Selasa, 25 Maret 2014

INJIL YANG MENGGELIKAN


Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div

LUKAS 2:1-20


I) Kedatangan Yesus.

1) Kedatangan Yesus adalah sesuatu yang menggelikan!
Apanya yang menggelikan? Ay 7 mengatakan ‘palungan’. Ini menunjukkan bahwa Yesus dilahirkan di suatu tempat untuk hewan (tidak mesti kandang, tetapi bisa juga sebuah gua).
Bayangkan! Yesus dikatakan sebagai Allah, Mesias, Juruselamat, Raja dsb. Tetapi ketika Ia dilahirkan, ternyata Ia dilahirkan di tempat hewan! Adakah sesuatu yang lebih menggelikan dan lebih tidak masuk akal dari hal ini?
Tetapi perlu saudara ketahui bahwa Allah memang sering menolong / menyelamatkan orang dengan menggunakan jalan / hal-hal yang meng-gelikan dan tidak masuk akal.

Contoh:
·         peristiwa ular tembaga (Bil 21:4-9).
Cara supaya sembuh dari gigitan ular berbisa adalah memandang pada patung ular tembaga! Apakah itu bukan sesuatu yang menggelikan? Kalau saudara jadi orang yang digigit ular, maukah saudara memandang pada patung ular tembaga itu?
·         peristiwa Naaman (2Raja-raja 5).
Cara supaya sembuh dari penyakit kusta adalah mandi 7 x di Sungai Yordan! Kalau saudara terkena penyakit kusta, maukah saudara disuruh mandi 7 x di sungai?
·         garam untuk menyehatkan air (2Raja-raja 2:19-22).
·         tepung untuk menetralkan makanan beracun (2Raja-raja 4:38-41).

Tetapi, karena jalan yang tidak masuk akal dan menggelikan ini diberikan oleh Allah, maka itu adalah jalan / cara yang benar dan mujarab!
Karena itu, janganlah saudara tidak mau percaya kepada Yesus hanya karena saudara melihat bahwa kelahiranNya di tempat hewan adalah sesuatu yang menggelikan dan tidak masuk akal!

2)   Kedatangan Yesus adalah untuk saudara!
Ay 11: ‘bagimu. Ini adalah sesuatu yang harus ditekankan / diperhatikan secara khusus! Kecuali saudara sadar dan percaya bahwa Yesus datang di dunia bagi saudara, maka Natal sama sekali tidak berguna untuk saudara! Banyak orang menyadari dan mempercayai bahwa Yesus datang ke dunia untuk semua orang berdosa, tetapi mereka lupa bahwa diri mereka sendiri termasuk di dalam grup orang berdosa itu!
Karena itu, renungkanlah:
·         sadarkah saudara bahwa saudara adalah orang berdosa yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka?
·         sadarkah / percayakah saudara bahwa Yesus datang ke dunia untuk mati bagi dosa saudara, baik dosa yang lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang?

II) Sikap / tanggapan terhadap Kristus.

A)  Bagi orang yang belum percaya.

1)         Terimalah Yesus sebagai Juruselamat saudara (ay 11).
Dalam ay 10-14, para gembala mendengar Injil dari malaikat. Setelah malaikat itu pergi, mereka cepat-cepat datang kepada Yesus! (ay 15-16). Mereka tetap datang kepada Yesus sekalipun kelahiran Yesus adalah sesuatu yang menggelikan. Bandingkan ini dengan 1Kor 1:21 yang berbunyi: “Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil”.
Sikap para gembala ini berbeda sekali dengan sikap Herodes dalam Mat 2. Ia mendengar tentang Yesus, dan ia menyelidiki lebih banyak tentang Yesus, tetapi semua itu tidak mengubah dia. Ia tidak mau datang kepada Yesus, dan ia bahkan ingin membunuh Yesus.
Sikap para gembala itu juga berbeda dengan sikap para imam dan ahli Taurat dalam Mat 2. Mereka mengerti banyak tentang Yesus / Mesias, dan mereka bahkan bisa mengajarkannya kepada orang lain, tetapi mereka sendiri bersikap acuh tak acuh terhadap Yesus dan mereka tidak mau pergi untuk mendapatkan Yesus.

Tirulah sikap dari para gembala itu, dan terimalah Yesus sebagai Juruselamat saudara! Sekarang ada banyak orang yang menekankan Yesus sebagai dokter, penyembuh penyakit, pembuat mujijat, penolong, pemberi berkat, pemberi kekayaan, teladan dsb. Tetapi ingat, bahwa yang terpenting adalah menerima Dia sebagai Juruselamat! Ingat bahwa malaikat menyuruh Yusuf memberi nama Anak itu ‘Yesus’ “karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka” (Mat 1:21b).
Ada seorang yang memberikan syair ini:

“Be my Example and my Guide
My Friend, yea everything beside
But first, last, best, whate’er betide
Be thou to me my Savior”
(= Jadilah Teladanku dan Pembimbingku
Temanku, ya segala sesuatu yang lain
Tapi, pertama, terakhir, terbaik, apapun yang terjadi
Jadilah Engkau bagiku Juruselamatku).

2)   Terimalah Yesus sebagai Tuhan (ay 11).
Banyak orang yang menganggap bahwa mereka bisa menerima Yesus hanya sebagai Juruselamat, dan tidak sebagai Tuhan. Orang-orang seperti ini biasanya bisa bersukacita dan memuji Tuhan karena mereka menganggap bahwa dosa mereka telah diampuni, tetapi hidup mereka sama sekali tidak mengalami perubahan! Orang-orang seperti ini, pada hakekatnya, belum sungguh-sungguh menerima Yesus sebagai Juruselamat! (bdk. Yak 2:17,26).
Kalau saudara adalah orang yang seperti itu, perhatikanlah ay 11 yang berbunyi: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud”.
Dari ay 11 ini terlihat bahwa dalam pemberitaan Injil yang pertama yang dilakukan oleh para malaikat, Kristus diberitakan sebagai Juruselamat dan sebagai Tuhan! Dua hal itu sudah dipersatukan oleh Tuhan, dan karena itu, jangan saudara berani memisahkan! Orang yang betul-betul menerima Yesus sebagai Juruselamat, harus juga menerima Dia sebagai Tuhan!
Menerima Yesus sebagai Tuhan berarti menjadikan Yesus pemimpin, penguasa, dan pemilik hidup kita! Dengan kata lain, kita harus hidup mentaati Dia. Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:
·         Mat 7:21 - “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga”.
·         Luk 6:46 - “Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”.
·         2Tim 2:19b - “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan”.

B)  Bagi orang yang sudah percaya.

1)   Bersukacitalah (ay 10-11).
Ay 10 mengatakan bahwa kelahiran Yesus itu adalah suatu ‘kesukaan besar / great joy!

a)   Banyak orang kristen terlalu menyoroti lagu Natal, kartu Natal, pohon Natal dsb. Karena itu, sukacita mereka tergantung pada hal-hal tersebut. Ini salah! Seharusnya kita bukan menyoroti pohon, kartu, lagu dsb, tetapi menyoroti Yesusnya! Sekalipun tidak ada pohon Natal, kartu Natal, lagu Natal, tetapi kalau saudara merenungkan / percaya bahwa Natal menunjukkan bahwa Yesus sudah datang, maka saudara bisa bersukacita!

b)   Kalau saudara tidak bisa bersukacita pada Natal ini, cobalah bayangkan, apa yang terjadi andaikata Kristus tidak datang? Pernahkah saudara bayangkan hal itu?
Dalam suatu buku saat teduh ada suatu cerita sebagai berikut:
Seorang pendeta tertidur di ruang kerjanya, pada pagi hari, di suatu hari Natal, dan ia bermimpi tentang dunia dimana Yesus tidak pernah datang. Dalam mimpinya, ia melihat-lihat dalam rumahnya, dan ia tidak menjumpai hiasan-hiasan Natal. Ia lalu berjalan-jalan di jalan raya, tetapi tidak ada gereja-gereja. Ia kembali ke ruang belajarnya dan ia menjumpai bahwa semua buku-buku tentang Juruselamat sudah hilang. Tiba-tiba ada bel, dan seorang utusan memintanya untuk mengunjungi seorang ibu yang sedang sekarat. Ia cepat-cepat pergi ke rumah itu, dan ia berkata kepada anak dari ibu yang sedang sekarat itu: “Aku mempunyai sesuatu disini yang akan menghibur kamu”. Ia membuka Alkitabnya untuk mencari ayat-ayat hiburan yang sudah biasa ia gunakan, tetapi Alkitabnya berhenti pada Maleakhi, dan di sana tidak ada Injil maupun janji tentang pengharapan dan keselamatan dan ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan menangis bersama anak itu di dalam keputusasaan yang pahit. Dua hari setelah itu, ia berdiri di sebelah peti mati ibu itu dan memimpin kebaktian penguburan, tetapi disana tidak ada berita penghiburan, tidak ada firman tentang kebangkitan yang mulia, tidak ada surga yang terbuka, tetapi hanya ada “engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” dan suatu perpisahan yang panjang dan kekal. Akhirnya ia menyadari bahwa Kristus tidak datang, dan ia menangis dengan pahit dalam mimpinya yang menyedihkan itu. Tiba-tiba ia terbangun, dan ia mendengar nyanyian Natal dari paduan suara gereja yang membuatnya sadar bahwa sebetulnya Kristus sudah datang! - ‘Streams in the Desert’, vol I, tgl 25 Desember.
Bukankah kita semua harus bersukacita, karena kenyataannya Kristus sudah datang dalam dunia ini?

c)   Calvin berkata:
·         “Until men have peace with God, and are reconciled to him through the grace of Christ, all the joy that they experience is deceitful, and of short duration” (= Sampai manusia mempunyai damai dengan Allah, dan diperdamaikan kepadaNya melalui kasih karunia Kristus, semua sukacita yang mereka alami adalah bersifat menipu, dan hanya untuk jangka waktu yang pendek).
·         “If there be none to make peace between them and God, the hidden stings of conscience must produce fearful torment” (= Jika tidak ada memperdamaikan mereka dengan Allah, sengat yang tersembunyi dari hati nurani pasti menghasilkan siksaan yang menakutkan).
Dari kedua kutipan ini terlihat bahwa Calvin beranggapan bahwa tanpa iman kepada Kristus, seseorang tidak mungkin mengalami sukacita yang sejati.

Penerapan:
Apakah selama ini saudara mempunyai hati yang selalu sumpek, gelisah, kuatir, kosong, dan tidak damai / sukacita? Apakah selama ini saudara hanya bisa mengalami kesenangan / kebahagiaan yang bersifat lahiriah, semu dan sementara? Kalau ya, datanglah dan percayalah kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan saudara, maka saudara akan mengalami sukacita yang sejati.

2)   Ucapkanlah syukur, pujilah dan muliakanlah Tuhan!
·         ay 13-14: para malaikat memuji Tuhan.
·         ay 20: para gembala memuji / memuliakan Tuhan.
Sebetulnya, kalau saudara betul-betul bisa bersukacita pada Natal ini, saudara pasti akan secara otomatis bersyukur, memuji, dan memuliakan Tuhan!

3)   Beritakanlah Injil.
Natal tidak akan ada gunanya kalau tidak diberitakan. Karena itulah maka para malaikat memberitakannya kepada para gembala (ay 8-11). Tetapi dalam ay 10 dikatakan bahwa itu adalah untuk ‘seluruh bangsa’, yang jelas menunjuk kepada bangsa Yahudi. Tetapi, setelah kematian dan kebangkitan Kristus, maka tembok pemisah antara Ya-hudi dan non Yahudi telah dihancurkan (Ef 2:14), sehingga sekarang, Injil harus diberitakan kepada semua orang (Ef 2:12,17).
Pada saat itu, hanya gembala yang mendengar berita itu. Tetapi berita itu untuk seluruh bangsa. Karena itu mereka memberitakan Injil (ay 16-17).
Maukah saudara meniru para gembala itu? Saat ini saudara sudah mendengar berita Natal / Injil. Tetapi berita itu sebetulnya ditujukan untuk semua umat manusia. Maukah saudara memberitakan berita Natal / Injil itu kepada orang-orang di sekitar saudara?

Kesimpulan:

Jangan menanggapi / merayakan Natal hanya dengan sekedar berpesta dan berhura-hura! Rayakanlah Natal dengan:
·         percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan saudara.
·         bersukacita.
·         bersyukur dan memuji Tuhan.
·         memberitakan Injil!
Maukah saudara?




-AMIN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar