Kamis, 27 Maret 2014

PARAKLETOS

Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div
YOHANES 14:16-18

Hari ini adalah hari Pentakosta, hari dimana kita memperingati turun­nya Roh Kudus. Dalam ay 16 Roh Kudus disebut dengan istilah ‘Peno­long’, dalam bahasa Yunaninya adalah PARAKLETOS.

I) Sebutan PARAKLETOS.

1)   Sebutan PARAKLETOS ini juga digunakan untuk Kristus dalam 1Yoh 2:1.
Di sini Kitab Suci Indonesia menterjemahkan dengan istilah ‘Pengan­tara’, tetapi NASB/KJV/RSV/NKJV menterjemahkan ‘advocate’ (= Penga­cara / Pembela).

2)   Roh Kudus disebut ‘Penolong (PARAKLETOS) yang lain (ay 16).
Ada 2 kata bahasa Yunani yang berarti ‘yang lain’ (= another), yaitu ALLOS dan HETEROS. Tetapi kedua kata ini ada bedanya.
W. E. Vine dalam bukunya yang berjudul ‘An Expository Dictionary of New Testament Words’ mengatakan sebagai berikut:
“ALLOS ... denotes another of the same sort; HETEROS ... denotes another of a different sort” (= ALLOS ... menunjuk pada yang lain dari jenis yang sama; HETEROS ... menunjuk pada yang lain dari jenis yang berbeda).

Illustrasi: Di sini ada 1 gelas Aqua. Kalau saya menginginkan 1 gelas Aqua ‘yang lain’, yang sama dengan yang ada di sini, maka saya akan menggunakan kata ALLOS. Tetapi kalau saya menghendaki 1 gelas ‘yang lain’, yang berbeda dengan yang ada di sini, misalnya Coca Cola, maka saya harus menggunakan kata HETEROS, bukan ALLOS.

Kata Yunani yang diterjemahkan ‘yang lain’ dalam Yoh 14:16 bukan­lah HETEROS, tetapi ALLOS. Andaikata yang digunakan adalah HETER­OS, maka itu akan menunjukkan adanya perbedaan sifat antara Yesus dan Roh Kudus, sehingga bisa saja Yesusnya sabar sedangkan Roh Kudusnya tidak, atau Yesus adalah Allah dan seorang yang berpriba­di, sedangkan Roh Kudus bukan. Tetapi karena kata Yunani yang digunakan adalah ALLOS, ini menunjukkan bahwa Roh Kudus, sekalipun adalah PARAKLETOS yang lain dari pada Yesus, tetapi mempunyai sifat-sifat yang sama dengan Yesus.

Karena itu dalam komentarnya tentang ayat ini William Hendriksen mengatakan tentang Roh Kudus sebagai berikut: “He is another Helper, not a different Helper. The word another indicates one like myself, who will take my place, do my work. Hence, if Jesus is a person, the Holy Spirit must also be a per­son” (= Ia adalah Penolong yang lain, bukan Penolong yang berbeda. Kata yang lain menunjukkan seseorang seperti aku sendiri, yang akan mengambil tempatku, melakukan pekerjaanku. Jadi, jika Yesus adalah seorang pribadi, Roh Kudus harus juga adalah seorang pribadi).

William Hendriksen melanjutkan dengan berkata: “For the same reason, if Jesus is divine, the Spirit, too, must be divine” (= Dengan alasan yang sama, jika Yesus bersifat ilahi / adalah Allah, Roh juga harus bersifat ilahi / adalah Allah).

Kesimpulan: sama seperti Yesus, Roh Kudus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah seorang pribadi. Ini penting untuk saudara camkan khususnya pada waktu menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa, yang menganggap Roh Kudus hanya sebagai ‘kuasa Allah’, dan dengan demikian tidak mempercayai keilahian maupun kepribadian Roh Kudus.

3)   Arti dari kata PARAKLETOS.
Kata PARAKLETOS muncul 5 x dalam Perjanjian Baru, yaitu dalam Yoh 14:16  Yoh 14:26  Yoh 15:26  Yoh 16:7  1Yoh 2:1, dan diterjemahkan secara berbeda-beda oleh versi Kitab Suci yang berbeda.

                        Yoh 14:16                    Yoh 14:26                    Yoh 15:26                    Yoh 16:7                      1Yoh 2:1
KS Ind Penolong                     Penghibur                    Penghibur                    Penghibur                    Pengantara
NASB  Helper                         Helper                         Helper                         Helper                         Advocate
NKJV  Helper                         Helper                         Helper                         Helper                         Advocate
KJV     Comforter                   Comforter                   Comforter                   Comforter                   Advocate 
RSV    Counselor                    Counselor                    Counselor                    Counselor                    Advocate
NIV      Counselor                    Counselor                    Counselor                    Counselor                    One who
                                                                                                                                                            speaks in
                                                                                                                                                            our defense

Keterangan / terjemahan:
Helper = Penolong.
Comforter = Penghibur.
Counselor = Penasehat.
Advocate = Pengacara / Penasehat hukum.
One who speaks in our defense = seseorang yang berbicara untuk membela kita.

Arti kata PARAKLETOS sebenarnya adalah ‘orang yang dipanggil untuk membantu kita’. Dalam hal hukum, ini menunjuk pada ‘pengacara / penasehat hukum / pembela’, dan dalam hal sehari-hari ini menunjuk pada ‘penasehat / penghibur / penolong’.

II) Roh Kudus sebagai Pengacara dan Penghibur.

A)  Ada yang beranggapan bahwa arti terkuat dari kata PARAKLETOS adalah ‘pengacara / pembela’.

1)   Perlu diketahui bahwa sekalipun Roh Kudus disebut sebagai Pengacara / Pembela kita, tetapi Roh Kudus tidak menjadi Penga­cara / Pembela bagi kita terhadap tuduhan dari Allah / hukum Tuhan. Untuk tuduhan ini, Yesuslah Pengacara / Pembelanya.

1Yoh 2:1 - “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara (= PARAKLETOS) pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil”.

Jadi, setiap kali Allah melihat kita berdosa, dan menuduh / menganggap kita melanggar hukum, maka Yesus akan berkata: ‘Bapa, Aku telah mati disalib untuk menebus dosa itu’. Ini menyebabkan Bapa tidak bisa lagi menuduh kita / orang percaya!

Catatan: awas, jangan menjadikan ini sebagai alasan untuk sembarangan berbuat dosa (mentang-mentang mempunyai Yesus sebagai Pengacara). Baca 1Yoh 2:1 itu sekali lagi, maka saudara akan melihat bahwa pada bagian awalnya rasul Yohanes melarang kita berbuat dosa, dan baru setelah itu ia mengatakan bahwa kalau kita (toh) berbuat dosa / jatuh ke dalam dosa, kita mempunyai Yesus sebagai Pengacara / Pembela.

2)   Roh Kudus menjadi Pengacara  / Pembela bagi kita terhadap dunia, yaitu pada saat kita diejek, diserang, dianiaya dsb. Sebetulnya Ia bukan menjadi Pengacara bagi kita tetapi Ia menjadi Pengacara di dalam diri kita dengan memberikan kata-kata kepada kita untuk melakukan pembelaan terhadap serangan dari dunia. Bdk.  Mat 10:18-20 / Luk 21:14-15  Kis 2:13-40  Kis 4:8-13  Kis 6:9-10.

3)   Roh Kudus menjadi Pengacara di dalam diri kita menghadapi tuduhan setan.
Salah satu nama dari Setan dalam Kitab Suci adalah DIABOLOS.
Catatan: Dari kata DIABOLOS itulah diturunkan kata bahasa Inggris ‘devil’, yang berarti ‘an accuser’ (= penuduh, pendakwa) atau ‘a slanderer’ (= pemfitnah).

Setan memberikan bermacam-macam dakwaan:

a)   Setan mendakwa manusia di hadapan Allah (Ayub 1:6-11  2:1-5  Wah 12:9-10  Zakh 3:1-dst).

b)   Setan mendakwa Allah di depan manusia (Kej 3:1-5).
Karena itu kalau dalam hati / pikiran saudara muncul suatu pemikiran yang jelek tentang Allah (misalnya bahwa Allah tidak peduli kepada saudara, Allah tidak kasih, Allah benci kepada saudara, dsb), sadarilah bahwa setan sedang mendakwa Allah dalam pikiran saudara. Maukah saudara percaya kepada setan, yang adalah bapa segala dusta?

c)   Setan mendakwa manusia di dalam hatinya sendiri.
Memang ‘tuduhan berdosa’ dalam hati kita bisa datang dari Allah. Tetapi bisa juga datang dari setan. Bagaimana membedakannya? Kalau datang dari Allah, pasti akan hilang begitu kita bertobat dan mengakui dosa dengan sungguh-sungguh, karena tujuan Tuhan menuduh kita adalah untuk mempertobatkan kita. Tetapi kalau datang dari setan, maka hal ini tidak akan hilang sekalipun kita sudah menyesali dosa / bertobat, karena tujuan setan adalah untuk menghancurkan kita.
Tuduhan setan ini menyebabkan orang yang sudah betul-betul menyesali / bertobat dari dosanya, tetap merasa sedih, dan bahkan bisa ‘binasa dalam kesedihan’ (bdk. 2Kor 2:5-11  2Kor 7:10  Mat 27:3-5).

Warren W. Wiersbe mengatakan:
“See how subtle and merciless Satan really is. Before we sin - while he is tempting us - he whispers, ‘You can get away with this!’  Then after we sin, he shouts at us, ‘You will never get away with this!’” (= Lihatlah betapa licik dan tak-berbelas-kasihannya setan itu. Sebelum kita berbuat dosa - pada saat ia masih mencobai kita - ia berbisik, ‘Kamu bisa meloloskan diri dengan ini!’. Lalu setelah kita berbuat dosa, ia berteriak pada kita, ‘Kamu tidak akan pernah lolos dengan ini!’).

Tuduhan / dakwaan setan terhadap orang yang sudah mengakui dan menyesali dosanya ini menyebabkan orang itu merasakan ‘guilty feeling’ (= perasaan bersalah) yang tidak semestinya. Ini khususnya sering muncul pada saat:
·         berdoa / bersaat teduh.
·         mau mengikuti Perjamuan Kudus!
·         melayani Tuhan.
Setan akan mendakwa kita sedemikian rupa sehingga sekalipun kita sudah mengakui dosa dan menyesalinya dengan sungguh-sungguh, kita lalu merasa tidak layak untuk berdoa / bersekutu dengan Tuhan, ikut Perjamuan Kudus, maupun melayani Tuhan. Dakwaan seperti ini bisa membuat kita sangat menderita / putus asa, dsb.
Terhadap dakwaan semacam inilah Roh Kudus berperan sebagai Pembela / Pengacara. Ia mengingatkan kita akan kasih Allah yang menyebabkanNya selalu mau mengampuni kita dan akan penebusan yang sempurna yang dilakukan oleh Kristus bagi kita. Pembelaan dari Pengacara kita ini membuat kita bisa mengatasi tuduhan setan.

B)  Ada beberapa penafsir yang menganggap bahwa arti yang paling kuat dari kata PARAKLETOS adalah ‘Penghibur’.
Ini terlihat dari kontex Yoh 14:16-18  Yoh 15:18-27  Yoh 16:6-7 yang menunjukkan bahwa Roh Kudus diberikan kepada mereka dalam penderitaan dan kesedihan mereka.

Roh Kudus menghibur kita dari apa?

1)   Dari kesukaran / penderitaan.

a)   Bahwa Roh Kudus diutus untuk menjadi Penghibur bagi kita, secara implicit menunjukkan bahwa dalam hidup orang kristen pasti ada banyak problem, penderitaan, dan kesedihan.
Karena itu jelaslah bahwa ajaran populer jaman sekarang yang mengatakan bahwa kalau kita ikut Tuhan segala sesuatu akan beres, segala penyakit akan sembuh, kita akan kaya dan sukses, dsb, adalah omong kosong! Kalau ajaran ini benar, maka kita tidak membutuhkan Roh Kudus sebagai Penghibur!

b)   Penghiburan dari Roh Kudus ini tidak tergantung pada sikon.
Ini bisa kita alami dalam keadaan sakit, susah, miskin, menderita, mengalami problem, kegagalan, kesepian, patah hati, dsb. Ini memungkinkan orang kristen tetap bersukacita dan mempunyai damai di tengah-tengah penderitaan / kesukaran.

c)   Tujuan Roh Kudus dalam menghibur kita.
Kalau kita mengalami penderitaan / problem, lalu Roh Kudus menghibur kita, tujuannya bukan sekedar untuk kita, tetapi juga untuk orang lain. Seperti dikatakan seseorang:
“God does not comfort us to make us comfortable, but to make us comforters” (= Allah tidak menghi­bur kita supaya kita merasa nyaman, tetapi supaya kita menja­di penghibur). Bdk. 2Kor 1:3-6.
Karena itu kalau kita menerima penghiburan, kita harus membagikan / men-sharing-kan penghiburan itu.

2)   Dari dosa yang sudah kita akui / sesali.
Ini berhubungan dengan tuduhan setan yang sudah di bahas di atas. Roh Kudus bukan hanya membela secara hukum tetapi juga menghibur kita untuk mengatasi semua itu dan kembali pada sukacita dan damai yang semula.

3)   Tetapi bagaimana dengan dosa yang masih kita pegangi dengan sadar dan dengan sikap tegar tengkuk?
Dalam hal ini, Roh Kudus tidak menghibur kita dengan:

a)   Menutup-nutupi dosa, atau dengan memberikan alasan untuk membenarkan dosa itu.
Karena itu, kalau saudara berbuat dosa, dan lalu dalam pikiran saudara muncul berbagai macam alasan untuk membenarkan dosa itu, sehingga saudara lalu merasa ‘terhibur’, sadarilah bahwa ini bukan hiburan dari Roh Kudus! Ini pasti datang dari setan!
Misalnya:
·      saudara marah kepada seseorang, lalu saudara merasa bahwa kemarahan itu adalah dosa. Tetapi lalu muncul suara dalam hati / pikiran saudara yang berkata: ‘Tetapi aku marah karena dia kurang ajar’, dan suara ini ‘menghibur’ saudara.
·        saudara berzinah, lalu merasakan adanya perasaan bersalah. Tetapi lalu muncul suara dalam hati / pikiran saudara yang berkata: ‘Yang salah adalah istriku. Dia tidak menjaga badan / penampilan sehingga aku tidak berminat kepadanya dan terpaksa berzinah’, dan suara ini ‘menghibur’ saudara.
·         saudara berdusta kepada seseorang, lalu saudara merasakan adanya perasaan bersalah. Tetapi lalu muncul suara dalam hati / pikiran saudara yang berkata: ‘Tetapi kamu kan masih hidup di dunia, dan hidup di dunia ini tidak mungkin bisa melakukan Firman Tuhan 100 %’, atau, ‘Bukan kamu saja, tetapi semua orang juga berdusta’, dan suara ini ‘menghibur’ saudara.
·      saudara tidak memberikan persembahan persepuluhan, dan saudara lalu merasa bersalah. Tetapi lalu muncul suara dalam hati / pikiran saudara yang berkata: ‘Tetapi penghasilanku tidak cukup. Kalau aku memberikan persembahan persepuluhan, akan lebih tidak cukup lagi. Tuhan toh tak mau aku hutang atau jadi pengemis, bukan?’, dan suara ini ‘menghibur’ saudara.
‘Penghiburan’ semacam ini bukan datang dari Roh Kudus tetapi dari setan! Tujuannya supaya saudara tidak bertobat dari dosa itu.

b)   Memberikan kambing hitam, seperti roh marah, roh dusta, dsb.
Jaman ini banyak orang yang berkata bahwa kalau kita marah itu karena adanya roh kemarahan, kalau kita berzinah itu karena adanya roh perzinahan, dsb. Sekalipun saya percaya bahwa setan memang selalu menggoda kita untuk berbuat dosa, tetapi saya juga percaya bahwa kalau kita jatuh ke dalam dosa, kita tetap bertanggung jawab! Kita tidak boleh melemparkan tanggung jawab itu kepada setan seakan-akan hanya dia yang salah sedangkan kita tidak.
Memang kalau kita bisa mendapatkan kambing hitam, kita akan merasa ‘terhibur’. Tetapi lagi-lagi kita perlu tahu bahwa hiburan seperti itu pasti bukan dari Roh Kudus tetapi dari setan!

c)   Meremehkan dosa.
‘Hiburan’ yang lain adalah dengan meremehkan dosa yang baru kita lakukan. Hiburan seperti ini juga bukan datang dari Roh Kudus, tetapi dari setan! Memang dosa itu ada tingkat-tingkatnya, ada yang berat (seperti berzinah, membunuh, menyembah berhala, dsb) dan ada yang ringan (seperti berdusta, iri hati, dsb), tetapi ingat bahwa dosa yang ringanpun upahnya adalah maut (Ro 6:23), sehingga tidak pernah boleh diremehkan.
Juga ingat bahwa kesengajaan memperberat dosa (Luk 12:47-48). Karena itu dosa ringan, yang dilakukan dengan sengaja, akan diperhitungkan lebih berat.

d)   Menyembunyikan kebenaran yang ‘mengganggu’ kita.
Saudara mungkin pernah mendengar kata-kata ‘truth hurts’ (= kebenaran menyakitkan). Kalau ada dosa dalam hidup saudara dan lalu saudara mendengar Firman Tuhan yang membahas dosa itu, maka saudara bisa merasa ‘sakit’. Saudara akan lebih ‘terhibur’ kalau saudara melupa­kan Firman Tuhan yang ‘mengganggu’ itu.
Inipun bukan penghiburan dari Roh Kudus!

Apa alasannya untuk beranggapan bahwa hal-hal di atas tidak mungkin datang dari Roh Kudus? Karena Roh Kudus juga mempunyai tugas-tugas lain, yaitu:
·         mengajar kebenaran (Yoh 14:26).
·         menginsafkan dosa (Yoh 16:8).
·         memimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13).
Pikirkan apakah hal-hal ini bisa sesuai dengan point a-d di atas?

Charles Haddon Spurgeon:

¨      “The Spirit of God never comforted a man in his sin. Disobe­dient Christians must not expect consolation; the Holy Spirit sanctifies, and then consoles” (= Roh Allah tidak pernah menghibur seseorang di dalam dosanya. Orang Kristen yang tidak taat tidak boleh mengharapkan penghiburan; Roh Kudus menguduskan, dan baru setelah itu menghibur) - ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’ , vol IX, hal 29-30.
Jadi selama dosa dipertahankan dengan sikap tegar tengkuk, tidak bisa diharapkan adanya penghiburan yang sejati. Kalau ada penghiburan, itu pasti palsu, dan bukan dari Roh Kudus.

¨      “He does not comfort us as a fond mother may please her wayward child by yielding to its foolish wishes” (= Ia tidak menghibur kita seperti seorang ibu yang terlalu mengasihi, yang ingin menyenangkan anaknya yang tidak patuh / suka melawan, dengan menyerah / menuruti keinginannya yang bodoh) - ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’ , vol IX, hal 30.
Jadi jangan saudara berharap bahwa Roh Kudus ‘mengubah’ Firman Tuhan dan menyesuaikannya dengan keinginan saudara yang bodoh, sehingga Ia lalu membiarkan saudara untuk terus hidup di dalam dosa.

¨      “Do not expect to get comfort by merely running to sweet texts, or listening to pleasing preachers who give you noth­ing but cups of sugared doctrine, but expect to find comfort through the holy, reproving, humbling, strengthening, sancti­fying processes which are the operation of the Divine Para­clete” (= Jangan mengharapkan untuk mendapatkan penghiburan semata-mata dengan berlari kepada text-text yang manis, atau dengan mendengarkan pengkhotbah-pengkhotbah yang tidak memberimu apa-apa selain doktrin yang dimaniskan, tetapi berha­raplah untuk menemukan penghiburan melalui proses-proses yang kudus, yang menegur / memarahi, yang merendahkan, yang menguatkan, yang menguduskan, yang merupakan pekerjaan dari Parakletos ilahi) - ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’ , vol IX, hal 30.
Perhatikan kata-kata ini! Ayat-ayat Kitab Sucipun bisa disalah-gunakan untuk menghibur kita di dalam dosa. Misalnya: saudara berbuat suatu dosa, lalu dalam Saat Teduh / Kebaktian saudara mendapatkan Firman Tuhan yang menunjukkan penyertaan Tuhan seperti Maz 23 atau Ibr 13:5 dsb, dan saudara lalu merasa bahwa Tuhan tidak apa-apa dengan dosa saudara.
Kalau ayat-ayat Kitab Suci saja bisa disalah-gunakan seperti itu, lebih-lebih khotbah-khotbah yang dibuat oleh nabi-nabi palsu memang untuk menyenangkan pendengarnya (bdk. 2Tim 4:3-4).

Kesimpulan / Penutup:

Roh Kudus begitu penting bagi kita, dan karena itu, pada hari Penta­kosta ini mari kita bersyukur dan memuji Tuhan atas karuniaNya yang begitu hebat bagi kita, yaitu Roh Kudus.




-AMIN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar