, telah berkata bahwa Kristus menderita secara cukup untuk seluruh dunia, tetapi secara efisien hanya untuk orang pilihan. Penyelesaian / solusi ini telah berlaku secara umum di sekolah-sekolah / aliran-aliran. Sekalipun saya mengakui bahwa apa yang telah dikatakan itu adalah benar, tetapi saya menyangkal bahwa itu cocok untuk text ini; karena tujuan Yohanes tidak lain dari membuat keuntungan / manfaat ini berlaku untuk seluruh Gereja. Jadi dalam kata ‘semua’ atau ‘seluruh’, ia tidak memasukkan orang-orang reprobate / orang yang ditentukan untuk binasa, tetapi menunjuk mereka yang percaya dan mereka yang pada saat itu tersebar di berbagai bagian dunia) - hal 173.

h)   Calvin: Georgius imagines himself to argue very cleverly, when he says, ‘Christ is the propitiation for the sins of the whole world. Therefore those who would exclude the reprobate from a participation in the benefits of Christ, must, of necessity, place them somewhere out of the world.’ - ... This great absurdity, by which our monk has procured for himself so much applause amongst his own fraternity, has no weight whatever with me. - John does indeed extend the benefits of the atonement of Christ, which was completed by his death, to all the elect of God, throughout what climes of the world soever they may be scattered. ... our present question is, not what the power or virtue of Christ is, nor what efficacy it has in itself; but, who those are, to whom He gives himself to be enjoyed. - Now if the possession of Christ stands in faith: and if faith flows from the Spirit of adoption: it follows, that he alone is numbered of God among his children, who is designed of God to be a partaker of Christ! (= Georgius mengkhayalkan / membayangkan dirinya sendiri berargumentasi dengan sangat pandai, pada waktu ia berkata bahwa ‘Kristus adalah pendamaian untuk dosa-dosa dari seluruh dunia. Karena itu mereka yang mau mengeluarkan orang-orang reprobate / orang-orang yang ditentukan untuk binasa dari suatu partisipasi dalam kebaikan / manfaat dari Kristus, harus menempatkan mereka di suatu tempat di luar dunia’. - ... Hal yang sangat menggelikan ini, dengan mana biarawan kami telah memperoleh untuk dirinya sendiri begitu banyak aplaus / tepuk tangan di antara kelompok persaudaraannya sendiri, tidak mempunyai bobot / pengaruh dengan / bagi saya. - Yohanes memang memperluas manfaat dari penebus Kristus, yang diselesaikan oleh kematianNya, kepada semua orang-orang pilihan Allah, di seluruh negara / daerah apapun di dunia dimana mereka tersebar. ... pertanyaan / persoalan kita sekarang ini, bukanlah apa kuasa atau kebaikan dari Kristus, juga bukan apa kemujaraban / keefisienan yang dipunyainya dalam dirinya sendiri; tetapi, siapa mereka bagi siapa Ia menyerahkan diriNya sendiri untuk dinikmati. - Sekarang jika milik dari Kristus berdiri dalam iman: dan jika iman mengalir dari Roh adopsi: akibatnya, bahwa hanya ia yang terhitung oleh Allah di antara anak-anakNya, yang dirancang oleh Allah untuk menjadi pengambil bagian dari Kristus!) - ‘A Treatise on The Eternal Predestination Of God’, hal 150 (Libronix).

i)    Roger Nicole: Calvin’s statement in response to Heshusius, dealing with the participation of unbelievers in the Lord’s Supper and quoted above, deserves special attention: ‘I should like to know how the wicked can eat the flesh of Christ which was not crucified for them, and how they can drink the blood which was not shed to expiate their sins.’ This appears to be a categorical denial of universal atonement. (= Pernyataan Calvin dalam tanggapannya kepada Heshusius, yang menangani partisipasi dari orang-orang yang tidak percaya dalam Perjamuan Kudus dan dikutip di atas, layak mendapatkan perhatian khusus: ‘Aku ingin tahu bagaimana orang-orang jahat bisa makan daging Kristus yang tidak disalibkan untuk mereka, dan bagaimana mereka bisa minum darah yang tidak dicurahkan untuk menebus dosa-dosa mereka’. Ini kelihatan sebagai suatu penyangkalan yang positif / pasti tentang Penebusan Universal) - Standing Forth: Collected Writings of Roger Nicole’, hal 303 (Libronix).

Catatan: Kutipannya diambil dari ‘Selected Works of John Calvin’, ‘Tracts and Letters’, vol 2, hal 527. Dalam software AGES juga ada tetapi dalam vol 2, hal 476.


VIII) Penerapan yang extrim dari doktrin Limited Atonement.


Di Amerika Serikat ada suatu kelompok yang, sekalipun menolak untuk disebut sebagai Calvinist, tetapi percaya 5 points Calvinisme, dan menerapkannya dengan cara yang extrim.
Saya tak tahu dengan pasti nama kelompok ini. Dalam web mereka ada sebutan ‘Heterodoxy’, ‘OUTSIDE THE CAMP’, dan tokohnya bernama Marc D. Carpenter. Saya pernah berdebat dengan kelompok ini, dan perdebatan saya dengan mereka bisa saudara baca dalam web. Dan apa yang saya berikan di sini merupakan ringkasan dari perdebatan mereka dengan saya.

Kelompok ini mempunyai suatu pandangan extrim, khususnya berhubungan dengan doktrin ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas).

Saya akan memberikan kata-kata dan argumentasi-argumentasi mereka yang sebagian saya kutip dan terjemahkan, tetapi sebagian besar hanya saya beri intinya atau terjemahannya secara bebas.

Mereka berkata: Allah berkata dalam Mark 16:16 bahwa mereka yang tidak percaya Injil belum lahir baru / tidak selamat (unregenerate). Dan mereka berkata bahwa dalam 1Kor 15:3 dikatakan bahwa injil mencakup kebenaran ‘bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci. Jadi, mereka yang tidak percaya kebenaran ‘bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci belum lahir baru / tidak selamat. Sekarang apa artinya ‘bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci? Ini berhubungan dengan kebenaran tentang penebusan yang menentukan hidup atau matinya seseorang.
Mark 16:15-16 - “(15) Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. (16) Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”.
1Kor 15:3 - “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,”.

Mereka berkata bahwa semua agama / sekte mempunyai versinya sendiri-sendiri tentang penebusan. Ini tidak berarti bahwa semua mereka percaya pada satu-satunya penebusan yang sejati / benar dari satu-satunya injil.
Pengakuan tentang kepercayaan seseorang pada suatu penebusan tidak berarti apapun kecuali kita mengetahui apa yang ia maksudkan dengan ‘penebusan’ itu. Tanyalah apa yang orang Islam maksudkan dengan penebusan, maka ia akan menjawab bahwa perbuatan baiknya menebus dosa-dosanya. Tanyalah seorang Arminian apa yang ia maksudkan dengan ‘penebusan’ dan ia akan berkata bahwa ‘yesus kristus’nya menebus dosa-dosa setiap orang tanpa kecuali, tetapi tetap ada orang-orang yang ditebus oleh ‘yesus’ dan pergi ke neraka. Sekalipun Islam tidak datang dalam nama kekristenan seperti Arminianisme, tetapi Arminianisme sebenarnya lebih dekat kepada Islam dan agama-agama lain di dunia, dari pada kepada kekristenan yang benar.

Mereka berkata:
“All of the false religions of the world, including religions that profess belief in a ‘jesus christ’ who is both human and divine who died for the sins of everyone without exception, propound a false gospel of salvation conditioned on the sinner in which the efforts of the sinner are what make the ultimate difference between salvation and damnation.” (= Semua agama-agama palsu dari dunia, termasuk agama-agama yang mengaku percaya kepada ‘yesus kristus’ yang adalah baik manusia maupun Allah yang mati untuk dosa-dosa dari setiap orang tanpa kecuali, mengemukakan suatu injil palsu tentang keselamatan yang disyaratkan kepada orang berdosa, dalam mana usaha-usaha dari orang berdosa adalah apa yang membuat perbedaan terakhir antara keselamatan dan penghukuman dalam neraka.) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Sekarang mereka akan menggambarkan penebusan yang sejati / benar dari Yesus Kristus, penebusan dari satu-satunya injil yang benar dari kekristenan yang benar, dan membandingkannya / mengkontraskannya dengan ‘penebusan palsu’ dari Arminianisme.

Mereka berkata:
“We will see that universal atonement is actually NO atonement at all and treats the true cross of Christ as nothing. We will then consider those who say they believe in Gospel Atonement but who believe that at least some universal atonement advocates are true Christians, showing that they, too, do not believe in Gospel Atonement.” [= Kita akan melihat bahwa Penebusan Universal sebetulnya bukan penebusan sama sekali, dan memperlakukan salib Kristus yang benar / sejati sebagai nihil (nothing). Lalu kita akan mempertimbangkan mereka yang mengatakan bahwa mereka yang percaya kepada Penebusan Injil tetapi yang percaya bahwa setidaknya sebagian dari pendukung-pendukung Penebusan Universal adalah orang-orang Kristen yang sejati, menunjukkan bahwa mereka juga tidak percaya kepada Penebusan Injil] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.
Catatan: kata-kata di bagian akhir kutipan ini menunjuk kepada para Calvinist yang percaya bahwa orang-orang Arminian bisa selamat. Orang-orang ini juga dianggap sebagai bukan orang percaya oleh mereka.

Mereka melanjutkan: ada dua konsep yang harus dimengerti dari permulaan / awal, yaitu ‘substitution’ (= penggantian) dan ‘imputation’ (= tindakan memperhitungkan).

Substitution menunjukkan suatu pertukaran tempat. Yesus Kristus mengambil tempat dari orang-orang berdosa tertentu. Yesus Kristus menderita demi orang-orang berdosa tertentu. Ia mewakili orang-orang berdosa tertentu. Ia menderita sebagai korban pengganti.
Yes 53:5 - “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”.
1Kor 5:7 - “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”.
Luk 22:19-20 - “(19) Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kataNya: ‘Inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.’ (20) Demikian juga dibuatNya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darahKu, yang ditumpahkan bagi kamu.”.
1Kor 11:24 - “dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: ‘Inilah tubuhKu, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!’”.
1Pet 2:21 - “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya.”.
Ro 8:32 - “Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”.
Tit 2:13-14 - “(13) dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, (14) yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik.”.
Ibr 9:26 - “Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diriNya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korbanNya.”.
1Pet 3:18 - “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,”.
Ef 5:2 - “dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diriNya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”.
Gal 2:20 - “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.”.
Ef 5:25 - “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya.
Yoh 10:11,15 - “(11) Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; ... (15) sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawaKu bagi domba-dombaKu.”.
Ibr 2:9 - “Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.”.
2Kor 5:14 - “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.”.
Ro 5:17-19 - “(17) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. (18) Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. (19) Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua (banyak) orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua (banyak) orang menjadi orang benar.”.

Imputation menunjukkan suatu pembebanan yang bersifat hukum kepada tanggungan seseorang. Semua dosa-dosa dari orang-orang berdosa tertentu, dengan semua kesalahan dan hukumannya, dibebankan kepada Yesus Kristus.
2Kor 5:21 - Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”.
Gal 3:13 - “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’”.
Ibr 9:28 - “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”.
1Pet 2:24 - Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh.”.
Yes 53:4-12 - “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.”.

Mereka berkata:
“We will see how this universal atonement rips out the very heart of the gospel.” (= Kita akan melihat bagaimana Penebusan Universal ini merobek inti dari injil.) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Dalam ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas), maka Yesus Kristus mati hanya untuk orang-orang pilihan, dan dosa-dosa mereka diperhitungkan kepadaNya, dan Ia mati untuk itu. Akibatnya semua mereka memang diampuni dan diselamatkan.

Tetapi dalam ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal), Yesus Kristus mati untuk semua orang tanpa kecuali, tetapi tetap banyak dari orang-orang itu yang tetap masuk ne neraka.

Ini oleh orang-orang extrim ini dianggap sebagai menunjukkan bahwa penebusan yang Yesus lakukan itu tidak ada artinya sama sekali!

Penebusan yang sebenarnya mencapai / mengerjakan secara penuh dan sempurna ‘remission’ (= pengampunan) yang lengkap, mutlak dan sepenuhnya, dari semua dosa-dosa dari semua orang untuk siapa Yesus telah mati.
‘To remit’ berarti ‘to cancel’ (= membatalkan), ‘to forgive’ (= mengampuni), ‘to take out of the way’ (= membuang dari jalan / menyingkirkan).
Yoh 1:29 - “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ‘Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”.
1Yoh 3:5 - “Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.”.
Mat 26:28 - “Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.”.
Ibr 1:3 - “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,”.
Dan 9:24 - “Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.”.
1Yoh 3:8 - “barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diriNya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.”.
Ibr 2:14 - “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;”.
Ibr 9:26 - “Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diriNya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korbanNya.”.
Wah 1:5 - “dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya-”.
Kol 2:13-14 - “(13) Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, (14) dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib:”.
1Yoh 1:7 - “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”.
Ef 1:7 - “Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya,”.
Kol 1:14 - “di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”.
Ibr 9:22 - “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”.
Ibr 10:18 - “Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.”.
2Kor 5:19 - “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.”.
Yes 53:5 - “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”.
1Pet 2:24 - “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh.”.

Lalu mereka mengatakan: Bagaimana dengan ‘kristus’ dari Penebusan Universal? ‘Kristus’ dari Penebusan Universal telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali. Apakah kematian ini sungguh-sungguh mengerjakan / mencapai ‘remission’ (= pengampunan), ‘cancellation’ (= pembatalan), ‘pardon’ (= pengampunan), ‘the putting away’ (= penyingkiran) dari dosa setiap orang tanpa kecuali? Tidak sama sekali. Ada orang-orang yang ada di neraka untuk siapa ‘kristus’ ini telah mati, untuk siapa ‘kristus’ ini menebus, yang dosa-dosanya dianggap telah diambil / disingkirkan, diampuni, dan dibayar.

Mereka berkata:
“Universal atonement advocates use John 1:29 to try to prove that their ‘christ’ took away the sins of everyone without exception. Yet they also say that there are some who are burning in hell. Were the sins of those who are burning in hell taken away by the blood of their ‘christ’? If so, why are they burning in hell? It is because their ‘christ’ actually accomplished NOTHING on the cross. There are people burning in hell for sins that were not pardoned or taken away. Their god is a liar when he says that this ‘christ’ took away the sins of everyone without exception. The blood of their ‘christ’ is of no effect in and of itself. And they blaspheme the true Jesus Christ by using His Name in their damnable heresy, claiming that the true Jesus Christ of the Bible paid the sin debt for everyone without exception. They hate the true God and the true gospel. They are unregenerate.” (= Para pendukung dari Penebusan Universal menggunakan Yoh 1:29 untuk membuktikan bahwa ‘kristus’ mereka mengangkut dosa-dosa dari setiap orang tanpa kecuali. Tetapi mereka juga mengatakan bahwa di sana ada sebagian yang sedang terbakar di dalam neraka. Apakah dosa-dosa dari mereka yang sedang terbakar di dalam neraka diangkut oleh darah dari ‘kristus’ mereka? Jika demikian, mengapa mereka terbakar di dalam neraka? Itu adalah karena ‘kristus’ mereka sebetulnya tidak mengerjakan / mencapai apapun di salib. Ada orang-orang yang sedang terbakar di neraka untuk dosa-dosa yang tidak diampuni atau diangkut / disingkirkan. Allah mereka adalah seorang pendusta pada waktu ia mengatakan bahwa ‘kristus’ ini mengangkut dosa-dosa dari setiap orang tanpa kecuali. Darah dari ‘kristus’ mereka tidak mempunyai akibat / hasil / pengaruh di dalam dan dari  dirinya sendiri. Dan mereka menghujat Yesus Kristus yang benar dengan menggunakan NamaNya dalam kesesatan terkutuk mereka, dengan mengclaim bahwa Yesus Kristus yang sejati dari Alkitab membayar hutang dosa dari setiap orang tanpa kecuali. Mereka membenci Allah yang benar / sejati dan injil yang benar / sejati. Mereka belum lahir baru / tidak selamat (unregenerate)] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Penebusan (yang seharusnya) mengerjakan dengan penuh dan dengan sempurna penebusan yang lengkap, mutlak dan sepenuhnya dari semua orang untuk siapa Kristus telah mati.
Menebus berarti membeli, membayar harga tebusan untuk suatu milik sehingga menyelamatkan atau membebaskan milik itu.
1Kor 6:20 - “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”.
1Pet 1:18-19 - “(18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, (19) melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”.
Kis 20:28 - “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperolehNya dengan darah AnakNya sendiri.”.
Ro 5:9 - “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.”.
Ro 3:24 - “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”.
Wah 5:9 - “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: ‘Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”.
Mat 1:21 - “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.’”.
Ibr 2:15 - “dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”.
1Tes 1:10 - “dan untuk menantikan kedatangan AnakNya dari sorga, yang telah dibangkitkanNya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.”.
1Tim 2:6 - “yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.”.
Gal 1:4 - “yang telah menyerahkan diriNya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.”.
Tit 2:14 - “yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik.”.
Gal 3:13 - Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’”.
Gal 4:5 - Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak”.
Mat 20:28 - “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.’”.
Mark 10:45 - “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.’”.
Ef 1:7 - “Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya,”.
Kol 1:14 - di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”.

Bagaimana ‘kristus’ dari Penebusan Universal? ‘Kristus’ dari Penebusan Universal telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali. Apakah kematian ini sungguh-sungguh menghasilkan penebusan, pembelian, pembebasan dari setiap orang tanpa kecuali? Tidak. Ada orang-orang yang sedang terbakar di dalam neraka untuk siapa ‘kristus’ telah mati, yang dianggap telah dibeli, ditebus, oleh darah dari ‘kristus’ ini.
Para pendukung dari Penebusan Universal menggunakan 1Tim 2:6 untuk membuktikan bahwa ‘kristus’ mereka menyerahkan diriNya sendiri sebagai suatu tebusan untuk setiap orang tanpa kecuali, tetapi mereka juga mengatakan bahwa ada sebagian dari orang-orang itu yang terbakar di dalam neraka.
Apakah ‘kristus’ ini menyerahkan diriNya sendiri sebagai suatu tebusan, membeli dengan darahNya, membayar harga dari mereka yang sedang terbakar di dalam neraka? Jika demikian, mengapa mereka terbakar di dalam neraka? Itu adalah karena ‘kristus’ mereka sesungguhnya tidak mengerjakan / mencapai apapun di salib.

Penebusan yang sebenarnya secara penuh dan sempurna mencapai / mengerjakan propitiation dan reconciliation untuk semua orang untuk siapa Kristus telah mati.
·         ‘To propitiate’ berarti ‘to appease’ (= menenangkan, meredakan, memenuhi tuntutan), ‘to pacify’ (= menenangkan, menenteramkan), ‘to assuage’ (= meredakan, menenangkan).
·         ‘To reconcile’ berarti ‘to bring back into fellowship with’ (= membawa kembali pada persekutuan dengan), ‘to make peace with’ (= membuat damai dengan).

Murka Allah sepenuhnya ditenangkan / diredakan pada waktu Yesus Kristus menjadi dosa untuk umatNya dan menderita hukuman yang adil untuk dosa itu. Darah Kristus membuat damai antara Allah dan semua orang untuk siapa Kristus telah mati.
2Kor 5:18-19 - “(18) Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diriNya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (19) Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.”.
1Yoh 4:10 - “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”.
Ro 3:25 - Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.”.
1Yoh 2:2 - “Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.”.
Ibr 2:17 - “Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudaraNya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.”.
1Pet 3:18 - “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,”.
Ef 2:14-17 - “(14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, (15) sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, (16) dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. (17) Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’,”.
Ro 5:10-11 - “(10) Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidupNya! (11) Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.”.
Kol 1:20-22 - “(20) dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. (21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, (22) sekarang diperdamaikanNya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya.”.
Yes 53:5-12 - “(5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.”.

Lalu mereka berkata: bagaimana dengan ‘kristus’ dari Penebusan Universal? ‘Kristus’ dari Penebusan Universal telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali. Apakah kematian ‘kristus’ ini sungguh-sungguh mengerjakan / mencapai pendamaian antara Allah dan setiap orang tanpa kecuali? Sama sekali tidak. Ada orang-orang di neraka untuk siapa ‘kristus’ ini telah mati, untuk siapa ‘kristus’ ini menebus orang-orang yang dianggap ‘diperdamaikan’ dengan Allah oleh darah dari ‘kristus’ ini, untuk siapa Allah dianggap ‘ditenangkan’, ‘diredakan’, ‘dipenuhi tuntutan’Nya.
Apakah ‘kristus’ ini menenangkan murka Allah bagi mereka yang sedang terbakar di neraka? Apakah darah dari ‘kristus’ ini membuat damai antara Allah dan mereka yang terbakar di neraka? Apakah ‘kristus’ ini memperdamaikan dengan Allah mereka yang sedang terbakar di neraka? Jika ya, mengapa mereka terbakar di neraka?

Mereka lalu berkata:
“Universal atonement advocates use 2 Corinthians 5:19 and 1 John 2:2 to try to prove that their ‘christ’ was reconciling everyone without exception to God and that their ‘christ’ was a propitiation for everyone without exception. Yet they also say that there are some who are burning in hell. Did this ‘christ’ appease the wrath of God for those who are burning in hell? Did the blood of this ‘christ’ make peace between God and those who are burning in hell? Did this ‘christ’ reconcile to God those who are burning in hell? If so, why are they burning in hell? It is because their ‘christ’ actually accomplished NOTHING on the cross.” (= Para pendukung Penebusan Universal menggunakan 2Kor 5:19 dan 1Yoh 2:2 untuk membuktikan bahwa ‘kristus’ mereka memperdamaikan setiap orang tanpa kecuali dengan Allah dan bahwa ‘kristus’ mereka merupakan suatu penebusan untuk setiap orang tanpa kecuali. Tetapi mereka juga mengatakan bahwa ada orang-orang sedang terbakar di neraka. Apakah ‘kristus’ ini menenangkan murka Allah bagi mereka yang sedang terbakar di neraka? Apakah darah dari ‘kristus’ ini membuat damai antara Allah dengan mereka yang sedang terbakar di neraka? Apakah ‘kristus’ ini memperdamaikan dengan Allah mereka yang sedang terbakar di neraka? Jika demikian, mengapa mereka sedang terbakar di neraka? Itu disebabkan karena ‘kristus’ mereka sesungguhnya tidak mengerjakan / mencapai apapun di salib) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Dan mereka berkata:
“At the end of Jesus Christ’s suffering on the cross, He said, ‘It is finished’ (John 19:30). Jesus Christ had finished the work He came to do. All the sins of all His people were imputed to Him, and He suffered as a substitute and representative for His people. His suffering unto death actually accomplished full pardon, redemption, propitiation, and reconciliation for every single person whom He represented on the cross. Christ’s atoning death was absolutely, totally effectual. This, THE Atonement, is the very heart of the gospel. If there is not THIS Atonement, The One True Atonement, there is no gospel. If there were only one person for whom Christ died who ended up in hell, the entire gospel would be meaningless, and the blood of Christ would be of no effect.” [= Pada akhir dari penderitaan Yesus Kristus di salib, Ia berkata, ‘Sudah selesai’ (Yoh 19:30). Yesus Kristus telah menyelesaikan pekerjaan untuk mana Ia datang. Semua dosa-dosa dari semua umatNya diperhitungkan kepadaNya, dan Ia menderita sebagai seorang pengganti dan wakil dari umatNya. PenderitaanNya sampai kematian sungguh-sungguh mengerjakan / mencapai pengampunan, penebusan, peredaan / penenangan, dan pendamaian penuh untuk setiap orang yang Ia wakili di salib. Kematian yang menebus dari Kristus adalah efektif secara mutlak dan total. Ini, Penebusan, adalah inti dari injil. Jika di sana tidak ada Penebusan ini, satu-satunya Penebusan yang sejati, di sana tidak ada injil. Seandainya ada satu saja orang untuk siapa Kristus telah mati yang berakhir di neraka, seluruh injil akan menjadi tidak berarti, dan darah Kristus akan tidak ada hasil / pengaruhnya] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Mereka lalu berkata:
“Consider the passage that was quoted in the first paragraph of this article. Do universal atonement advocates believe ‘that Christ died for our sins, according to the Scriptures’ (1 Corinthians 15:3)? Not even close. Far from it. Their ‘christ’ died for everyone without exception, not to accomplish salvation but merely to make salvation possible if the sinner would only do his part. This is not the atonement of the gospel. This is blasphemy. Those who believe that Jesus Christ died for those who are burning in hell spit in the face of Christ, trample underfoot the blood of Christ, and treat the blood of Christ as nothing. They do not believe that the blood of Christ was effectual to accomplish anything in and of itself.” [= Pertimbangkan text yang dikutip dalam paragraf pertama dari artikel ini. Apakah para pendukung Penebusan Universal percaya ‘bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci’ (1Kor 15:3)? Dekatpun tidak. Jauh dari itu. ‘Kristus’ mereka telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali, bukan untuk mengerjakan / mencapai keselamatan, tetapi semata-mata untuk membuat keselamatan itu memungkinkan jika saja orang berdosa itu mau melakukan bagiannya. Ini bukanlah penebusan dari injil. Ini adalah penghujatan. Mereka yang percaya bahwa Yesus Kristus telah mati untuk mereka yang sedang terbakar di neraka meludahi wajah Kristus, menginjak-injak darah Kristus, dan memperlakukan darah Kristus sebagai nihil (nothing). Mereka tidak percaya bahwa darah Kristus efektif untuk mengerjakan / mencapai apapun dalam dan dari dirinya sendiri.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Mereka melanjutkan:
“The motto of every Christian is this: ‘But may it never be for me to boast, except in the cross of our Lord Jesus Christ, through whom the world has been crucified to me, and I to the world’ (Galatians 6:14). Whoever walks by this rule, this canon, this doctrine, is the one who has peace and mercy on him and is a person to whom all true Christians will speak peace; whoever boasts in anything else does not have peace and mercy on him and is a person to whom all true Christians will not speak peace (Galatians 6:16-17). Whatever one believes makes the difference between salvation and damnation is what one boasts and glories in. The one who believes that it is the work of Jesus Christ alone that makes the only difference between salvation and damnation boasts and glories in the cross of our Lord Jesus Christ and does not boast or glory in self. What of those who believe that Jesus Christ died for everyone without exception? They do not believe that it is the work of Jesus Christ alone that makes the difference between salvation and damnation; instead, they believe that it is the effort of the sinner that makes the ultimate difference between salvation and damnation. They do not boast or glory in the cross of Christ; they boast and glory in themselves. They might say they ‘give all glory to God’ and that it is ‘the cross that makes the difference’ and that it is ‘nothing but the blood of Jesus,’ but if they believe that Jesus Christ died for people who are burning in hell, then they DO NOT believe that it is the work of Christ alone that makes the difference between salvation and damnation. They DO NOT believe that the work of Christ was effectual to secure and ensure the salvation of everyone for whom Christ died. They DO NOT believe the very heart of the gospel. They are unregenerate boasters in self. [= Motto dari setiap orang Kristen adalah ini: ‘Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.’ (Gal 6:14). Siapapun yang berjalan dengan peraturan ini, kanon ini, doktrin ini, adalah orang yang mempunyai damai dan belas kasihan padanya, dan adalah seseorang kepada siapa semua orang-orang Kristen yang sejati akan mengucapkan damai; siapapun membanggakan dalam apapun yang lain tidak mempunyai damai dan belas kasihan padanya, dan adalah seseorang kepada siapa semua orang-orang Kristen yang sejati tidak akan mengucapkan damai (Gal 6:16-17). Apapun yang dipercaya orang membuat perbedaan antara keselamatan dan penghukuman di neraka, merupakan apa yang orang itu banggakan dan dalam mana ia bermegah. Orang yang percaya bahwa adalah pekerjaan / karya dari Yesus Kristus saja yang membuat satu-satunya perbedaan antara keselamatan dan penghukuman di neraka, bangga dan bermegah dalam salib dari Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak bangga atau bermegah dalam dirinya sendiri. Bagaimana tentang mereka yang percaya bahwa Yesus Kristus mati untuk setiap orang tanpa kecuali? Mereka tidak percaya bahwa adalah pekerjaan / karya dari Yesus Kristus saja yang membuat perbedaan antara keselamatan dan penghukuman dalam neraka; alih-alih, mereka percaya bahwa adalah usaha dari orang berdosa yang membuat perbedaan akhir antara keselamatan dan penghukuman akhir di neraka. Mereka tidak bangga atau bermegah dalam salib Kristus; mereka bangga dan bermegah dalam diri mereka sendiri. Mereka bisa mengatakan mereka ‘memberikan semua kemuliaan bagi Allah’ dan bahwa adalah ‘salib yang membuat perbedaan’ dan bahwa ‘bukanlah hal lain apapun kecuali darah Yesus’, tetapi jika mereka percaya bahwa Yesus Kristus telah mati untuk orang-orang yang sedang terbakar di neraka, maka mereka TIDAK percaya bahwa adalah pekerjaan / karya Kristus saja yang membuat perbedaan antara keselamatan dan penghukuman dalam neraka. Mereka TIDAK percaya bahwa pekerjaan / karya Kristus adalah efektif untuk menjamin dan memastikan keselamatan dari setiap orang untuk siapa Kristus telah mati. Mereka TIDAK percaya inti dari injil. Mereka adalah pembangga-pembangga dalam diri sendiri, yang belum lahir baru / belum diselamatkan.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Gal 6:14,16-17 - “(14) Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. ... (16) Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. (17) Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.”.
Catatan: ay 16 yang saya garis-bawahi menunjukkan bahwa Paulus mengucapkan damai hanya kepada orang-orang percaya.

Kalau sampai titik ini mereka sudah membahas tentang orang-orang Arminian, dan memvonis orang-orang itu sebagai ‘unregenerate’ (= belum lahir baru / belum selamat), maka sekarang mereka mulai membahas tentang para Calvinist yang percaya bahwa orang-orang Arminian adalah saudara-saudara seiman mereka, bisa selamat, dan sebagainya. Mereka menyebut para Calvinist yang seperti ini dengan singkatan TC [= Tolerant Calvinist (= Calvinist yang toleran)].

Mereka berkata:
“Let us assume that TC believes that all regenerate people believe the gospel. ... Consider: (1) TC believes that some who believe universal atonement are saved. (2) TC believes that all saved people believe the gospel. Thus, (3) TC believes that some who believe universal atonement believe the gospel. What does this show about TC’s belief about the gospel? Since TC believes a person can believe the gospel and believe universal atonement at the same time, then he must believe that the gospel does not include the efficacious atonement of Jesus Christ. TC has just denied the very heart of the gospel.” [= Biarlah kami / kita anggap bahwa TC percaya bahwa semua orang yang sudah lahir baru / selamat percaya injil. ... Pertimbangkan: (1) TC percaya bahwa sebagian / beberapa dari orang yang mempercayai Penebusan Universal diselamatkan. (2) TC percaya bahwa semua orang-orang yang diselamatkan percaya injil. Jadi, (3) TC percaya bahwa sebagian / beberapa dari orang-orang yang percaya Penebusan Universal percaya injil. Apa yang ditunjukkan hal ini tentang kepercayaan TC tentang injil? Karena TC percaya seseorang bisa percaya injil dan percaya Penebusan Universal pada saat yang sama, maka ia harus percaya bahwa injil tidak mencakup penebusan yang efektif dari Yesus Kristus. TC baru saja telah menyangkal inti dari injil.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Mereka melanjutkan:
“What does this now say about what TC thinks about the gospel? TC believes that the gospel is made up of certain doctrines. TC also believes that some who believe that Christ’s death did not actually accomplish pardon, redemption, propitiation, and reconciliation believe the gospel. Thus, TC does NOT believe that the gospel includes the doctrine that Christ’s death actually accomplished pardon, redemption, propitiation, and reconciliation. TC does NOT believe that the gospel includes the doctrine that Christ’s blood actually atoned. TC denies that The Atonement is part of the gospel. And in doing so, TC denies the very gospel itself. TC shows that he has no idea what the gospel is. He shows that he is just as unregenerate as the universal atonement advocate is.” (= Apa yang sekarang dikatakan oleh hal ini tentang apa yang TC pikirkan tentang injil? TC percaya bahwa injil dibuat / disusun dari doktrin-doktrin tertentu. TC juga percaya bahwa sebagian / beberapa orang yang percaya bahwa kematian Kristus tidak sungguh-sungguh mengerjakan / mencapai pengampunan, penebusan, peredaan / penenangan / pemenuhan tuntutan, dan pendamaian, percaya injil. Maka, TC tidak percaya bahwa injil mencakup doktrin bahwa kematian Kristus sungguh-sungguh mengerjakan pengampunan, penebusan, penenangan / pemenuhan tuntutan, dan pendamaian. TC tidak percaya bahwa injil mencakup doktrin bahwa darah Kristus sungguh-sungguh menebus. TC menyangkal bahwa Penebusan adalah bagian dari injil. Dan dengan melakukan seperti itu, TC menyangkal injil itu sendiri. TC menunjukkan bahwa ia tidak mempunyai gagasan / tidak mengerti apa injil itu. Ia menunjukkan bahwa ia sama unregenerate / belum lahir baru / belum selamatnya seperti para pendukung Penebusan Universal) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Sekarang mereka memberikan kesimpulan / kata-kata akhir:

“Finally, consider the following logic: (1) All who believe a false gospel of salvation conditioned on the sinner are unregenerate. (2) Universal atonement is a false gospel of salvation conditioned on the sinner. Thus, (3) all who believe universal atonement are unregenerate.” [= Akhirnya, pertimbangkan logika berikut ini: (1) Semua orang yang percaya injil keselamatan yang palsu yang disyaratkan / tergantung pada orang berdosa adalah orang yang unregenerate / belum lahir baru / belum selamat. (2) Penebusan Universal adalah suatu injil keselamatan yang palsu yang disyaratkan / tergantung pada orang berdosa. Maka, (3) semua orang yang percaya Penebusan Universal adalah unregenerate / belum lahir baru / belum selamat.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.
“TC and every person who would consider at least some universal atonement advocates to be regenerate MUST disagree with #3. And the only way people can disagree with #3 is if they disagree with at least one of the first two statements. Consider those who disagree with #1. These are people who believe that at least some who believe a false gospel of salvation conditioned on the sinner are regenerate. Can a true Christian disagree with #1? Of course not. Consider those who disagree with #2. These are people who believe that universal atonement is not a false gospel of salvation conditioned on the sinner. Can a true Christian disagree with #2? Of course not. Thus, all who disagree with #3 (all who consider at least some universal atonement advocates to be saved) are unregenerate.” [= TC dan setiap orang yang menganggap bahwa setidaknya / sedikitnya sebagian dari pendukung-pendukung Penebusan Universal sebagai telah lahir baru / selamat HARUS tidak setuju dengan # 3. Dan satu-satunya jalan orang-orang bisa tidak setuju dengan # 3 adalah jika mereka tidak setuju dengan sedikitnya satu dari dua pernyataan pertama. Pertimbangkan mereka yang tidak setuju dengan # 1. Ini adalah orang-orang yang percaya bahwa setidaknya / sedikitnya sebagian / beberapa dari orang-orang yang percaya injil keselamatan yang palsu yang disyaratkan / tergantung pada orang berdosa adalah orang yang sudah lahir baru / sudah selamat. Bisakah seorang Kristen yang sejati tidak setuju dengan # 1? Tentu saja tidak. Pertimbangkan mereka yang tidak setuju dengan # 2. Ini adalah orang-orang yang percaya bahwa Penebusan Universal bukanlah injil keselamatan yang palsu yang disyaratkan / tergantung pada orang berdosa. Bisakah seorang Kristen yang sejati tidak setuju dengan # 2? Tentu saja tidak. Maka, semua yang tidak setuju dengan # 3 (semua orang yang menganggap bahwa setidaknya / sedikitnya sebagian / beberapa dari para pendukung Penebusan Universal diselamatkan) adalah orang-orang yang unregenerate / belum lahir baru / tidak selamat.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

“It is no wonder that God says that anyone who speaks peace to a person who brings a false gospel is unregenerate (2 John 11).” [= Tidak heran bahwa Allah mengatakan bahwa siapapun yang mengucapkan damai kepada seorang yang membawa injil palsu adalah unregenerate / belum lahir baru / tidak selamat (2Yoh 11).] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.
2Yoh 10-11 - “(10) Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. (11) Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.”.

“Those who say that Jesus Christ died for everyone without exception deny that the death of Christ actually pardoned, redeemed, propitiated, and reconciled. They deny that Christ’s blood actually atoned. They deny that it is the work of Christ alone that makes the difference between salvation and damnation. They deny the very heart of the gospel. They boast and glory in themselves. They are God-haters. And those who speak peace to these God-haters, who call them brothers and sisters in Christ, who say that the universal atonement advocates believe the same gospel they do, show that they, too, deny the true gospel. They deny that the atoning, pardoning, redeeming, propitiating, reconciling blood of Christ is an essential part of the gospel. They, too, do not believe the gospel. They, too, are boasters who glory in the sinner. They, too, are God-haters.” (= Mereka yang mengatakan bahwa Yesus Kristus telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali menyangkal bahwa kematian Kristus sungguh-sungguh mengampuni, menebus, meredakan / memenuhi tuntutan, dan diperdamaikan. Mereka menyangkal bahwa darah Kristus sungguh-sungguh menebus. Mereka menyangkal bahwa adalah pekerjaan Kristus saja yang membuat perbedaan antara keselamatan dan penghukuman dalam neraka. Mereka menyangkal inti dari injil. Mereka membanggakan dan bermegah dalam diri mereka sendiri. Mereka adalah pembenci-pembenci Allah. Dan mereka yang mengucapkan damai kepada para pembenci Allah ini, yang menyebut mereka saudara-saudara dan saudari-saudari dalam Kristus, yang mengatakan bahwa para pendukung Penebusan Universal percaya kepada injil yang sama dengan yang mereka percayai, menunjukkan bahwa mereka juga menyangkal injil yang sejati. Mereka menyangkal bahwa darah Kristus yang menebus, mengampuni, meredakan / memenuhi tunutan, mendamaikan merupakan suatu bagian yang hakiki dari injil. Mereka, juga, tidak percaya kepada injil. Mereka, juga, adalah pembangga-pembangga yang bermegah dalam orang berdosa. Mereka, juga, adalah pembenci-pembenci Allah) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

THE Atonement whereby Jesus Christ, the God-man mediator, as a representative and substitute for His people, in His bloody death on the cross, accomplished full pardon, full redemption, full propitiation, and full reconciliation for everyone whom He represented, is the very essence, the very heart, the very core, the very foundation, the very cornerstone, the very crux of the gospel. One cannot deny The Atonement by believing in universal atonement and still believe the true gospel. All who deny The Atonement, including all who believe that Jesus Christ died for everyone without exception, are not true Christians. One cannot deny that The Atonement is an essential gospel doctrine by believing that some universal atonement advocates are saved and still believe the gospel. All who deny that The Atonement is an essential gospel doctrine, including all who speak peace to universal atonement advocates, are not true Christians. The cross of Christ is what Christianity is all about. If there is no Atonement, there is no Christianity.” (= Penebusan dengan mana Yesus Kristus, pengantara yang adalah manusia-Allah, sebagai seorang wakil dan pengganti untuk umatNya, dalam kematianNya yang berdarah di salib, mengerjakan / mencapai pengampunan penuh, penebusan penuh, penenangan / pemenuhan tuntutan penuh, dan pendamaian penuh untuk setiap orang yang Ia wakili, adalah hakekat, inti, bagian tengah, dasar / fondasi, batu penjuru, hal yang terpenting dari injil. Seseorang tidak bisa menyangkal Penebusan dengan percaya pada Penebusan Universal, dan tetap percaya injil yang sejati / benar. Semua orang yang menyangkal Penebusan, termasuk semua orang yang percaya bahwa Yesus Kristus telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali, bukanlah orang-orang Kristen yang sejati. Seseorang tidak bisa menyangkal bahwa Penebusan merupakan suatu doktrin injil yang hakiki dengan percaya bahwa sebagian / beberapa dari pendukung-pendukung Penebusan Universal diselamatkan, dan tetap percaya injil. Semua orang yang menyangkal bahwa Penebusan merupakan suatu doktrin injil yang hakiki, termasuk semua orang yang mengucapkan damai kepada para pendukung Penebusan Universal, bukanlah orang-orang Kristen yang sejati. Salib Kristus adalah semua tentang Kekristenan. Jika di sana tidak ada Penebusan, di sana tidak ada Kekristenan.) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.



Sekarang, dimana kesalahan mereka sehingga bisa menyimpulkan seperti itu?

1)   Saya berpendapat kesalahan pertama mereka adalah dalam penafsiran mereka tentang 1Kor 15:3. Mereka kelihatannya sengaja memotong ayat itu dari kontextnya, dan karena itu di sini saya berikan 1Kor 15:3-4, untuk membuat semuanya menjadi lebih jelas.

1Kor 15:1-4 - “(1) Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. (2) Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu - kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. (3) Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, (4) bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;”.

Apa artinya kata-kata ‘Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci’?

Apa yang ‘sesuai dengan Kitab Suci’ menurut ayat ini? Apakah seperti yang mereka jelaskan bahwa seluruh arti dari kematian Kristus, mencakup ‘substitution’ (penggantian), ‘imputation’ (pemerhitungan), ‘reconciliation’ (pendamaian), ‘propitiation’ (peredaan / pemenuhan tuntutan), ‘cancellation’ (= pembatalan) dsb???

Menurut saya tidak. Yang dimaksudkan oleh ayat ini ‘sesuai dengan Kitab Suci’ hanyalah fakta kematian Kristus. Dan ini jelas merupakan artinya, karena kalau kita bandingkan dengan ay 4, dimana kata-kata ‘sesuai dengan Kitab Suci’ muncul lagi. Lalu apa arti kata-kata itu dalam ay 4? Jelas bahwa hanya menunjukkan bahwa fakta tentang penguburan Yesus dan juga  fakta tentang kebangkitanNya pada hari yang ketiga, itu yang sesuai dengan Kitab Suci.

Di sini saya menambahkan beberapa penafsiran tentang text ini, yang tak ada dalam debat kami.

Charles Hodge (tentang 1Kor 15:3): “‘According to the Scriptures,’ i.e. the fact that the Messiah was to die as a propitiation for sin had been revealed in the Old Testament. (= ‘Sesuai dengan Kitab Suci’, yaitu fakta bahwa sang Mesias harus mati sebagai suatu peredaan / pemenuhan tuntutan untuk dosa telah dinyatakan dalam Perjanjian Lama).
Catatan: Saya tak setuju dengan Hodge.

Calvin (tentang 1Kor 15:3): “‘That Christ died, etc.’ See now more clearly whence he received it, for he quotes the Scriptures in proof. In the first place, he makes mention of the death of Christ, nay also of his burial, that we may infer, that, as he was like us in these things, he is so also in his resurrection. ... Now there are many passages of Scripture in which Christ’s death and resurrection are predicted, but nowhere more plainly than in Isaiah 53, in Daniel 9:26, and in Psalm 22. (= ‘Bahwa Kristus telah mati, dst.’ Sekarang lihat dengan lebih jelas dari mana ia menerimanya, karena ia mengutip Kitab Suci sebagai bukti. Pertama, ia menyebutkan tentang kematian Kristus, bahkan juga tentang penguburanNya, supaya kita bisa menyimpulkan, bahwa sebagaimana Ia adalah seperti kita dalam hal-hal ini, Ia juga seperti kita dalam kebangkitanNya. ... Ada banyak text-text dari Kitab Suci dalam mana kematian dan kebangkitan Kristus diramalkan, tetapi tidak ada yang dengan lebih jelas dari pada dalam Yes 53, dalam Dan 9:26, dan dalam Maz 22.).

Dari kata-kata Calvin ini jelas bahwa ia juga berpandangan bahwa yang sesuai dengan Kitab Suci adalah fakta tentang kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus!

Mereka menjawab:

Can a true Christian be ignorant of imputation, Budi? Take a look at Romans 4 for the answer (what is imputed in Romans 4?). One verse that proves that a true Christian cannot be ignorant of the righteousness of God imputed is Romans 10:1-4. By the way, the Mormons believe that ‘Christ died for our sins.’ Is that good enough for you? Or, must the Mormons also adhere to other doctrines regarding the Person and Work of Christ as you understand them? [= Bisakah seorang Kristen yang sejati tidak tahu tentang imputation / pemerhitungan, Budi? Lihatlah pada Roma 4 untuk jawabannya (apa yang diperhitungkan dalam Roma 4?). Satu ayat yang membuktikan bahwa seorang kristen yang sejati tidak bisa tidak tahu tentang kebenaran dari Allah yang diperhitungkan adalah Roma 10:1-4. Omong-omong, orang Mormon percaya bahwa ‘Kristus mati untuk dosa-dosa kita’. Apakah itu cukup baik bagimu? Atau haruskah orang-orang Mormon juga menganut  / mengikuti doktrin-doktrin lain berkenaan dengan Pribadi dan Pekerjaan dari Kristus sebagaimana kamu mengertinya?].

Ro 4:1-25 - “(1) Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? (2) Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. (3) Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? ‘Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.’ (4) Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. (5) Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. (6) Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: (7) ‘Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; (8) berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.’ (9) Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran. (10) Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya. (11) Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka, (12) dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat. (13) Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. (14) Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu. (14) Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran. (15) Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, - (16) seperti ada tertulis: ‘Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa’ - di hadapan Allah yang kepadaNya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firmanNya apa yang tidak ada menjadi ada. (17) Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: ‘Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.’ (18) Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. (19) Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, (20) dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. (21) Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. (22) Kata-kata ini, yaitu ‘hal ini diperhitungkan kepadanya,’ tidak ditulis untuk Abraham saja, (23) tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, (24) yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.”.

Ro 10:1-4 - “(1) Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. (2) Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. (3) Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. (4) Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.”.
Catatan: Kata ‘kegenapan’ dalam ay 4 diterjemahkan ‘the end’ (= tujuan) oleh KJV/RSV/NIV/NASB.

Saya jawab balik:
Saya percaya apa yang kamu katakan, tetapi yang saya pertanyakan adalah: apakah injil itu memang harus mencakup semua kebenaran itu?

Saya lalu bertanya: menurut kamu, kapan kamu diselamatkan? Pada waktu kamu percaya Kristus, atau pada waktu kamu mengerti dan percaya 5 points Calvinisme? Kalau kamu menganggap bahwa seseorang diselamatkan pada waktu mengerti dan percaya 5 points Calvinisme, maka coba pikir tentang orang-orang ini:
a)   Zakheus. Ia memang selamat (Luk 19:1-10), tetapi apakah ia percaya 5 points Calvinisme pada saat itu? Jika ya, kapan dan dari siapa ia mempelajari hal itu? Siapa yang mengajar dia hal itu?
b)   Penjahat yang bertobat di sisi Yesus. Pasti ia selamat pada saat itu, tetapi apakah ia mengerti dan percaya 5 points Calvinisme pada saat itu?
c)   Perempuan Samaria dalam Yoh 4. Apakah ia mengerti dan percaya 5 points Calvinisme pada saat itu?
Dari contoh-contoh ini saya menyimpulkan bahwa adalah mungkin seseorang sudah selamat tanpa mengerti dan percaya 5 points Calvinisme.

Dan untuk diri saya sendiri, pada saat saya diselamatkan, saya hanya percaya bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa saya. Saya tidak mengerti apapun tentang 5 points Calvinisme.

Dan tentang point ke 3, yaitu ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas), saya baru mendengarnya di seminari! Itu terjadi setelah Allah memanggil saya menjadi pendeta! Dan saya tidak percaya Allah memanggil saya menjadi pendeta pada saat saya unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat).

Jadi saya menganggap ‘injil’mu terlalu rumit dan terlalu mendetail. Injilku lebih sederhana. Bisakah kamu membuktikan dari Alkitab bahwa ‘injil’mu adalah injil yang benar dan injilku adalah injil ‘yang berbeda’ atau injil yang salah?

Di sini saya tambahkan sesuatu yang tidak ada dalam perdebatan antara mereka dan saya. Louis Berkhof mengatakan bahwa mustahil bagi kita untuk tahu pengetahuan minimum yang harus ada pada seseorang untuk mempunyai ‘saving faith’ (= iman yang menyelamatkan).

Louis Berkhof: It is impossible to determine with precision just how much knowledge is absolutely required in saving faith. If saving faith is the acceptance of Christ as He is offered in the gospel, the question naturally arises, How much of the gospel must a man know, in order to be saved? Or, to put it in the words of Dr. Machen: ‘What, to put it baldly, are the minimum doctrinal requirements, in order that a man may be a Christian?’ In general it may be said that it must be sufficient to give the believer some idea of the object of faith. All true saving faith must contain at least a minimum of knowledge, not so much of the divine revelation in general as of the Mediator and His gracious operations. The more real knowledge one has of the truths of redemption, the richer and fuller one’s faith will be, if all other things are equal. Naturally one who accepts Christ by a true faith, will also be ready and willing to accept God’s testimony as a whole. It is of the utmost importance, especially in our day, that the churches should see to it that their members have a fairly good, and not merely a hazy, understanding of the truth (= Adalah mustahil untuk menentukan dengan persis berapa banyak pengetahuan yang secara mutlak diperlukan dalam iman yang menyelamatkan. Jika iman yang menyelamatkan adalah penerimaan dari Kristus sebagaimana Ia ditawarkan dalam injil, pertanyaan secara alamiah muncul, Berapa banyak dari injil harus seseorang tahu, supaya diselamatkan? Atau, memberikannya dalam kata-kata Dr. Machen: ‘Apa, menyatakan itu secara jujur / terang-terangan, yang adalah kebutuhan doktrin minimum, supaya seseorang bisa adalah orang Kristen?’ Secara umum bisa dikatakan bahwa itu harus cukup untuk memberikan orang percaya beberapa gagasan / pengertian tentang obyek dari iman. Semua iman menyelamatkan yang sejati harus mengandung sedikitnya suatu pengetahuan yang minimum, bukan begitu banyak tentang wahyu ilahi secara umum tetapi tentang Pengantara dan pekerjaanNya yang bersifat kasih karunia / murah hati. Makin banyak pengetahuan yang sungguh-sungguh yang dipunyai seseorang tentang kebenaran dari penebusan, makin kaya dan makin penuh iman seseorang, jika semua hal-hal lain adalah setara / sama. Secara alamiah seseorang yang menerima Kristus dengan iman yang sejati, juga akan siap dan mau untuk menerima kesaksian Allah sebagai suatu keseluruhan. Ini adalah sesuatu yang sangat penting, khususnya pada jaman kita, bahwa gereja-gereja harus mengusahakan supaya anggota-anggota mereka mempunyai suatu pengertian yang cukup baik tentang kebenaran, dan bukan semata-mata pengertian yang kabur) - ‘Systematic Theology’, hal 504 (Libronix).

Memang pengetahuan minimum itu pasti harus ada. Tidak mungkin seseorang hanya mengatakan ‘saya percaya kepada Kristus’, dan ia diselamatkan, padahal ia tak tahu apa-apa tentang Kristus! Tetapi seberapa pengetahuan minimum yang harus ada, tak bisa dipastikan.

2)   Mereka bukan memberikan pandangan Arminian, tetapi kesimpulan mereka tentang pandangan Arminian.
Tidak ada Arminian sejati yang percaya bahwa usaha mereka yang menyelamatkan mereka. Memang kalau mereka mengatakan bahwa mereka percaya kepada Kristus karena mereka yang mau percaya, dan kalau mereka bisa bertekun sampai akhir, karena mereka yang mau bertekun, ini menunjukkan bahwa mereka sedikit banyak bersandar pada kemampuan mereka. Tetapi orang Arminian yang sejati tidak mengakui hal ini. Mereka tetap mengatakan bahwa mereka percaya bahwa mereka diselamatkan oleh kasih karunia Allah, oleh iman saja tanpa perbuatan baik / usaha mereka, dan sebagainya. Ini memang kelihatan kontradiksi, dan bahkan suatu kebodohan, tetapi mereka tidak akan masuk neraka hanya karena mereka bodoh. Seandainya mereka konsisten dengan logika, maka mereka akan mengakui bahwa mereka diselamatkan oleh iman + perbuatan baik, dan ini justru menyebabkan mereka sungguh-sungguh sesat. Tetapi tak ada Arminian sejati yang percaya seperti itu.
Saya juga memberikan beberapa kutipan dari Adam Clarke yang jelas-jelas adalah seorang Arminian, yang mempercayai keselamatan oleh iman saja.
Saya juga menyangkal bahwa orang Arminian lebih dekat pada agama-agama lain dari pada pada kekristenan yang sejati. Mereka menggunakan Alkitab, dan mereka percaya keselamatan karena iman saja (sekalipun ada ketidak-konsistenan di dalamnya).

Mereka menjawab:

a)   Apakah ada perbedaan kalau Arminian menggunakan Alkitab dan orang beragama lain tidak? Mereka mengutip 2Pet 3:15-16 - “(15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (16) Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.”.

Para Arminian juga salah mengerti Alkitab sama seperti orang-orang yang dibicarakan oleh Petrus dalam 2Pet 3:16 ini.

Jawaban balik saya:
Saya percaya ada tingkat-tingkat kesalah-mengertian orang. Bisa salah mengerti tentang hal-hal dasar, atau injil itu sendiri, bisa juga salah mengerti tentang hal-hal yang tidak terlalu mendasar. Apakah orang Arminian salah mengerti tentang hal-hal dasar atau tidak, tergantung apakah kamu percaya ‘injil yang rumit / mendetail’ atau ‘injil yang sederhana’! Karena itu, bagi kamu, orang Arminian salah mengerti tentang hal dasar, bagi saya, tidak demikian.

b)   Lalu mereka menjelaskan lebih jauh ‘kesalahan’ dari Arminianisme sebagai berikut:

Arminians do believe in their own version of self-salvation by their faith alone. They put their ‘faith’ in the stead of Christ. This is antichristian, for they put this ‘faith’ as what makes the ultimate difference between salvation and damnation, rather than the work of Christ. For them, the difference between Judas and Paul is NOT the work of Christ, but the ‘faith’ of the sinner. ... As for man’s responsibility. Man is responsible because God is sovereign and holds man responsible. The Scriptural teaching of the responsibility of man does NOT imply that man is free from the active control of God in any way, to any degree. According to Scripture, man’s responsibility necessarily implies God’s sovereignty, not man’s alleged freedom. Man is responsible precisely because he is not free; man is responsible because God is sovereign. ... The Arminians twist and pervert passages that speak of belief to their own destruction by saying that this ‘belief’ is what makes the ultimate difference between heaven and hell, and that salvation is conditioned on this ‘belief.’ The Arminians and also many Calvinists (Charles Hodge for instance) admit and explicitly say that salvation is conditioned on faith. Any religion that says that sinners must meet conditions in order to be saved are automatically teaching salvation by works (Romans 11:6). [= Orang-orang Arminian memang percaya dalam versi mereka sendiri tentang keselamatan oleh diri sendiri oleh iman mereka saja. Mereka meletakkan ‘iman’ mereka di tempat dari Kristus. Ini adalah anti kristen, karena mereka meletakkan ‘iman’ ini, dan bukannya pekerjaan Kristus, sebagai apa yang membuat perbedaan terakhir antara keselamatan dan penghukuman di neraka. Bagi mereka, perbedaan antara Yudas dan Paulus BUKAN pekerjaan Kristus, tetapi ‘iman’ dari orang berdosa. ... Berkenaan dengan tanggung jawab manusia. Manusia bertanggung jawab karena Allah berdaulat dan menganggap manusia bertanggung jawab. Ajaran Kitab Suci tentang tanggung jawab manusia TIDAK menunjukkan bahwa manusia itu bebas dari kontrol aktif dari Allah dengan cara apapun, sampai pada tingkat apapun. Menurut Kitab Suci, tanggung jawab manusia harus / pasti menunjukkan kedaulatan Allah, bukan kebebasan manusia yang dinyatakan tanpa bukti. Manusia bertanggung jawab justru karena ia tidak bebas; manusia bertanggung jawab karena Allah itu berdaulat. ... Orang-orang Arminian membengkokkan dan menyelewengkan text-text yang berbicara tentang kepercayaan, pada kehancuran mereka sendiri, dengan mengatakan bahwa ‘kepercayaan’ ini adalah apa yang membuat perbedaan terakhir antara surga dan neraka, dan bahwa keselamatan itu disyaratkan pada ‘kepercayaan’ ini. Orang-orang Arminian, dan juga banyak Calvinist (Charles Hodge sebagai contoh) mengakui dan secara explicit mengatakan bahwa keselamatan disyaratkan pada iman. Agama apapun yang mengatakan bahwa orang-orang berdosa harus memenuhi syarat untuk diselamatkan, secara otomatis mengajarkan keselamatan oleh pekerjaan / perbuatan baik (Ro 11:6).] - dari file ‘Heterodoxy3.doc’.

Certainly one must believe in Christ, but not ‘in order to be saved’ - for God saves unconditionally. (= Pasti seseorang harus percaya kepada Kristus, tetapi bukan ‘supaya diselamatkan’ - karena Allah menyelamatkan secara tak bersyarat) - dari file ‘Heterodoxy3.doc’.

the Arminian’s ‘faith’ ultimately saves them since their weak christ is unable to without help. Their ‘faith’ is what saves them. It is what *they do* that saves them, just like it is what the Muslim does (in jihad) that saves them. [= ‘iman’ dari orang-orang Arminian yang akhirnya menyelamatkan mereka, karena kristus mereka yang lemah tidak bisa menyelamatkan tanpa pertolongan mereka. ‘Iman’ mereka adalah apa yang menyelamatkan mereka. Adalah apa yang ‘mereka lakukan’ yang menyelamatkan mereka, sama seperti apa yang orang Islam lakukan (dalam jihad) yang menyelamatkan mereka] - dari file ‘Heterodoxy3.doc’.

They do believe that their ‘faith’ in their false christ is the only way to heaven. But what they do not believe is that CHRIST is the the only way to heaven (= Mereka percaya bahwa ‘iman’ mereka kepada kristus palsu mereka adalah satu-satunya jalan ke surga. Tetapi apa yang mereka tidak percaya adalah bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan ke surga) - dari file ‘Heterodoxy3.doc’.

Saya menjawab balik:
Apa beda Yudas dan Paulus? Tergantung dari sudut mana kamu melihatnya. Dari sudut manusia, memang iman yang membedakan mereka. Dari sudut pandang Tuhan, predestinasi yang membedakan.
Tetapi iman adalah anugerah Allah (Fil 1:29). Tanpa pekerjaanNya tak seorangpun bisa percaya kepada Kristus (Yoh 6:44,65  1Kor 12:3), tetapi kalau Ia bekerja di dalam kita, kita pasti akan percaya kepada Kristus. Jadi, yang menyebabkan perbedaan akhir tetap Allah, bukan manusia.

Saya juga mengatakan bahwa saya tidak percaya pandangan mereka bahwa Allah menyelamatkan tanpa syarat. Allah memilih (predestinasi) tanpa syarat (Ro 9:10-13), tetapi kita diselamatkan dengan syarat, yaitu iman.
Fakta bahwa kita diselamatkan dengan iman sebagai syarat, ada dalam seluruh Alkitab. Yoh 3:16,18,36  Kis 16:31 dan banyak ayat-ayat lain menunjukkan bahwa kita harus percaya supaya bisa diselamatkan. Kalian sendiri menggunakan Mark 16:16. Bagaimana kalian menafsirkan ayat itu?

Yoh 3:16,18,36 - “(16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. ... (18) Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. ... (36) Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.’”.
Kis 16:31 - “Jawab mereka: ‘Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’”.
Mark 16:16 - Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”.

Saya menambahkan: dengan kepercayaanmu (bahwa iman bukan syarat untuk diselamatkan), saya bertanya-tanya: bagaimana caramu memberitakan Injil? Apa yang kami minta orang yang kamu injili untuk lakukan? Kamu minta orang itu untuk percaya Kristus? Percaya Kristus untuk apa? Atau kamu minta ia percaya pada predestinasi, Penebusan Terbatas dsb? Atau menyuruhnya percaya Kristus hanya karena Allah menyuruh demikian?

Saya menambahkan bahwa iman bukanlah termasuk dalam ‘perbuatan’ (works) yang kita lakukan, karena Alkitab mengkontraskan iman dengan perbuatan / works.
Ef 2:8-9 - “(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”.
Ro 11:6 - “Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.”.
Ro 3:27-28 - “(27) Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! (28) Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”.
Ro 4:1-5 - “(1) Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? (2) Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. (3) Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? ‘Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.’ (4) Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. (5) Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.”.
Dan banyak lagi ayat-ayat lain.
Catatan: kasih karunia dan iman ada dari pada satu pihak, sedangkan perbuatan baik / usaha / pekerjaan (works) ada di pihak lain.

Jawaban balik mereka:
Mereka mengutip Ro 10:1-4 - “(1) Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. (2) Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. (3) Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. (4) Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.”.

Lalu mereka mengatakan:
Budi, you and the Arminians are ignorant of the righteousness of God and are seeking to establish your own righteousness. Specifically, you are ignorant since you believe that ‘faith’ is the condition of salvation when in reality the condition for salvation is the blood of Jesus Christ and a perfect righteousness that equals God’s righteousness and answers the demands of His law and justice. (= Budi, kamu dan orang-orang Arminian tidak tahu tentang kebenaran Allah dan berusaha mendirikan kebenaranmu sendiri. Khususnya, kamu tidak tahu karena kamu percaya bahwa ‘iman’ adalah syarat keselamatan sedangkan dalam kenyataannya syarat dari keselamatan adalah darah Yesus Kristus dan suatu kebenaran sempurna yang sama dengan kebenaran Allah dan menjawab / memenuhi tuntutan-tuntutan dari hukum Taurat dan keadilanNya).

Saya menjawab kembali:
Baik saya maupun orang Arminian tidak pernah berusaha mendirikan kebenaran kami sendiri. Saya selalu menyadari keadaan saya yang berdosa dan bahwa saya diselamatkan semata-mata berdasarkan kematian Kristus.

Dalam persoalan iman sebagai syarat keselamatan saya tidak setuju sedikitpun dengan kamu. Iman memang adalah syarat keselamatan. Tetapi Allah memberikan iman kepada orang-orang pilihan, dan karena itu, keselamatan tetap hanya tergantung kepada Allah saja. Bagaimana kamu menafsirkan ayat-ayat ini?

Kis 16:31 - “Jawab mereka: ‘Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’”.

Yoh 3:15,16,18 - “(15) supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal. (16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. ... (18) Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”.

Yoh 6:40,47 - “(40) Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.’ ... (47) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.”.

Dan bagaimana dengan ayat favoritmu sendiri, Mark 16:16 - “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”.

Bagaimana mungkin menjelaskan ayat-ayat di atas ini sehingga mereka tidak berarti bahwa iman adalah syarat dari keselamatan? Dan saya yakin ada lebih banyak lagi ayat-ayat yang seperti itu.

Mereka menjawab balik:
Some will say that salvation is conditioned on faith and that the Holy Spirit enables the person to meet that condition. This is nothing more than a version of salvation conditioned on the sinner. If salvation is conditioned in any way to any degree on the sinner, even if God enables the person to meet the condition, then it is not salvation conditioned on the work of Christ alone, and it is a false gospel.” (= Sebagian / beberapa orang berkata bahwa keselamatan disyaratkan pada iman dan bahwa Roh Kudus memampukan orang itu untuk memenuhi syarat itu. Ini tidak lebih dari suatu versi dari keselamatan yang disyaratkan kepada / tergantung kepada orang berdosa. Jika keselamatan disyaratkan / tergantung dengan cara apapun dan pada tingkat apapun kepada orang berdosa, bahkan jika Allah yang memampukan orang itu untuk memenuhi syarat itu, maka itu bukan keselamatan yang disyaratkan / tergantung pada pekerjaan Kristus saja, dan itu adalah suatu injil yang palsu).

Saya menjawab lagi:
Iman adalah pemberian dari Allah (Fil 1:29), dan karena itu, mengatakan bahwa keselamatan disyaratkan / tergantung pada iman adalah berbeda dengan mengatakan bahwa keselamatan disyaratkan / tergantung kepada orang berdosa itu sendiri. Disamping, dalam Ef 2:8-9 iman dikontraskan dengan perbuatan!

Jika kamu tidak percaya bahwa iman adalah syarat dari keselamatan, saya bertanya: Kamu pasti percaya bahwa kamu sendiri adalah orang percaya sekarang. Itu berarti bahwa Kristus mati bagi kamu sekitar 2000 tahun yang lalu. Tetapi sebelum kamu mendengar injil dan percaya kepada Kristus, apakah kamu sudah diselamatkan? Adalah mustahil untuk menjawab ‘ya’, kamu harus / pasti menjawab ‘tidak’. Dengan ini saya sudah membuktikan kepada kamu bahwa iman memang adalah syarat dari keselamatan! Kapan Zakheus diselamatkan? Kapan penjahat di salib itu diselamatkan? Pada waktu mereka percaya kepada Kristus, bukan? Bahkan Abraham dibenarkan ketika ia percaya (Kej 15:6). Jadi, bagaimana kamu bisa mengatakan bahwa iman bukan syarat dari keselamatan?

Mereka menjawab balik:
Salvation results in belief (John 5:21, 24; 1 Peter 1:3; 1 John 5:1)  Belief does not result in salvation. Spiritually dead sinners cannot believe, they must be raised to spiritual life in Christ. This raising to spiritual life is also called regeneration when God initially bestows eternal life. And immediate and inevitable result of bestowing salvation/eternal life upon the sinner is knowing Him who is true: ‘And we know that the Son of God has come, and He has given to us an understanding that we may know the true One, and we are in the true One, in His Son Jesus Christ. This is the true God and the life everlasting’ (1 John 5:20). [= Keselamatan menghasilkan / mengakibatkan kepercayaan (Yoh 5:21,24; 1Pet 1:3; 1Yoh 5:1). Kepercayaan tidak menghasilkan / mengakibatkan keselamatan. Orang-orang berdosa yang mati secara rohani tidak bisa percaya, mereka harus diangkat pada kehidupan rohani dalam Kristus. Pengangkatan kepada kehidupan rohani ini juga disebut regeneration / kelahiran baru pada waktu Allah pada awalnya memberikan hidup yang kekal. Dan hasil / akibat langsung dan tak terhindarkan dari pemberian keselamatan / hidup yang kekal kepada orang berdosa adalah mengenal Dia yang adalah benar: ‘Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.’ (1Yoh 5:20)].

Yoh 5:21,24 - “(21) Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendakiNya. ... (24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”.
1Pet 1:3 - “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,”.
1Yoh 5:1 - “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari padaNya.”.

Dan untuk menjawab Kis 16:31 yang saya gunakan mereka berkata:
WHAT does it MEAN to believe in the Lord Jesus Christ? It means that salvation is conditioned on what HE DID. The condition for salvation is Christ’s blood and righteousness. This is what it means to believe in Christ. You do not believe this. Thus, you do not believe in Christ. Repent and believe. (= Apa artinya percaya kepada Tuhan Yesus Kristus? Itu berarti bahwa keselamatan disyaratkan pada apa yang Ia lakukan. Syarat untuk keselamatan adalah darah dan kebenaran Kristus. Inilah apa yang dimaksudkan dengan percaya kepada Kristus. Kamu tidak percaya ini. Maka kamu tidak percaya kepada Kristus. Bertobatlah dan percayalah).

Mereka menambahkan:
Basically, you think ‘believe in Christ’ necessarily implies that this ‘belief’ is a conditon for salvation. But it does not follow. For the Bible also speaks of the necessity of good works, but it does not follow that salvation is conditioned on these works (= Secara dasari, kamu berpikir ‘percaya kepada Kristus’ pasti menunjukkan bahwa ‘kepercayaan’ ini adalah suatu syarat untuk keselamatan. Tetapi tidak harus seperti itu. Karena Alkitab juga berbicara tentang keharusan dari perbuatan baik, tetapi tidak berarti bahwa keselamatan disyaratkan pada perbuatan-perbuatan baik ini).

Ada tambahan lagi:
Just a reminder here: Dead men cannot believe. But when God regenerates (i.e., freely bestows eternal life upon them) someone, what do they believe? The gospel of course. But what doctrines make up the gospel (i.e., the good news)? Well, you already denied that imputation of Christ’s righteousness is part of the gospel, and you also denied that the blood that actually propitiates (per Romans 3:25) is part of the gospel. You said previously that the shedding of blood is included, but regarding ‘propitiation’ you said that it is not necessarily talked about, in spite of verses like Romans 3:25 and 1 John 2:2 [= Hanya mengingatkan: Orang mati tidak bisa percaya. Tetapi ketika Allah melahir-barukan (yaitu secara cuma-cuma / gratis memberikan hidup yang kekal kepada mereka) seseorang, apa yang mereka percayai? Injil, tentu saja. Tetapi doktrin-doktrin apa yang membentuk injil (yaitu kabar baik)? Kamu sudah menyangkal bahwa pemerhitungan dari kebenaran Kristus adalah bagian dari injil, dan kamu juga menyangkal bahwa darah yang sungguh-sungguh meredakan / memenuhi tuntutan (Ro 3:25) adalah bagian dari injil. Kamu berkata sebelumnya bahwa pencurahan darah termasuk, tetapi berkenaan dengan ‘peredaan / pemenuhan tuntutan’ kamu katakan bahwa itu tidak harus termasuk, sekalipun ada ayat-ayat seperti Ro 3:25 dan 1Yoh 2:2].

Lalu, untuk menjawab argumentasi saya tentang Zakheus, perempuan Samaria, dan penjahat yang bertobat di salib, yang tidak mungkin mengerti tentang 5 points Calvinisme, tetapi tetap selamat, ia berkata sebagai berikut:
Who cares about the ‘5 points of Calvinism’? What matters is the simple gospel: All saved persons believe the gospel (Mark 16:16; Romans 1:16-17). The thief on the cross was a saved person (Luke 23:43). Thus, the thief on the cross believed the gospel. [= Siapa peduli tentang ‘5 points Calvinisme’? Yang penting adalah injil yang sederhana: Semua orang yang diselamatkan percaya injil (Mark 16:16; Ro 1:16-17). Pencuri di salib adalah orang yang diselamatkan (Luk 23:43). Jadi, pencuri di salib itu percaya injil.].

Lalu menanggapi kata-kata saya bahwa saya tidak mungkin dipanggil Allah menjadi pendeta pada saat saya masih unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat), ia berkata:
As for your so-called ‘calling’ to be a pastor. Well, at this point in time you are a minister of Satan (see 2 Corinthians 11:13-15). Repent of your false gospel of salvation conditioned on the sinner and believe in the true gospel of salvation conditioned on the propitating blood and imputed righteousness of Christ alone. [= Tentang yang disebut ‘panggilan’mu untuk menjadi pendeta. Pada titik ini kamu adalah seorang pelayan setan (lihat 2Kor 11:13-15). Bertobatlah dari injil palsumu yang disyaratkan / tergantung pada orang berdosa dan percayalah kepada injil yang benar / sejati dari keselamatan yang disyaratkan / tergantung pada darah yang meredakan / memenuhi tuntutan dan kebenaran Kristus yang diperhitungkan (kepada kita) saja].

Lalu ia bicara tentang regeneration (kelahiran baru) dan bertanya: Do you believe that faith precedes regeneration? Or do you believe that regeneration precedes faith? Is faith a condition that the sinner must meet before God can regenerate him? (= Apakah kamu percaya bahwa iman mendahului regeneration? Atau apakah kamu percaya bahwa regeneration mendahului iman? Apakah iman adalah suatu syarat yang harus dipenuhi orang berdosa sebelum Allah bisa melahir-barukan dia?).


Saya jawab balik:
Hmm, dari apa yang baru kamu katakan, saya mulai berpikir bahwa kamu adalah bidat! Mungkin kamu memang bukan saudaraku!

Kamu bukan hakimku, Allah / Kristus adalah Hakimku! Dan Ia tahu bahwa aku percaya kepada Kristus dan pada apa yang Ia lakukan bagiku. Aku tidak percaya pada perbuatan baikku sendiri, yang adalah kain kotor!

Nonsense! Alkitab mengkontraskan ‘perbuatan baik’ dan ‘iman / kasih karunia’. Ef 2:8-9  Ro 4:1-5  Ro 11:5-6. Jadi, saya percaya bahwa iman adalah syarat dari keselamatan tetapi perbuatan baik bukan.

Dan saya kira kamu belum menjawab pertanyaan saya: bagaimana kamu memberitakan Injil? Apa yang kamu katakan, dan apa yang kamu minta orang itu lakukan? Nothing?

Saya lalu memberikan sederetan ayat lagi, yaitu:
Luk 8:12 - “Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.”.
Luk 19:9 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.”.
Yoh 11:25-26 - “(25) Jawab Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (26) dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?’”.
Yoh 20:31 - “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya.”.
Kis 13:39,48 - “(39) Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa. ... (48) Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.”.
Kis 16:31 - “Jawab mereka: ‘Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’”.
Ro 1:16 - “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam (tidak malu karena / tentang) Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”.
Ro 3:22,26 - “(22) yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. ... (26) MaksudNya ialah untuk menunjukkan keadilanNya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.”.
Ro 10:9-10,13-14 - “(9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (10) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. ... (13) Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. (14) Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya?”.
1Kor 1:21 - “Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.”.
1Kor 15:2 - Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu - kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.”.
Gal 3:5,8 - “(5) Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? ... (8) Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: ‘Olehmu segala bangsa akan diberkati.’”.
1Tim 1:16 - “Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaranNya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepadaNya dan mendapat hidup yang kekal.”.
1Yoh 5:11-13 - “(11) Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. (12) Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. (13) Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”.

Lalu saya jawab dia berkenaan dengan Ro 3:25 dan 1Yoh 2:2.
Ro 3:25 - “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian (KJV: ‘propitiation’) karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.”.
1Yoh 2:2 - “Dan Ia adalah pendamaian (KJV: ‘propitiation’) untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.”.
Dimana / dari bagian mana dari ayat-ayat itu kamu katakan bahwa peredaan / pemenuhan tuntutan (propitiation) termasuk dalam injil? Kata ‘injil’ bahkan tidak ada dalam ayat-ayat itu! Sekali lagi saya tekankan, saya tak meragukan kebenaran kata-katamu dalam hal ini, tetapi saya tidak percaya, bahwa itu adalah bagian dari injil, yang harus dimengerti dan dipercayai untuk bisa selamat.

Tentang kata-katanya ‘siapa peduli tentang 5 points Calvinisme’? saya menjawab: sekarang kamu kelihatan seperti aku! Jika seseorang tidak mengerti tentang 5 points Calvinisme, bagaimana mungkin ia percaya injilmu yang rumit itu? Dan bagaimana kamu bisa menyebut injilmu yang rumit itu sebagai ‘injil yang sederhana’? Dan bukankah ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas) termasuk dalam injil rumitmu itu? Lalu bagaimana kamu bisa mengatakan ‘siapa peduli tentang 5 points Calvinisme’?

Dan tentang pencuri di salib saya berkata bahwa saya setuju bahwa ia hanya percaya injil yang sederhana. Tak ada kemungkinan ia mengerti dan percaya tentang predestinasi dan ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas). Ia hanya tahu dan percaya injil yang sederhana, dan ia diselamatkan.

Ia menjawab: pencuri itu percaya injil; tetapi orang-orang Arminian tidak percaya injil yang sejati / benar yang dipercayai oleh pencuri itu.

Saya jawab balik: saya percaya bahwa pencuri itu percaya persis seperti orang Arminian percaya pada saat mereka diselamatkan. Hanya saja orang-orang Arminian itu hidup lebih lama sehingga mereka bertumbuh dalam pengertian mereka tentang Firman Tuhan. Sayangnya, mereka bertumbuh ke arah yang salah.

Tentang penyebutannya terhadap saya sebagai ‘pelayan setan’, saya menjawab: Saya tahu kamu akan mengatakan itu, dan saya tidak peduli. Saya tahu siapa yang saya percayai, dan saya tahu siapa yang memanggil saya, dan siapa yang saya layani sekarang. Tetapi ingat ini: jika saya sungguh-sungguh adalah pelayan Allah, maka kamu menyebut Allah sebagai ‘setan’!

Saya tak membutuhkan pertobatan tentang hal ini. Orang-orang Arminian itu membutuhkannya. Mereka perlu menjadi Calvinist, bukan supaya diselamatkan, tetapi supaya mempunyai pengertian yang benar tentang Firman Allah. Dan kamu dan kelompokmu juga perlu bertobat dari pandangan extrimmu dan menjadi TC (Calvinist yang Toleran).

Saya menambahkan: saya telah berdebat dengan banyak jenis bidat. Dan pada saat saya mempelajari suatu bidat maka seringkali saya menelusuri jejak mereka dalam sejarah. Dari mana mereka muncul dan kapan mereka muncul? Ini penting. Misalnya Toronto Blessing mulai pada abad 20, dan doktrin tentang Maria yang tidak berdosa muncul pada abad ke 19. Dan saya berargumentasi: mungkinkah bahwa selama 18 atau 19 abad seluruh dunia tidak tahu tentang ‘kebenaran’ ini? Aku berpikir sama tentang theologiamu. Dari mana itu muncul, dan kapan itu muncul? Aku tidak pernah membaca buku manapun yang mengatakan bahwa ada theologia seperti theologiamu! Jika itu betul-betul adalah ajaran dari Alkitab, mungkinkah selama 20 abad seluruh dunia tidak mengetahui tentang ‘kebenaran’ ini? Jadi, kamu dan kelompokmu telah dipilih oleh Allah untuk menjadi rasul-rasulNya untuk menyatakan ‘kebenaran yang baru’ ini? Mungkinkah itu?

Sekarang tentang pertanyaannya berkenaan dengan regeneration / kelahiran baru. Saya memang merasa bahwa ia punya pandangan yang berbeda dengan saya / Calvinist tentang hal ini. Saya jawab: saya percaya tentang regeneration seperti yang dipercaya oleh orang-orang Calvinist / Reformed. Regeneration harus mendahului iman. Tanpa regeneration seseorang tidak bisa mengerti dan menerima hal-hal dari Roh. Semua itu adalah kebodohan bagi mereka.
1Kor 2:14 - “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”.
Iman bukan syarat dari regeneration. Tetapi saya percaya bahwa kita diselamatkan, bukan pada saat kita dilahir-barukan, tetapi pada saat kita beriman / percaya kepada Kristus.

3)   Penafsiran mereka tentang 2Yoh 9-11.
2Yoh 9-11 - “(9) Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. (10) Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. (11) Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.”.

Beberapa penafsiran mereka tentang text ini:

a)         ‘memberi salam’.
Mereka mengatakan bahwa ini tidak berarti sekedar mengatakan ‘halo’ kepada orang itu. Kata Yunani yang diterjemahkan ‘salam’ biasanya diterjemahkan ‘bersukacita’ (Yoh 4:36  Ro 16:19  Fil 2:17-18  Fil 4:4). Di tempat lain, kata ini diterjemahkan ‘salam’ sebagai bagian dari suatu salam pembukaan (Kis 15:23  Yak 1:1).
Lalu mereka menafsirkan bahwa ‘memberi salam’ berarti ‘mengucapkan damai’ kepada orang itu, menyebut orang itu sebagai ‘saudara dalam Kristus’.

b)         ‘mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat’.
Mereka berkata bahwa kata Yunani yang diterjemahkan ‘mendapat bagian’ adalah KOINONEI. Mereka mengatakan akar katanya adalah KOINOS yang berarti ‘common’ (= umum). KOINONIA berarti ‘pengambilan bagian’ atau ‘persekutuan’ (1Kor 1:9  Ibr 2:14  1Pet 4:13  Tit 1:4  1Kor 10:16  Fil 1:5  2Kor 6:14  dsb).

Lalu mereka berkata bahwa orang yang mengucapkan damai kepada orang yang mempercayai injil yang palsu adalah pengambil bagian dalam perbuatan mereka yang jahat - dalam injil palsu itu - dan mereka mendapat bagian dalam kejahatan dari orang yang tidak mempunyai Allah.
Jadi, para Calvinist yang mengucapkan damai / menyebut saudara kepada / tentang orang Arminian yang percaya dan mengajarkan injil palsu itu, adalah partner dan pengambil bagian dalam injil palsu mereka. Mereka menjadi pengambil bagian dalam kristus palsu. Mereka terhilang!

Jawaban saya:
1.   Yohanes menyebutkan jenis bidat yang bagaimana yang ia maksudkan dalam ay 7.
2Yoh 7 - “Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.”.
Untuk orang-orang seperti itu, kamu memang benar. Saya tak akan pernah mengucapkan damai kepada orang sesat seperti itu atau menyebut mereka sebagai ‘saudara’ saya. Tetapi menerapkan text ini kepada orang Arminian, kamu harus membuktikan dulu tanpa keraguan, bahwa Arminianisme adalah suatu bidat, dan saya beranggapan kamu belum bisa membuktikan hal ini.
2.   Pada waktu orang Kristen menerima bidat / mengucapkan salam kepadanya, ia ‘mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat’. Mengapa ini harus diartikan bahwa orang Kristen itu unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat)? Ini bisa diartikan bahwa orang Kristen itu mengambil bagian dalam dosa bidat itu, dan itu hanya berarti bahwa ia juga berdosa. Itu tidak berarti bahwa orang Kristen itu adalah seorang yang unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat).

Mereka jawab balik:
Bagaimana kalau seorang Kristen, yang tahu apa yang dipercaya oleh seorang Saksi Yehuwa, mengatakan bahwa mereka adalah saudara rohani mereka?

Saya jawab:
Atau ia adalah orang Kristen yang sangat tolol, atau ia adalah orang Kristus yang belum lahir baru / tidak selamat, atau ia adalah orang Kristen yang sangat kompromistis.

Saya juga mengatakan bahwa adalah mustahil bagi seorang bayi dalam Kristus untuk mengerti tentang bidat.

Mereka menjawab balik:
Orang Kristen bayi bisa mengerti tentang bidat. Dan mereka menggunakan Yoh 10:4-5 - “(4) Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. (5) Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.’”.

Saya jawab balik:
Ini tak bisa dimutlakkan. Kadang-kadang seorang bayi dalam Kristus bisa mengerti tentang bidat. Jika seseorang mengatakan bahwa tidak ada Allah, tentu ia bisa mengerti bahwa itu salah / sesat. Tetapi sebagian bidat jauh lebih halus / tidak kentara, dan adalah mustahil bagi seorang bayi dalam Kristus untuk bisa mengetahui kesesatan seperti itu.
Yesus mengatakan bahwa nabi-nabi palsu datang dengan menyamar seperti domba (Mat 7:15), dan Ia menyuruh kita berhati-hati terhadap mereka. Untuk apa kita harus berhati-hati, kalau adalah mustahil bagi orang Kristen untuk ditipu? Aku tidak percaya orang kristen yang sejati bisa kehilangan keselamatan. Tetapi ia tetap bisa ditipu oleh bidat, tetapi tidak ditipu sebegitu jauh sehingga ia kehilangan keselamatan. Itu sebabnya setiap orang kristen yang sejati harus belajar Kitab Suci, supaya mengerti lebih banyak dan tidak tertipu. Saya memberikan Ef 4:11-14 sebagai dasar.
Ef 4:11-14 - “(11) Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, (12) untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (14) sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,”.
Text ini secara explicit menyatakan bahwa orang Kristen bisa diombang-ambingkan oleh setiap angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan!
Dan tentang Yoh 10:4-5 jangan lupa bahwa itu adalah suatu perumpamaan / alegory, dan aku percaya bahwa kita tidak bisa / boleh menafsirkan setiap detail dari sebuah perumpamaan / alegory dengan cara seperti itu. Sebagai contoh, apakah kamu percaya Allah bisa tidur sehingga Ia tidak tahu pada saat setan menyebarkan benih lalang di ladangnya? Bdk. Mat 13:25.

4)   Alkitab menunjukkan adanya sangat banyak orang-orang percaya yang sungguh-sungguh, tetapi iman / pengetahuannya tentang injil tidak sempurna.
Saya memberikan di bawah ini beberapa contoh:

a)         Yohanes Pembaptis.
Pada waktu ada dalam penjara Yohanes Pembaptis mengirim murid-muridnya kepada Yesus, yang menunjukkan keragu-raguannya tentang ke-Mesias-an Yesus! Tetapi ia tetap adalah orang percaya yang sungguh-sungguh!

Mat 11:2-3 - “(2) Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, (3) lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepadaNya: ‘Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?’”.

Dengan iman / pengertian seperti itu, apakah kita harus menganggap Yohanes Pembaptis sebagai seorang yang unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat)?

Mereka menjawab:
Mat 11:2-10 - “(2) Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, (3) lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepadaNya: ‘Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?’ (4) Yesus menjawab mereka: ‘Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: (5) orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (6) Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.’ (7) Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: ‘Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? (8) Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. (9) Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. (10) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalanMu di hadapanMu..

Mereka menyoroti kata-kata dalam Mat 11:7 yang saya garis-bawahi, dan mengatakan bahwa kata-kata itu menunjukkan bahwa Yesus tidak menganggap Yohanes Pembaptis seperti buluh yang digoyangkan angin kian kemari (yang menunjukkan orang yang imannya tak stabil). Yesus mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi (Mat 11:9).

Jadi, Yohanes Pembaptis menyuruh murid-muridnya datang kepada Yesus untuk menanyakan hal itu (Mat 11:3), bukan demi kepentingannya sendiri, tetapi demi murid-muridnya. Jadi, yang ragu-ragu adalah murid-murid Yohanes Pembaptis, bukan Yohanes Pembaptis sendiri.

Saya jawab balik:
Mat 11:4 - “Yesus menjawab mereka: ‘Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:”.
Kalau memang Yohanes Pembaptis sendiri tak meragukan, dan ia menyuruh murid-muridnya datang kepada Yesus demi mereka, dan bukan demi dirinya sendiri, mengapa Yesus memberikan jawaban itu kepada murid-murid Yohanes Pembaptis dan menyuruh mereka mengatakan ‘kepada Yohanes’? Jelas bahwa yang ragu-ragu adalah Yohanes Pembaptis sendiri.

Dan saya mengutip kata-kata Matthew Henry yang menunjuk pada Mat 11:6 - Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.
KJV: And blessed is he, whosoever shall not be offended in me (= Dan diberkatilah ia, siapapun yang tidak terlukai perasaannya / tersandung oleh Aku).
Yohanes Pembaptis pada saat itu ada di penjara, tetapi Yesus membiarkannya, tidak mengunjunginya dan sebagainya. Dan ini merupakan alasan untuk bisa terluka perasaannya / tersandung karena Kristus. Itu yang menyebabkan ia menjadi ragu-ragu / tergoncang imannya. Jadi Kristus lalu mengucapkan kata-kata itu.
Matthew Henry: Where there is true faith, yet there may be a mixture of unbelief. The best are not always alike strong. ... troubles for Christ, especially when they continue long unrelieved, are such trials of faith as sometimes prove too hard to be borne up against. ... the remaining unbelief of good men may sometimes, in an hour of temptation, strike at the root, and call in question the most fundamental truths which were thought to be well settled. (= Dimana ada iman yang benar / sejati, bisa ada suatu campuran ketidakpercayaan. Orang yang terbaik tak selalu kuat. ... kesukaran-kesukaran untuk Kristus, khususnya pada waktu mereka terus menerus tidak dihilangkan sampai lama, adalah ujian-ujian iman yang kadang-kadang terbukti terlalu berat untuk dipikul. ... sisa dari ketidak-percayaan dari orang-orang yang baik kadang-kadang bisa memukul pada akar, dan mempertanyakan kebenaran-kebenaran yang paling dasari yang tadinya dikira sudah beres / teguh).

Saya tambahkan lagi: kamu katakan Yohanes Pembaptis adalah nabi. Sekalipun ia nabi, apakah ia tak bisa ragu-ragu? Abraham juga nabi, bukan? Ia dibenarkan dalam Kej 15:6, karena imannya, tetapi dalam Kej 16 ia mengambil Hagar menjadi istri / gundiknya. Mengapa? Karena ia meragukan bahwa Sara bisa memberikan seorang anak laki-laki kepadanya, bukan? Dan pada waktu ia meragukan bahwa Sara bisa memberinya anak laki-laki, ia meragukan janji Allah berkenaan dengan Mesias! Bdk. Kej 12:1-3. Apakah ia adalah seorang unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat) pada saat itu?

Lalu bagaimana dengan Ayub? Allah sendiri mengatakan bahwa ia adalah orang yang benar (Ayub 1:8), tetapi pada saat ia dicobai / diuji, iapun meragukan kasih dan keadilan Allah. Apakah ia adalah seorang unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat) pada saat itu?

Mereka menjawab:
Abraham dijanjikan seorang anak laki-laki, tetapi tidak dikatakan bahwa anak itu harus lahir dari Sara. Nama Sara sebagai orang yang melahirkan anak bagi Abraham baru secara spesifik dikatakan dalam Kej 17. Jadi, Abraham mengambil Hagar sebagai istri / gundik dalam Kej 16 tak menunjukkan keraguannya terhadap janji Tuhan.

Saya jawab balik:
Ini adalah penafsiran yang paling konyol yang pernah saya dengar. Dari siapa kamu dapat penafsiran seperti itu? Jadi kamu anggap Abraham tak salah mengambil Hagar sebagai istri / gundik? Apakah Abraham menganggap Allah menyetujui polygamy?
Dan jika Abraham tidak meragukan janji Allah, lalu mengapa Allah berkata ‘jangan takut’ dalam Kej 15:1? Dan apa arti kata-kata Allah dalam Kej 15:2-3?
Kej 15:1-6 - “(1) Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: ‘Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.’ (2) Abram menjawab: ‘Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.’ (3) Lagi kata Abram: ‘Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.’ (4) Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: ‘Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.’ (5) Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: ‘Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.’ Maka firmanNya kepadanya: ‘Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.’ (6) Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”.

Dan bagaimana kamu menafsirkan Kej 17:17?
Kej 17:17 - “Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: ‘Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?’”.

Tentang Ayub mereka menjawab bahwa sepanjang pengetahuannya Ayub tidak meragukan kasih dan keadilan Allah.

Saya jawab:
Bagaimana dengan ayat-ayat ini:
Ayub 7:20 - “Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaranMu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku?”.
Ayub 9:20-35 - “(20) Sekalipun aku benar, mulutku sendiri akan menyatakan aku tidak benar; sekalipun aku tidak bersalah, Ia akan menyatakan aku bersalah. (21) Aku tidak bersalah! Aku tidak pedulikan diriku, aku tidak hiraukan hidupku! (22) Semuanya itu sama saja, itulah sebabnya aku berkata: yang tidak bersalah dan yang bersalah kedua-duanya dibinasakanNya. (23) Bila cemetiNya membunuh dengan tiba-tiba, Ia mengolok-olok keputusasaan orang yang tidak bersalah. (24) Bumi telah diserahkan ke dalam tangan orang fasik, dan mata para hakimnya telah ditutupNya; kalau bukan oleh Dia, oleh siapa lagi? (25) Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada seorang pelari, lenyap tanpa melihat bahagia, (26) meluncur lewat laksana perahu dari pandan, seperti rajawali yang menyambar mangsanya. (27) Bila aku berpikir: Aku hendak melupakan keluh kesahku, mengubah air mukaku, dan bergembira, (28) maka takutlah aku kepada segala kesusahanku; aku tahu, bahwa Engkau tidak akan menganggap aku tidak bersalah. (29) Aku dinyatakan bersalah, apa gunanya aku menyusahkan diri dengan sia-sia? (30) Walaupun aku membasuh diriku dengan salju dan mencuci tanganku dengan sabun, (31) namun Engkau akan membenamkan aku dalam lumpur, sehingga pakaianku merasa jijik terhadap aku. (32) Karena Dia bukan manusia seperti aku, sehingga aku dapat menjawabNya: Mari bersama-sama menghadap pengadilan. (33) Tidak ada wasit di antara kami, yang dapat memegang kami berdua! (34) Biarlah Ia menyingkirkan pentungNya dari padaku, jangan aku ditimpa kegentaran terhadap Dia, (35) maka aku akan berbicara tanpa rasa takut terhadap Dia, karena aku tidak menyadari kesalahanku.’”.
Ayub 10:2,3,6,7 - “(2) Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku; beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku. (3) Apakah untungnya bagiMu mengadakan penindasan, membuang hasil jerih payah tanganMu, sedangkan Engkau mendukung rancangan orang fasik? ... (6) sehingga Engkau mencari-cari kesalahanku, dan mengusut dosaku, (7) padahal Engkau tahu, bahwa aku tidak bersalah, dan bahwa tiada seorangpun dapat memberi kelepasan dari tanganMu?”.
Ayub 13:3 - “Tetapi aku, aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa, aku ingin membela perkaraku di hadapan Allah.”.
Ayub 16:7-17 - “(7) Tetapi sekarang, Ia telah membuat aku lelah dan mencerai-beraikan segenap rumah tanggaku, (8) sudah menangkap aku; inilah yang menjadi saksi; kekurusanku telah bangkit menuduh aku. (9) MurkaNya menerkam dan memusuhi aku, Ia menggertakkan giginya terhadap aku; lawanku memandang aku dengan mata yang berapi-api. (10) Mereka mengangakan mulutnya melawan aku, menampar pipiku dengan cercaan, dan bersama-sama mengerumuni aku. (11) Allah menyerahkan aku kepada orang lalim, dan menjatuhkan aku ke dalam tangan orang fasik. (12) Aku hidup dengan tenteram, tetapi Ia menggelisahkan aku, aku ditangkapNya pada tengkukku, lalu dibantingNya, dan aku ditegakkanNya menjadi sasaranNya. (13) Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembusNya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkanNya ke tanah. (14) Ia merobek-robek aku, menyerang aku laksana seorang pejuang. (15) Kain kabung telah kujahit pada kulitku, dan tandukku kumasukkan ke dalam debu; (16) mukaku merah karena menangis, dan bulu mataku ditudungi kelam pekat, (17) sungguhpun tidak ada kelaliman pada tanganku, dan doaku bersih.”.
Ayub 19:6 - “insafilah, bahwa Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jalaNya atasku.”.
Ayub 23:4 - “Maka akan kupaparkan perkaraku di hadapanNya, dan kupenuhi mulutku dengan kata-kata pembelaan.”.
Dan jika Ayub tidak meragukan kasih dan keadilan Allah mengapa Allah memarahi / mencela dia dalam Ayub 38-41? Dan mengapa Ayub mengatakan kata-kata dalam Ayub 42, khususnya ayat 6?
Ayub 42:6 - “Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.’”.

b)         Petrus.
Petrus baru mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah dsb, dan Yesus memuji dia.
Mat 16:15-17 - “(15) Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?’ (16) Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’ (17) Kata Yesus kepadanya: ‘Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga.”.

Tetapi sebentar lagi, Petrus menghalangi Yesus yang mau pergi ke Yerusalem untuk menderita dan mati di sana, sehingga ia dihardik oleh Yesus.
Mat 16:21-23 - “(21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-muridNya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (22) Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: ‘Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.’ (23) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: ‘Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.’.

Jelas bahwa Petrus sudah beriman dengan sungguh-sungguh, tetapi tetap mempunyai pengertian yang sangat tidak sempurna tentang Yesus / sang Mesias, bahwa sang Mesias harus menderita dan mati (bdk. Yes 53  Maz 22), sekalipun Yesus baru memberitahunya tentang hal itu (Mat 16:21). Dengan iman dan pengetahuan yang tidak sempurna seperti itu, apakah ia juga harus dianggap sebagai unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat)?

Mereka menjawab:
Kata-kata Petrus menunjukkan bahwa ia tidak mengerti tentang kebenaran Allah yang dinyatakan di salib, dan ini membuktikan bahwa pada saat itu ia memang adalah seorang unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat). Kata-kata Yesus yang mengatakan ia berbahagia / diberkati (Mat 16:17) tidak menunjukkan bahwa ia sudah selamat.

Saya jawab balik:
Petrus hidup pada jaman yang berbeda dengan kita. Pada saat itu Kristus belum mati di salib untuk dosa-dosa kita. Apakah kamu berpendapat bahwa orang-orang kudus jaman Perjanjian Lama juga harus percaya tentang kematian dan kebangkitan Kristus?

Saya tak bisa mengerti bagaimana kamu anggap Petrus pada saat itu belum selamat. Ia baru memberikan pengakuan iman (Mat 16:16), dan Yesus mengatakan bahwa Bapa yang menyatakan hal itu kepadanya (Mat 16:17), dan karena itu Ia berkata bahwa Petrus diberkati. Saya yakin Ia bicara tentang berkat rohani, dan mustahil ia diberkati secara rohani pada saat ia unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat).
Kalau ia diberkati, maka itu pasti menunjukkan bahwa kutuk yang ada padanya sudah dicabut. Apakah kutuk itu dicabut sebelum Petrus percaya?
Bdk. Gal 3:10-13 - “(10) Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.’ (11) Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: ‘Orang yang benar akan hidup oleh iman.’ (12) Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. (13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’”.
Dalam perumpamaan tentang domba dan kambing dalam Mat 25, domba-domba diberkati (ay 34), tetapi kambing-kambing dikutuk (ay 41).
Mat 25:34,41 - “(34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. ... (41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”.

Dan dalam Mat 16:18 Kristus berkata bahwa Ia akan mendirikan gerejaNya di atas Batu karang ini. Apakah batu karang itu adalah Petrusnya atau pengakuan imannya, adalah mustahil bahwa Kristus akan membangun gerejaNya di atas seorang yang belum percaya atau di atas pengakuan seorang yang belum percaya.
Dan dalam Mat 16:19 Kristus memberikan kunci kerajaan surga kepada Petrus. Apakah Ia memberikan kunci itu kepada seorang yang belum percaya?
Mat 16:18-19 - “(18) Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. (19) Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.’”.

Text-text di bawah ini menunjukkan bahwa semua murid Yesus, kecuali Yudas Iskariot, sudah percaya:
1.   Yoh 1:49-50 - “(49) Kata Natanael kepadaNya: ‘Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!’ (50) Yesus menjawab, kataNya: ‘Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.’”.
2.   Yoh 2:11 - “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tandaNya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaanNya, dan murid-muridNya percaya kepadaNya.”.
3.   Yoh 6:64,67-71 - “(64) Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.’ Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. ... (67) Maka kata Yesus kepada kedua belas muridNya: ‘Apakah kamu tidak mau pergi juga?’ (68) Jawab Simon Petrus kepadaNya: ‘Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal; (69) dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.’ (70) Jawab Yesus kepada mereka: ‘Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis.’ (71) Yang dimaksudkanNya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.”.
4.   Yoh 10:16,26-29 - “(16) Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. ... (26) tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-dombaKu. (27) Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, (28) dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. (29) BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.”.
Dalam ay 16 Kristus mengkontraskan orang-orang pilihan yang belum percaya pada saat itu, dengan murid-muridNya  (orang-orang pilihan yang sudah percaya). Dan dalam ay 26-27 Kristus mengkontraskan orang-orang Yahudi yang tidak percaya dengan murid-muridNya. Dan dalam ay 29 Kristus mengatakan bahwa Bapa ‘memberikan’ (Inggris: ‘gave’ - past tense) mereka kepadaNya.
5.   Yoh 13:9-11 - “(9) Kata Simon Petrus kepadaNya: ‘Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!’ (10) Kata Yesus kepadanya: ‘Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.’ (11) Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: ‘Tidak semua kamu bersih.’”.
6.   Yoh 14:17,19,22 - “(17) yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. ... (19) Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. ... (22) Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepadaNya: ‘Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diriMu kepada kami, dan bukan kepada dunia?’”.
7.   Yoh 15:3 - Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.”.
8.   Yoh 15:14-15,18-19 - “(14) Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. (15) Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu. ... (18) ‘Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. (19) Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.”.
9.   Yoh 16:20,27,30 - “(20) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. ... (27) sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. ... (30) Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepadaMu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.’”.
10.Yoh 17:2-3,6-12,14-16 - “(2) Sama seperti Engkau telah memberikan kepadaNya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya. (3) Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. ... (6) Aku telah menyatakan namaMu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepadaKu dari dunia. Mereka itu milikMu dan Engkau telah memberikan mereka kepadaKu dan mereka telah menuruti firmanMu. (7) Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepadaKu itu berasal dari padaMu. (8) Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaKu telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari padaMu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (9) Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab mereka adalah milikMu (10) dan segala milikKu adalah milikMu dan milikMu adalah milikKu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. (11) Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepadaMu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. (12) Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. ... (14) Aku telah memberikan firmanMu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. (15) Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. (16) Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.”.
11.Mat 12:49-50 - “(49) Lalu kataNya, sambil menunjuk ke arah murid-muridNya: ‘Ini ibuKu dan saudara-saudaraKu! (50) Sebab siapapun yang melakukan kehendak BapaKu di sorga, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu.’”.
12.Jika murid-murid itu adalah orang-orang yang tidak percaya, bagaimana mungkin Kristus mengajak mereka ikut Perjamuan Kudus? Tidakkah itu bertentangan dengan 1Kor 11:27-31?
1Kor 11:27-31 - “(27) Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. (28) Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. (29) Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. (30) Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. (31) Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.”.
Saya punya satu pertanyaan lagi: kalau kamu katakan bahwa rasul-rasul itu belum percaya pada saat itu, lalu kapan mereka betul-betul percaya kepada Yesus dan diselamatkan? Bisakah kamu menunjukkan ayatnya?

Dari semua argumentasi ini saya menganggap bahwa semua murid-murid, kecuali Yudas Iskariot, sudah percaya pada saat itu.

Saya menambahkan: kalau Yesus berbicara kepada orang yang hampir selamat, ia berbicara dengan cara yang berbeda.
Mark 12:34 - “Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: ‘Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!’ Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.”.

Saya juga mengatakan: saya tak akan pernah menganggap seseorang sebagai Kristen / orang percaya, kalau ia tidak percaya kematian dan kebangkitan Kristus, pada jaman Perjanjian Baru. Tetapi kalau itu terjadi pada jaman Perjanjian Lama, atau pada masa transisi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, itu lain lagi.


Mereka menjawab:

1.   Tentang orang-orang kudus Perjanjian Lama (seperti Abraham):
Yoh 8:56 - “Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hariKu dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.’”.

Saya jawab balik:
Apa arti ayat ini untuk kamu? Apakah ayat ini berarti bahwa Abraham percaya kepada Kristus seperti yang kamu percayai? Itu mustahil! Ia bahkan tidak tahu semua fakta-fakta tentang Kristus. Lalu bagaimana ia bisa mempercayainya? Saya memang percaya bahwa Kristus tercakup dalam iman Abraham, tetapi ia tidak bisa percaya tentang kematian dan kebangkitan Kristus persis seperti kita percaya karena ia tidak tahu tentang hal-hal itu. Bersikaplah realistik dalam menafsir!

Mereka menjawab:
Hmmm. Abraham is an Old Testament saint; did he believe in Christ? According to Budi, he never heard of Him. But if Abraham never heard, never believed in Christ, then what is he seeing that he should rejoice so? Budi, what dispensationalist teacher are you reading that you could be so ignorant of what the Old Testament saints believed? I mean, even the New Testament is very clear about what the Old Testament believers like Abraham believed. The Old Testament saints believed the same gospel as the New Testament saints. (= Hmmm. Abraham adalah seorang kudus Perjanjian Lama; apakah ia percaya kepada Kristus? Menurut Budi, ia tidak pernah mendengar tentang Dia. Tetapi jika Abraham tidak pernah mendengar, tidak pernah percaya kepada Kristus, lalu apa yang sedang ia lihat sehingga ia bersukacita seperti itu? Budi, guru dispensasionalis mana / apa yang kamu sedang baca sehingga kamu bisa begitu tidak tahu tentang apa yang orang-orang kudus Perjanjian Lama percayai? Aku memaksudkan, bahkan Perjanjian Baru adalah sangat jelas tentang apa yang orang-orang percaya Perjanjian Lama seperti Abraham percayai. Orang-orang kudus Perjanjian Lama percaya injil yang sama seperti orang-orang kudus Perjanjian Baru).
Ia lalu mengutip Ro 3:21-22 - “(21) Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, (22a) yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.”.
Apakah kelihatannya injil Yesus Kristus adalah sesuatu yang orang-orang kudus Perjanjian Lama percayai? Ya, itu ‘disaksikan dalam kitab Taurat dan kitab-kitab para nabi’, itu adalah Perjanjian Lama.

Ia lalu mengutip Maz 32:1-2 dan Ro 4:6-8.
Maz 32:1-2 - “(1) [Dari Daud.] Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! (2) Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!”.
Ro 4:6-8 - “(6) Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: (7) ‘Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; (8) berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.’”.
Sekarang, setelah membaca Maz 32:1-2 dan Ro 4:6-8, apakah kita tahu bahwa Daud sedang berbicara tentang kebenaran yang diperhitungkan (kepada kita)? Sangat jelas. Daud, dalam Maz 32, sedang berbicara tentang keadaan diberkati dari orang-orang kepada siapa Allah memperhitungkan kebenaran terpisah dari perbuatan baik. Kebenaran sempurna dari Kristus diperhitungkan kepada umatNya / bangsaNya, dan Daud percaya hal ini, sama seperti semua orang-orang kudus Perjanjian Lama mempercayainya. Bahkan Maz 32 menunjukkan kepada kita ungkapan yang kami terus menerus pakai - ‘darah yang menebus’ dan ‘kebenaran Kristus yang diperhitungkan’. Jadi kita melihat bahwa injil keselamatan yang disyaratkan pada ‘darah yang menebus’ dan ‘kebenaran Kristus yang diperhitungkan’, diberitakan dalam Perjanjian Lama.

Mereka lalu mengutip Gal 3:8 - “Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: ‘Olehmu segala bangsa akan diberkati.’”.

Ini merupakan satu ayat lagi yang menunjukkan dengan jelas bahwa Abraham percaya pada injil Kristus.

Saya jawab balik:
Apakah kamu lupa bahwa Abraham hidup sebelum hukum Taurat dan nabi-nabi? Dan bahkan dalam Hukum Taurat dan nabi-nabi, Yesus Kristus tidak digambarkan sejelas seperti dalam Perjanjian Baru! Karena itu, bahkan semua murid-murid pertama-tama salah mengerti banyak hal tentang sang Mesias!

Lalu tentang Maz 32:1-2 dan Ro 4:6-8, adalah memungkinkan bahwa Daud menulis apa yang ia tidak sepenuhnya mengerti. Mengapa Paulus menjelaskan apa yang Daud katakan, jika itu sudah cukup jelas?

Bdk. 1Pet 1:10-12 - “(10) Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. (11) Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. (12) Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.”.
Jika malaikat-malaikat saja tidak mengerti, apalagi nabi-nabi!

Saya gunakan text lain lagi yaitu Mat 13:10-17 - “(10) Maka datanglah murid-muridNya dan bertanya kepadaNya: ‘Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?’ (11) Jawab Yesus: ‘Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. (12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (13) Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. (14) Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. (15) Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. (16) Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (17) Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”.

Tentang Gal 3:8, ya itu adalah injil yang Abraham dengar.
Bdk. Kej 12:3 - “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.’”.
Apakah injil itu sama jelasnya dengan injil kita dalam Perjanjian Baru?

2.   Kembali tentang Petrus.
Mereka berkata:
Bukan hanya memungkinkan bagi orang pilihan yang belum lahir baru / belum selamat untuk diberkati secara rohani, tetapi bahkan adalah memungkinkan untuk orang pilihan yang belum lahir baru / belum selamat untuk diberkati sebelum mereka ada, bahkan sebelum dunia dijadikan.
Ef 1:3-4 - “(3) Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. (4) Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya.”.

Jawaban saya:
Ya, tetapi berkat itu adalah bahwa kita telah dipilih sebelum dunia dijadikan. Tetapi memuji seseorang pada saat ia masih belum percaya, adalah mustahil. Dan Yesus tidak akan, dan tidak bisa, memuji Petrus, seandainya Petrus pada saat itu belum percaya.

Mereka menjawab:
Tentang pertanyaan saya berkenaan dengan Mat 16:19, apakah Kristus memberikan kunci kerajaan surga kepada seseorang yang belum percaya, mereka menjawab ‘Pada akhirnya tidak, karena Petrus adalah orang pilihan’. Tetapi apa pandanganmu tentang ‘kunci kerajaan surga’ itu? Apa yang seseorang bisa lakukan dengan ‘kunci’ ini? Apakah itu adalah kunci yang membuka pintu bagi pemberitaan Injil kepada orang-orang non Yahudi dan orang-orang Yahudi? Jika demikian, ada orang-orang yang tidak percaya yang memberitakan injil yang benar / sejati dengan motivasi yang salah (Fil 1:15-18).
Fil 1:15-18 - “(15) Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakanNya dengan maksud baik. (16) Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, (17) tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. (18) Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,”.
Catatan: dalam bagian awal dari ay 18 ini Kitab Suci Indonesia salah terjemahan. KJV/RSV/NASB: ‘What then?’ (= Lalu apa?).

Dan tentang ayat-ayat yang saya gunakan, yang menunjukkan Petrus dan murid-murid sudah percaya, mereka menjawab: Simon tukang sihir juga dikatakan percaya (Kis 8:13). Apakah ini menunjukkan ia memang betul-betul percaya?

Mereka juga menggunakan Yoh 8:31-40 - “(31) Maka kataNya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: ‘Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu (32) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.’ (33) Jawab mereka: ‘Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?’ (34) Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. (35) Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. (36) Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.’ (37) ‘Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firmanKu tidak beroleh tempat di dalam kamu. (38) Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.’ (39) Jawab mereka kepadaNya: ‘Bapa kami ialah Abraham.’ Kata Yesus kepada mereka: ‘Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. (40) Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.”.
Di sini ada suatu text yang berbicara tentang orang-orang yang percaya kepada Kristus. Jika kamu konsisten, kamu harus mengatakan bahwa adalah mungkin bagi seorang yang percaya untuk membunuh Kristus.

Tentang Yoh 13:9-11, ia berkata bahwa ‘bersih’ atau ‘tidak bersih’ harus diartikan sesuai kontextnya, dan karena itu harus diartikan ‘siapa yang mengkhianat dan siapa yang tidak mengkhianati Yesus’.
Baca ini: Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: ‘Tidak semua kamu bersih.’.

Saya menjawab:

Tentang ‘kunci’, itu memang adalah kunci yang membuka injil kepada dunia. Mungkinkah itu diberikan kepada orang yang tidak percaya?
Siapa mengatakan bahwa orang-orang yang memberitakan Injil dalam Fil 1:15-18 adalah orang-orang yang tidak percaya? Apakah tidak mungkin bahwa bahkan orang-orang percaya memberitakan Injil dan melayani Tuhan dengan motivasi yang salah?

Tentang Simon tukang sihir, memang kadang-kadang Alkitab menulis / berbicara bukan sesuai dengan fakta, tetapi sesuai dengan kelihatannya. Jadi kalau dikatakan seseorang percaya, kontext harus memutuskan apakah ia memang percaya atau tidak. Dalam Kis 8, kata-kata Petrus jelas menunjukkan bahwa Simon tukang sihir bukan orang percaya. Tetapi dalam Yoh 2:11, kontextnya sama sekali tidak menuntut penafsiran seperti itu.

Tentang Yoh 8 dimana orang-orang percaya mau membunuh Yesus, jelas bahwa dalam text itu ada dua kelompok orang Yahudi. Pada bagian awal dari text itu, Yesus berbicara kepada orang-orang Yahudi yang percaya, tetapi dialog bagian akhir adalah antara Yesus dengan orang-orang Yahudi yang tidak percaya! Merekalah yang dikatakan mau membunuh Kristus!

Tentang ‘bersih’ dan ‘tidak bersih’ yang ia katakan sebagai ‘orang yang tidak mengkhianat’ dan ‘orang yang mengkhianat’, saya tanya: apakah kamu betul-betul percaya akan apa yang kamu katakan? Bagi aku, tafsiranmu itu konyol / menggelikan! Tentu saja ‘orang yang tidak bersih’ itu menunjuk kepada Yudas Iskariot, tetapi adalah tidak benar bahwa ‘bersih’ atau ‘tidak bersih’ menunjuk kepada apakah orang itu mengkhianat atau tidak.
Bdk. Yoh 15:3 - “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.”.

Mereka menjawab:
Dalam arti apa Petrus itu bersih pada waktu ia menyangkal bahwa adalah perlu bahwa Yesus menderita dan mati di salib? Pastilah Petrus adalah bersih karena dianggap diberkati secara kekal / dari kekekalan dalam Pribadi dan Pekerjaan dari Kristus. Tetapi apakah Petrus dianggap bersih dalam arti sudah selamat?

Budi, kamu menghindar dengan membuat perkecualian-perkecualian bagi / terhadap injil dengan menyangkal peraturan-peraturan dari Mark 16:16 dan Ro 1:16-17, dengan membuat pembedaan palsu tentang orang-orang kudus Perjanjian Lama dan orang-orang kudus pada masa transisi yang percaya secara berbeda dengan orang-orang kudus Perjanjian Baru.

Mereka lalu mengutip Ro 1:1-2 - “(1) Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. (2) Injil itu telah dijanjikanNya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabiNya dalam kitab-kitab suci,”.
Dan mereka berkata: injil Allah dijanjikan melalui nabi-nabiNya, dan ini pasti adalah nabi-nabi Perjanjian Lama. Budi baru mengatakan bahwa berkenaan dengan jaman Perjanjian Lama itu adalah cerita yang berbeda. Budi salah.

Saya menjawab:
Tidak mungkin! Jika Petrus adalah orang yang tidak percaya pada saat itu, ia bisa dianggap bersih secara hukum, tetapi tidak secara actual / sungguh-sungguh.
Yoh 5:24 - “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”.

Aku tidak menghindar. Aku menunjukkan kepadamu semua ayat-ayat ini supaya kamu bisa tahu bahwa ayat-ayatmu, yaitu Mark 16:16 dan Ro 1:16-17 dll, harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan ayat-ayat yang aku tunjukkan kepadamu. Apa yang kamu lakukan adalah ini: kamu hanya melihat ayat-ayatmu, lalu kamu membuat suatu peraturan / ketentuan, suatu peraturan / ketentuan yang sangat ketat, dan kamu mengabaikan ayat-ayatku, atau bahkan kamu mengabaikan seluruh sisa Alkitab! Dengan kata lain, kamu menggunakan hanya sebagian dari Alkitab, ayat-ayat favoritmu! Bagi aku, mottoku adalah ‘Kitab Suci menafsirkan Kitab Suci’. Apakah kamu percaya seluruh Alkitab, atau hanya ayat-ayat favoritmu? Kamu tak senang pada ayat-ayatku, bukan? Dan kamu lelah / bosan memuntir ayat-ayatku, bukan? Dan bagi aku, bahkan ayat-ayatmu tidak membuktikan pandanganmu!

Untuk menjawab argumentasi mereka yang menggunakan Ro 1:1-2, dimana mereka mengatakan bahwa injil Allah dijanjikan kepada nabi-nabi Perjanjian Lama, dan karena itu tidak ada ‘cerita yang berbeda’ antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, saya menjawab: Kadang-kadang kelihatannya kamu mempunyai logika yang sangat kuat, tetapi kadang-kadang, seperti di sini, kamu kelihatannya tidak punya logika sama sekali! Saya percaya sudah ada injil dalam Perjanjian Lama, tetapi bagaimana mungkin bahwa injil dalam Perjanjian Lama sama jelas dan lengkapnya dengan injil dalam Perjanjian Baru? Pada jaman itu Kristus belum dilahirkan, apalagi menderita dan mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit untuk pembenaran kita. Jika kamu katakan bahwa injil dalam Perjanjian Lama sama jelas dan lengkapnya seperti injil dalam Perjanjian Baru, bagaimana mungkin semua orang Yahudi bisa salah mengerti tentang sang Mesias? Dan bagaimana mungkin injil disebut berulang-ulang sebagai ‘mystery’ (misteri / rahasia) dalam Perjanjian Baru? Mari kita melihat ayat-ayatnya.
Ro 16:25-27 - “(25) Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, - menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, (26) tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman - (27) bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.”.
1Kor 2:7 - “Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.”.
Ef 3:2-6 - “(2) - memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, (3) yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. (4) Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, (5) yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabiNya yang kudus, (6) yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.”.
Kol 1:25-27 - “(25) Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firmanNya dengan sepenuhnya kepada kamu, (26) yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudusNya. (27) Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!”.

c)         Rasul Yohanes.
Ia sampai 2 x menyembah malaikat!
Wah 19:10 - Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: ‘Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.’”.
Wah 22:8-9 - “(8) Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. (9) Tetapi ia berkata kepadaku: ‘Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!’”.
Iman apa yang ia punyai sehingga ia bisa melakukan hal itu? Haruskah kita menganggap rasul Yohanes sebagai orang yang unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat)?

Mereka menjawab:
Kamu menganggap rasul Yohanes tahu atau tidak tahu kalau itu adalah seorang malaikat? Yohanes mungkin mengira itu adalah Yesus. Kesalahan Yohanes berbeda dengan kesalahan orang Arminian, yang mengatakan bahwa Yesus mati untuk orang-orang yang masuk neraka.

Saya menjawab balik:
Tentu saya menganggap bahwa Yohanes tahu kalau itu adalah seorang malaikat. Dalam kitab Wahyu berulang-ulang dikatakan bahwa Yohanes melihat malaikat / malaikat-malaikat (Wah 5:2,11  7:1,2  8:2  10:1,5  14:6  18:1  19:17  20:1). Dan Yohanes juga sudah melihat Kristus yang dimuliakan dalam Wah 1:9-20. Jadi, apakah mungkin ia masih tidak bisa membedakan antara Kristus dan malaikat / malaikat-malaikat? Apakah kamu anggap mereka mirip?
Bdk. Yes 46:9 - “Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,”.
Jadi, sekalipun seorang malaikat bersinar, tetapi Yesus pasti bersinar dengan jauh lebih terang, sehingga mustahil Yohanes tak bisa membedakan antara Yesus dan malaikat.
Juga seandainya dalam penyembahan pertama kepada malaikat, ia melakukan kesalahan (karena salah mengenali), apakah mungkin ia salah mengenali lagi untuk kedua-kalinya sehingga ia menyembah malaikat lagi? Malaikat itu pastilah saudara kembarnya Yesus!

Mereka menjawab:
Argumentasi bodoh / konyol. Bagaimana terangnya Yesus tampil kepada orang-orang dalam perjalanan ke Emaus (Luk 24:13-16)?

Saya jawab balik:
Itu terjadi sebelum kenaikan Yesus ke surga. Setelah kenaikanNya, Yesus tidak pernah menunjukkan diriNya sendiri dalam bentuk manusia biasa, seperti sebelum Ia mati / naik ke surga.

d)         Rasul Tomas.
Bahkan setelah 10 murid yang lain memberitahu dia bahwa Yesus telah bangkit, ia tetap tidak mau percaya.
Yoh 20:24-25 - “(24) Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. (25) Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: ‘Kami telah melihat Tuhan!’ Tetapi Tomas berkata kepada mereka: ‘Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.’.
Iman apa yang dipunyai Tomas pada saat ini? Ia tidak percaya kebangkitan Yesus, yang bukan hanya telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri, tetapi juga telah disaksikan oleh 10 murid-murid Yesus yang lain!

Dan kalau mereka mengutip 1Kor 15:3, sekarang saya mengutip lebih panjang.
1Kor 15:1-4 - “(1) Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. (2) Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu - kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. (3) Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, (4) bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;”.

Ay 3 berbicara tentang kematian Yesus karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci. Tetapi ay 4nya berbicara tentang penguburan dan kebangkitanNya pada hari ke 3, sesuai dengan Kitab Suci.
Kalau mereka mengatakan berdasarkan 1Kor 15:3 bahwa orang-orang Arminian tidak mengerti tentang penebusan / injil, dan karena itu termasuk orang yang unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat), maka bukankah dari 1Kor 15:4nya kita juga harus menyimpulkan bahwa Tomas juga seperti itu?

Mereka menjawab:
Mereka mengatakan bahwa 1Kor 15:3-4 memang menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus merupakan sesuatu yang hakiki dari injil, dan karena Tomas tidak percaya hal itu, maka pada saat itu ia memang seorang unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat).
Mereka lalu mengutip Yoh 20:27-29 - “(27) Kemudian Ia berkata kepada Tomas: ‘Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.’ (28) Tomas menjawab Dia: ‘Ya Tuhanku dan Allahku!’ (29) Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.’”.
Dan mereka mengatakan: Yesus sendiri mengatakan bahwa pada saat itu Tomas memang belum percaya.

Saya menjawab balik:
Tomas tidak percaya tentang apa? Bukan tidak percaya kepada Yesus, tetapi tidak percaya tentang kebangkitan Yesus. Itu yang Yesus bicarakan dalam Yoh 10:27,29.

Bukan hanya Tomas, tetapi juga murid-murid yang lain mula-mula tidak percaya pada kebangkitan Yesus. Bahkan Yohanes percaya kebangkitan baru pada saat ia melihat kubur yang kosong.
Yoh 20:8 - “Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.”.

Jadi, semua mereka adalah unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat) pada saat itu? Jika demikian, bagaimana kamu menjelaskan ayat-ayat yang sudah saya berikan di atas?

Apa anggapanmu tentang orang-orang pada jaman Perjanjian Lama? Iman yang bagaimana yang harus mereka punyai untuk selamat? Haruskah mereka juga percaya pada kematian dan kebangkitan Yesus? Dan juga tentang substitution (penggantian), imputation (pemerhitungan), propitiation (peredaan / pemenuhan tuntutan), 5 points Calvinisme, dsb?

Jika kita bisa membedakan iman dari orang-orang jaman Perjanjian Lama dari iman orang-orang pada jaman Perjanjian Baru, maka mengapa kita tak boleh membedakan iman rasul-rasul dan iman kita? Mereka hidup pada jaman dimana Perjanjian Baru belum ada / belum selesai ditulis. Saya menyebut ini sebagai masa transisi.

e)         Bagaimana dengan Maria, ibu Yesus?
Malaikat telah memberitahunya tentang ke-Anak-an dari Yesus.
Luk 1:31-35 - “(31) Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (32) Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, (33) dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.’ (34) Kata Maria kepada malaikat itu: ‘Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?’ (35) Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah..
Tetapi setelah itu ia masih tidak mengerti tentang hal itu.
Luk 2:49-50 - “(49) JawabNya kepada mereka: ‘Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah BapaKu?’ (50) Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakanNya kepada mereka..

Mereka menjawab:
Is this the same Mary that is recorded here? ‘And they said to her, Woman, why do you weep? She said to them, Because they took away my Lord, and I do not know where they put Him’ (John 20:13). Does this appear that Mary has any idea that it was necessary for Jesus to suffer and to rise again? If she is ignorant of the resurrection then of course she is unregenerate. [= Apakah ini adalah Maria yang sama dengan yang dicatat di sini? ‘Dan mereka berkata kepadanya: ‘Perempuan, mengapa engkau menangis?’ Ia berkata kepada mereka, Karena mereka mengambil Tuhanku, dan aku tidak tahu di mana mereka meletakkan Dia’ (Yoh 20:13). Apakah ini menunjukkan bahwa Maria mempunyai gagasan / pengertian apapun bahwa adalah perlu bagi Yesus untuk menderita dan bangkit kembali? Jika ia tidak tahu tentang kebangkitan maka tentu saja ia adalah seorang yang unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat).] - dari file ‘Heterodoxy3.doc’.

Saya menjawab balik:
Tentu mereka berbeda. Yang saya bicarakan adalah Maria ibu Yesus, dan yang ada dalam Yoh 20:13 itu adalah Maria Magdalena.
Jadi, bagaimana jawabmu tentang ibu Yesus? Apakah ia unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat) pada saat itu? Jika kamu katakan ia sudah percaya, lalu mengapa ada kontradiksi dalam pengertiannya tentang ke-Anak-an Yesus? Jika kamu katakan ia unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat), bagaimana kamu menjelaskan ayat-ayat di bawah ini?
Luk 1:28,30,38,41,42,46-48 - “(28) Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: ‘Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.’ ... (30) Kata malaikat itu kepadanya: ‘Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. ... (38) Kata Maria: ‘Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.’ Lalu malaikat itu meninggalkan dia. ... (41) Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, (42) lalu berseru dengan suara nyaring: ‘Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. ... (46) Lalu kata Maria: ‘Jiwaku memuliakan Tuhan, (47) dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, (48) sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia [blessed (= diberkati)],”.

Kata ‘diberkati’ pasti ada dalam arti rohani, dan itu mustahil kalau Maria adalah seorang yang tidak percaya.

Saya mau menambahi beberapa argumentasi:

1.   Bagaimana anggapanmu tentang orang-orang Kristen, tua-tua dan rasul-rasul dalam Kis 15? Mereka pasti setidaknya mempunyai keraguan / kebingungan tentang apakah mereka diselamatkan oleh iman saja, atau oleh iman dan perbuatan baik / ketaatan pada hukum Taurat (bdk. Kis 15:1), karena kalau tidak, mereka tidak akan mengadakan sidang gereja Yerusalem. Jadi, mereka semua unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat)?

Mereka menjawab:
Sidang Gereja itu bukan mempersoalkan tentang apakah seseorang diselamatkan oleh perbuatan baik atau tidak. Persoalan dari Sidang Gereja itu adalah apakah mereka yang diselamatkan oleh Kristus saja harus hidup seperti orang-orang Yahudi. Persoalannya adalah apakah orang-orang non Yahudi harus disunat untuk menunjukkan bahwa iman mereka kepada Kristus adalah iman yang sejati.

Saya jawab balik:
Tidakkah memuntir ayat-ayat Alkitab membuat kamu lelah? Mari kita baca textnya.
Kis 15:1,5,11 - “(1) Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: ‘Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.’ ... (5) Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: ‘Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.’ ... (11) Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.’”.

2.   Bagaimana tentang orang-orang Kristen dalam Kis 11:19?
Kis 11:19 - “Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.”.
Saya kira mereka harus adalah sama dengan orang-orang Kristen yang tersebar dalam Kis 8:1,4 - “(1) Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. ... (4) Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.”.

Mengapa mereka memberitakan Injil hanya kepada orang-orang Yahudi? Jelas karena mereka masih punya kepercayaan dari orang-orang Yahudi, bahwa hanya orang-orang Yahudi saja yang bisa diselamatkan. Ini teologia yang buruk, tetapi mereka yang punya teologia yang buruk itu adalah orang-orang Kristen!

Mereka menjawab:
Kalau mereka tetap mempunyai teologia dari orang-orang Yahudi lalu mengapa mereka pergi dan memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi dan menyuruh mereka bertobat dan percaya injil? Itu tidak masuk akal. Mereka memberitakan kepada orang-orang Yahudi karena teologia mereka bertentangan frontal dengan teologia orang-orang Yahudi. Jadi, bagimu doktrin dari orang-orang Yahudi (Yudaisme) adalah doktrin Kristen?

Saya jawab balik:
Tentu saja aku tidak memaksudkan bahwa teologia mereka persis sama seperti orang-orang Yahudi yang tidak percaya itu. Berbeda dengan orang-orang Yahudi yang tidak percaya itu, mereka sudah percaya kepada Yesus. Tetapi tetap ada sisa dari teologia Yahudi yang salah dalam diri mereka, bahwa hanya orang-orang Yahudi yang bisa diselamatkan. Karena itu, mereka memberitakan Injil hanya kepada orang-orang Yahudi. Dalam hal ini, saya juga memberikan dukungan dari buku tafsiran Adam Clarke dan Albert Barnes.

3.   Dan bagaimana tentang orang-orang / jemaat dari gereja Korintus pada jaman Paulus? Mereka mempunyai teologia yang buruk (1Kor 15 - tentang kebangkitan orang mati) dan juga kehidupan yang buruk (1Kor 5 - incest; 1Kor 6 - percabulan). Ada golongan-golongan / grup-grupan di antara mereka (1Kor 1:10-13  3:3-4), mereka menyalah-gunakan bahasa Roh (1Kor 12-14). Tetapi Paulus mengatakan bahwa mereka adalah bayi dalam Kristus (1Kor 3:1). Dan sebelum Paulus memberitakan Injil kepada mereka, Allah telah memberitahu Paulus bahwa Ia mempunyai banyak umat di sana (Kis 18:9-10). Juga baca text ini.
1Kor 1:2-9 - “(2) kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. (3) Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. (4) Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkanNya kepada kamu dalam Kristus Yesus. (5) Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, (6) sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. (7) Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. (8) Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. (9) Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan AnakNya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.”.
Juga perhatikan ay 3, dimana Paulus mengucapkan damai kepada mereka. Kalau mereka unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat), maka berdasarkan pengertianmu sendiri, Paulus haruslah juga unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat).
Sekarang baca 1Kor 1:10 - “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.”.
Paulus menyebut mereka ‘saudara’. Jika mereka adalah orang-orang yang tidak percaya, maka berdasarkan teologiamu sendiri, Paulus juga haruslah bukan orang percaya.
Jadi, dari semua ayat-ayat ini bukankah kita harus menganggap bahwa sekalipun mereka mempunyai theologia yang buruk (tentang kebangkitan), tetapi mereka tetap adalah orang-orang percaya?

Mereka menjawab:
Paulus mengucapkan damai dan menyebut ‘saudara’ hanya kepada jemaat Korintus yang percaya. Kamu memuntir Kitab Suci untuk menerapkan ay 3 kepada mereka yang menyangkal kebangkitan dalam 1Kor 15:12. Paulus membedakan antara mereka yang percaya kebenaran yang hakiki dari injil dan mereka yang menyangkalnya.

Saya jawab balik:
Kamu mungkin benar, jika kita berbicara tentang guru-guru dari ajaran sesat yang menyangkal kebangkitan itu. Tetapi bagaimana tentang mereka yang hanya ragu-ragu tentang hal itu? Saya kira Paulus menulis bagian ini untuk mereka yang ragu-ragu. Jika tidak ada satupun yang ragu-ragu, mengapa ia menulis bagian ini? Jadi, saya pikir bahwa adalah mungkin bagi seorang Kristen sejati untuk meragukan hal-hal yang penting. Kita tidak harus mempunyai pengertian yang sempurna dan iman yang sempurna untuk diselamatkan.

4.   Juga bagaimana dengan jemaat Galatia pada jaman Paulus? Mereka bingung tentang selamat karena iman saja dan selamat karena iman + perbuatan baik!!

Tetapi apa yang Paulus katakan kepada mereka? Gal 1:3-4 - “(3) kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, (4) yang telah menyerahkan diriNya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.”.
Kata ‘kita’ mencakup jemaat Galatia, bukan? Dan Paulus mengucapkan damai kepada mereka!

Juga lihat Gal 3:2-4 - “(2) Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? (3) Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? (4) Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!.

Gal 3:26 - “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.”.

Gal 6:18 - “Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.”.

Jika mereka unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat), maka menurut teologiamu, Paulus juga harus unregenerate (belum lahir baru / tidak selamat)!

Mereka menjawab:
Apa yang terjadi dengan pembedaanmu tentang jaman Perjanjian Lama dan masa transisi? Surat Galatia bukan Perjanjian Lama, dan juga itu bukan masa transisi, tetapi kamu mengatakan mereka yang percaya pada keselamatan karena iman dan perbuatan baik adalah orang percaya.
Jadi, lupakan tentang masa transisi dan jaman Perjanjian Lama, bahkan dalam kasus orang-orang Galatia kamu akan memeluk orang-orang yang percaya pada keselamatan karena iman dan perbuatan baik sebagai saudara rohanimu!

Saya jawab balik:
Adalah mungkin untuk tetap mengatakan bahwa mereka tetap hidup dalam masa transisi, karena pada saat itu Alkitab belum lengkap. Dan juga, seperti dalam gereja Korintus, saya pikir mereka hanya ragu-ragu. Jika mereka sungguh-sungguh percaya keselamatan karena iman dan perbuatan baik, saya setuju dengan kamu bahwa mereka pasti bukan orang-orang percaya. Tetapi jika mereka ragu-ragu, itu hanya menunjukkan bahwa pengertian dan iman mereka tidak sempurna. Itu tidak membuat mereka tidak selamat.

Catatan: saya tidak memasukkan seluruh perdebatan. Ada jawaban lagi dari mereka tetapi sangat tidak masuk akal, dan kelihatan jelas mereka memaksakan ayat-ayat sehingga artinya sesuai dengan kemauan mereka. Saya tak bisa memasukkan semua karena nanti akan menjadi ruwet sekali. Bagi yang mengerti bahasa Inggris, bisa meminta debat lengkapnya dari saya.

Saya akan mengakhiri bagian ini dengan memberikan seluruh jawaban terakhir mereka (seluruh file) dan jawaban balik dari saya (juga seluruhnya). Dan yang menulis bagian ini adalah Marc D. Carpenter sendiri.

Mereka berkata:
“Budi, you’re just laughable.  I mean, take a look at these two blatantly contradictory things you said: ‘I think almost all of them had a very imperfect understanding about the Trinity, the deity of Jesus, and even about salvation by faith alone. But many of them died as martyrs!’. ‘You are slandering me! In this New Testament period, I will never consider anybody saved if they believe in salvation by works!’. Hmmmm... let’s see here ... the church fathers didn’t understand ‘salvation by faith alone,’ and yet you believe they were saved.  Yet these church fathers are in the New Testament period, and you ‘will never consider anybody saved if they believe in salvation by works.’” (= Budi, kamu menggelikan. Saya memaksudkan, lihatlah pada dua hal yang bertentangan secara menyolok yang kamu katakan: ‘Aku kira hampir semua dari mereka / bapa-bapa gereja mempunyai pengertian yang sangat tidak sempurna tentang Tritunggal, keilahian Yesus, dan bahkan tentang keselamatan oleh iman saja. Tetapi banyak dari mereka yang mati sebagai martir’. ‘Kamu memfitnah aku! Dalam jaman Perjanjian Baru ini, aku tidak akan pernah menganggap siapapun diselamatkan jika mereka percaya pada keselamatan karena perbuatan baik’. Hmmmm ... mari kita lihat di sini ... bapa-bapa gereja tidak mengerti ‘keselamatan karena iman saja’, tetapi kamu percaya mereka diselamatkan. Tetapi bapa-bapa gereja ini ada dalam jaman Perjanjian Baru, dan kamu ‘tidak akan pernah menganggap siapapun diselamatkan jika mereka percaya pada keselamatan karena perbuatan baik’.).

Jawaban saya:
“You always jump to the conclusion too fast. Did I say that The Church Fathers were saved? I did not say that! I am just confused, how was it possible for people with such a bad understanding, died as martyrs? I don’t doubt that some of them, with a real bad understanding, went to hell. I asked you about this to know whether you think that ALL of them went to hell or not. If you say that not all of them went to hell, then you have to believe that Christians with an imperfect understanding can go to heaven. If you say no, then isn’t it strange that not one of them went to heaven?” (= Kamu selalu menyimpulkan terlalu cepat. Apakah aku mengatakan bahwa bapa-bapa gereja itu diselamatkan? Aku tidak mengatakan itu! Aku hanya bingung, bagaimana mungkin orang-orang dengan teologia seburuk itu, mati sebagai martir? Aku tidak meragukan bahwa sebagian dari mereka, dengan pengertian yang betul-betul buruk, pergi ke neraka. Aku menanyakan hal ini kepadamu untuk mengetahui apakah kamu menganggap bahwa SEMUA dari mereka pergi ke neraka atau tidak. Jika kamu katakan bahwa tidak semua dari mereka pergi ke neraka, maka kamu harus percaya bahwa orang-orang Kristen dengan pengertian yang tidak sempurna bisa pergi ke surga. Jika kamu katakan tidak, maka tidakkah aneh bahwa tak seorangpun dari mereka pergi ke surga?).

Mereka berkata:
“And then another hilarious quote: ‘Those Arminians just misunderstand Him and His works. But as long as their misunderstanding is not about the most basic things, they are still saved.’ Yeah, those Arminians don’t have a misunderstanding of ‘the most basic things’; they just have a misunderstanding of ‘Him and His works.’ Okay, let’s see ... what are ‘the most basic things’ in the gospel?  Well ... could they have to do with ... well ... the PERSON of Christ and the WORK of Christ?  My, my.  ‘Those Arminians just misunderstand Him and His works.’  No doubt.  And yet these people also believe ‘the most basic things.’ Thus, you believe that Christ and His works are not the most basic things about the gospel.  So, Budi, let’s take out these two things:  (1) Christ, and (2) Christ’s works.  Alright, Budi, what do we have left?  What are the ‘most basic things’ in the gospel if you take away (1) Christ and (2) Christ’s works?  Give me a definition of the gospel that doesn’t include (1) Christ and (2) Christ’s works.  Of course, that’s rhetorical; you can do no such thing.  You’re a fool. [= Dan lalu suatu kutipan lain yang sangat lucu: ‘Orang-orang Arminian itu hanya salah mengerti tentang Dia dan pekerjaanNya. Tetapi selama kesalah-mengertian mereka bukan tentang hal-hal yang paling dasari, mereka tetap diselamatkan’. Ya, orang-orang Arminian itu tidak mempunyai kesalah-mengertian tentang ‘hal-hal yang paling dasari’; mereka hanya mempunyai kesalah-mengertian tentang ‘Dia dan pekerjaanNya’. Oke, mari kita lihat ... apa ‘hal-hal yang paling dasari’ dalam injil? Apakah hal-hal itu bisa berhubungan dengan ... Pribadi Kristus dan pekerjaan Kristus? Astaga. ‘Orang-orang Arminian itu hanya salah mengerti tentang Dia dan pekerjaanNya’. Tak diragukan. Tetapi orang-orang ini juga percaya ‘hal-hal yang paling dasari’. Jadi, kamu percaya bahwa Kristus dan pekerjaanNya bukanlah hal-hal yang paling dasari tentang injil. Jadi, Budi, mari mengambil dua hal ini: (1) Kristus, dan (2) Pekerjaan Kristus. Oke, Budi, apa yang tersisa? Apa ‘hal-hal yang paling dasari’ dalam injil jika kamu menyingkirkan (1) Kristus dan (2) Pekerjaan Kristus? Berikan aku suatu definisi dari injil  yang tidak mencakup (1) Kristus dan (2) pekerjaan Kristus. Tentu saja itu merupakan pertanyaan yang tak perlu dijawab; kamu tidak bisa melakukan hal seperti itu. Kamu tolol.].

Jawaban saya:
“Wait a minute. What do you mean by ‘Christ’? If you mean that Christ is God and Man, and Saviour / Redeemer, then of course every Christian must believe it. But how about whether or not Jesus could fall into sin (theoretically)? If someone is wrong about it, must he go to hell? Also what do you mean by ‘his works’? I think that you mean different things about ‘his works’ from what I do. I think they just mean that ‘He died for my sins’. Yeah, the whole world is a fool for you. All other Christians are fools for you. Prov 12:15 - “The way of a fool is right in his own eyes: but he that hearkeneth unto counsel is wise”. Prov 26:12 - “Seest thou a man wise in his own conceit? there is more hope of a fool than of him”. And, if I am a fool, why don’t you answer the arguments of this fool? Are you going to answer them or not? Are you more foolish than a fool? What are you then? An idiot?” [= Tunggu sebentar. Apa yang kamu maksudkan dengan ‘Kristus’? Jika kamu maksudkan bahwa Kristus adalah Allah dan Manusia, dan Juruselamat / Penebus, maka tentu saja setiap orang Kristen harus percaya hal itu. Tetapi bagaimana tentang apakah Yesus bisa jatuh ke dalam dosa (secara teoretis)? Jika seseorang salah tentang itu, haruskah ia pergi ke neraka? Juga apa yang kamu maksudkan dengan ‘pekerjaanNya’? Aku kira kamu memaksudkan hal-hal yang berbeda tentang ‘pekerjaanNya’ dengan yang aku maksudkan. Aku pikir itu hanya berarti bahwa ‘Ia mati untuk dosa-dosaku’. Ya, seluruh dunia adalah orang tolol bagimu. Semua orang-orang Kristen yang lain adalah orang-orang tolol bagimu. Amsal 12:15 - ‘Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.’. Amsal 26:12 - ‘Jika engkau melihat orang yang menganggap dirinya bijak, harapan bagi orang bebal lebih banyak dari pada bagi orang itu.’. Dan jika aku adalah orang tolol, mengapa kamu tak menjawab argumentasi-argumentasi dari orang tolol ini? Apakah kamu akan menjawabnya atau tidak? Apakah kamu lebih tolol dari orang tolol? Kalau demikian apa kamu itu? Seorang idiot?].

Mereka juga berkata:
“And your whole thing about Common Grace was just pathetic.” (= Dan seluruh halmu tentang kasih karunia umum hanyalah merupakan sesuatu yang menyedihkan).

Jawaban saya:
“I think you are pathetic. You cannot answer my arguments that destroys your argument. I have proven that God is kind to unbelievers / reprobates (Mat 5:45). And I have shown you that Jacob blessed Pharaoh, and God blessed Ishmael. What is your answer? You can’t answer the arguments of this fool, can you?” [= Saya kira kamu yang menyedihkan. Kamu tidak bisa menjawab argumentasi-argumentasiku yang menghancurkan argumentasimu. Saya telah membuktikan bahwa Allah itu baik kepada orang-orang yang tidak percaya / orang-orang yang ditentukan binasa (Mat 5:45). Dan saya telah menunjukkan kepadamu bahwa Yakub memberkati Firaun, dan Allah memberkati Ismael. Apa jawabanmu? Kamu tidak bisa menjawab argumentasi dari orang tolol ini, bukan?].

Mereka berkata:
“You kept saying over and over that just letting the reprobate live is evidence of God’s grace, and if God were not gracious to them, why didn’t he just immediately kill them. The reprobate are ‘vessels of wrath, having been fitted out for destruction’ (Rom 9:22). Their time on earth is to be spent being hardened according to God’s desire (Rom 9:18), in order for God to display His wrath and to make His power known (Rom 9:22), and also to make the riches of His glory known to the elect (Rom 9:33). The reprobate, during their lives, are being fattened for the kill. They are heaping up damnation upon themselves. The fact that they do not immediately go to hell after they are conceived is certainly not grace by any stretch. By living their lives, they increase their condemnation, which is exactly what they deserve. Did God show common grace toward Judas? After all, God did not immediately destroy Judas when Judas was conceived. Not only did Judas live until adulthood, but he was with the Lord Jesus Christ in person, witnessed His miracles, and heard Him preach. Yet Jesus Christ said, ‘Truly the Son of Man goes as it as been written concerning Him, but woe to that man through whom the Son of Man is betrayed! It were GOOD for him if that man had NEVER BEEN BORN’ (Mar 14:21)! Was God doing what was better for Judas by prolonging his life? Was God blessing or cursing Judas by causing him not only to live but to live with Jesus Christ Himself and to hear the gospel right from the mouth of Christ?” [= Kamu terus menerus berkata berulang-ulang bahwa hanya membiarkan orang reprobate (orang yang ditentukan untuk binasa) hidup adalah bukti dari kasih karunia Allah, dan jika Allah tidak murah hati / bersifat kasih karunia kepada mereka, mengapa Ia tidak langsung membunuh mereka. Orang-orang yang ditentukan untuk binasa adalah ‘bejana kemurkaan, dibentuk untuk kebinasaan / kehancuran’ (Ro 9:22). Waktu mereka di bumi harus dihabiskan untuk dikeraskan sesuai dengan keinginan Allah (Ro 9:18), supaya Allah menunjukkan murkaNya dan untuk menyatakan kuasaNya (Ro 9:22), dan juga untuk membuat kekayaan dari kemuliaanNya dinyatakan kepada orang-orang pilihan (Ro 9:33). Orang-orang yang ditentukan untuk binasa, sepanjang hidup mereka, digemukkan untuk dibunuh. Mereka menumpuk hukuman kepada diri mereka sendiri. Fakta bahwa mereka tidak langsung pergi ke neraka setelah mereka ditipu jelas bukan kasih karunia yang dilebarkan dengan cara bagaimanapun. Dengan menjalani kehidupan mereka, mereka meningkatkan hukuman mereka, yang adalah persis apa yang mereka layak dapatkan. Apakah Allah menunjukkan kasih karunia yang bersifat umum kepada Yudas? Bagaimanapun juga, Allah tidak langsung menghancurkan Yudas pada waktu Yudas ditipu. Bukan hanya Yudas hidup sampai dewasa, tetapi ia ada bersama Tuhan Yesus Kristus secara pribadi, menyaksikan mujijat-mujijatNya, dan mendengar khotbahNya. Tetapi Yesus Kristus berkata, ‘Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.’ (Mark 14:21)! Apakah Allah lakukan apa yang lebih baik untuk Yudas dengan memperpanjang hidupnya? Apakah Allah memberkati atau mengutuk Yudas dengan menyebabkan dia bukan hanya hidup tetapi hidup dengan YAHWEH sendiri dan untuk mendengar injil langsung dari mulut Kristus?].

Jawaban saya:
“You cannot answer my questions, can you? That is why you wrote a new email, and avoided all my questions / arguments. What about God’s blessing to Ishmael? And how about Jacob’ giving a blessing to Pharaoh? If you cannot answer my questions, it is better for you, if you repent! I have proved that your understanding and teaching contradict many verses from the Bible! And you still hold it? You are a stiff-necked fool!” [= Kamu tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku, bukan? Itu sebabnya kamu menulis email yang baru, dan menghindari semua pertanyaan-pertanyaan dan argumentasi-argumentasiku. Bagaimana tentang berkat Allah kepada Ismael? Dan bagaimana tentang pemberian berkat dari Yakub kepada Firaun? Jika kamu tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku, adalah lebih baik bagimu, jika kamu bertobat! Saya telah membuktikan bahwa pengertianmu dan ajaranmu bertentangan dengan banyak ayat-ayat dari Alkitab! Dan kamu tetap memegang / mempercayainya? Kamu adalah orang tolol yang tegar tengkuk!].
Catatan: saya tak menjawab kata-katanya tentang Yudas Iskariot. Itu sebetulnya bisa dijawab sebagai berikut: semua yang Allah berikan, seperti hidup lebih lama, bisa bersama-sama dengan Yesus Kristus, dan mendengar ajaranNya secara langsung, memang merupakan berkat bagi Yudas Iskariot, dan bahwa itu akhirnya memperburuk keadaannya, itu bukan karena salahnya Allah, tetapi karena salahnya Yudas Iskariot sendiri dalam menanggapi secara buruk berkat-berkat tersebut. Memang ia ditentukan untuk menjadi seperti itu, tetapi jangan lupa bahwa dalam teologia Reformed, kedaulatan Allah tidak membuang tanggung jawab manusia!

Mereka mengatakan:
“You do not worship the same God I worship.” (= Kamu tidak menyembah Allah yang sama yang aku sembah).

Marc

Jawaban saya:
“Maybe you are right! My God is the God of the Bible, and very different from the crazy god that you worship! I think your god is your belief / teaching! You really worship it!” (= Mungkin kamu benar! Allahku adalah Allah dari Alkitab, dan sangat berbeda dengan allah gila yang kamu sembah! Saya kira allahmu adalah kepercayaan / ajaranmu! Kamu betul-betul menyembahnya!).

Budi Asali.

Setelah ini, tak ada jawaban lagi dari mereka.


-o0o-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar